Cerita Pelaku UMKM Banyuwangi Raih Omset Jutaan Setelah Dihantam Pandemi Covid-19

Oleh Liputan6.com pada 30 Jul 2022, 23:00 WIB
Diperbarui 30 Jul 2022, 23:00 WIB
Cerita Pelaku UMKM Banyuwangi Raih Omset Jutaan Setelah Dihantam Pandemi Covid-19
Perbesar
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani (baju putih) mencoba membuat kerupuk (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta Tumijan salah satu pelaku UMKM di Banyuwangi perlahan mulai kebanjiran pesanan setelah sebelumnya lesu akibat dihantam Covid-19.

Warga Desa Bunder Kecamatan Kabat Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur ini menjual kerupuk ikan. Tumijan mengaku bisnisnya kini secara perlahan berangsur pulih, meskipun belum pulih sepenuhnya seperti sebelum pandemi.

"Alhamdulillah, produksi kami mulai normal lagi. Keuntungan juga mulai naik. Tapi masih belum seperti dulu sebelum pandemi," tutur Tumijan pemilik UD Surya Jaya di Banyuwangi, Jumat (29/7/2022).

Setiap hari, Tumijan bisa menghabiskan 5-6 kuintal tepung terigu dan puluhan kilogram ikan tengiri. Bahan tersebut untuk memproduksi berbagai bentuk kerupuk ikan, seperti precet, cincin, ulir, dan masih banyak lainnya.

Tekstur yang renyah dipadu rasa ikan yang gurih, membuat kerupuk ikan produksi Tumijan banyak diminati masyarakat. Selain wilayah Banyuwangi, krupuk ikan produksinya juga merambah ke sejumlah daerah, seperti Malang, Jember, dan Situbondo.

"Keuntungan kami rata-rata Rp 400 ribu per hari, atau sekitar Rp. 12 juta per bulan," ujar Tumijan.

Sebelum pandemi, Tumijan mengaku bisa meraih keuntungan hingga dua kali lipatnya, yakni Rp. 800 ribu per hari. Meski belum sepenuhnya pulih, Tumijan bersyukur usahanya sudah kembali bergeliat.

Saksikan video pilihan berikut ini: 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Pemkab Banyuwangi

Tumijan menceritakan, usahanya membuat kerupuk Tengiri dirintis sejak 2014. Saat ini dia memiliki 33 pekerja. Dia memberdayakan ibu rumah tangga di sekitar tempat tinggalnya, termasuk para lansia yang masih produktif.

“Ini sudah lumayan daripada saat puncak pandemi dua tahun lalu. Saat itu pesanan menurun drastis. Pendapatan kami pun ikut terpengaruh,” ujarnya.

Bupati Ipuk mengaku sangat senang dan mengapresiasi para pelaku UMKM yang terus optimis di tengah situasi sulit saat ini. Ipuk menegaskan pemkab akan terus mendukung pelaku ekonomi arus bawah (UMKM) yang menjadi tonggak pemulihan ekonomi daerah.

“UMKM menjadi bagian penting dalam upaya pemulihan ekonomi. Kami terus mensupport dengan berbagai kebijakan agar pertumbuhan mereka tetap terjaga. Seperti halnya program UMKM naik kelas, gerakan ASN Belanja, bantuan alat usaha, dan berbagai program lainnya,” terang Ipuk.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya