Demam Citayam Fashion Week Ditiru Anak Muda Surabaya, Tapi Dibubarkan Satpol-PP

Oleh Liputan6.com pada 25 Jul 2022, 15:00 WIB
Diperbarui 25 Jul 2022, 15:00 WIB
8 Potret Paula Verhoeven Jadi Cewek Mamba Saat Melenggang di Citayam Fashion Week Bareng Bonge
Perbesar
Paula Verhoeven tak ketinggalan meramaikan Citayam Fashion Week. Intip gaya serba hitam model profesional ini saat catwalk bareng Bonge di jalan Sudirman. (Instagram/paula_verhoeven).

Liputan6.com, Surabaya - Fenomena Citayam Fashion Week yang menyedot perhatian khalayak beberapa waktu terakhir mulai menjalar ke daerah lain. Di Surabaya, kegiatan ini diberi nama Tunjungan Fashion Week.

Namun Tunjungan Fashion Week pada Minggu (24/7/2022) dihentikan oleh pihak berwenang. Wali Kota Surabaya Eri Cahaydi menyatakan, penghentian dilakukan demi kenyamanan pengguna jalan dan agar tidak menimbulkan kemacetan.

"Kemarin kami hentikan kegiatan itu, bukan soal tidak pro-kreasi atau pro-kreasi khas anak muda. Tapi ini soal kebaikan bersama, kenyamanan pengguna jalan, dan aktivitas yang tidak menimbulkan kemacetan," kata Eri Cahyadi melalui akun medsos Instagram @ericahyadi, Senin (25/7/2022).

Menurutnya, program serupa bisa dilakukan, misalnya ketika kegiatan car free day (CFD) atau hari bebas kendaraan, sebagai unjuk kreasi fesyen anak-anak muda Surabaya.

Selain itu juga bisa digelar di Balai Pemuda dan berbagai ruang terbuka hijau, dengan tetap jaga kebersihan dan tidak merusak taman.

"Atau juga di pedestrian dengan konsep terjadwal dan berizin supaya bisa diatur agar tidak mengurangi kenyamanan masyarakat luas," ujarnya.

Sehingga, kata Eri, kreasi semacam ini tidak menimbulkan kemacetan karena memang dilakukan saat CFD dan di ruang-ruang publik nonjalan raya.

"Soal konsep outfitnya, silakan berkreasi. Namun, harus tetap menginspirasi, ojok pating pecotot dan sing gak karu-karuan (bajunya jangan yang ketat dan terbuka), juga harus mencerminkan karakter khas arek Suroboyo," kata dia.

Eri mengatakan, di Jalan Tunjungan sendiri, sejak November 2021 sudah diluncurkan konsep "Tunjungan Romansa" sebagai ruang kreasi seni, budaya, dan ekonomi kreatif.

Musik, fashion, kuliner, dan beragam kreasi melebur di Tunjungan Romansa. Sebagian dikonsep di area pedestrian, namun teratur dan tidak mengganggu pengguna jalan.

Soal fashion, kata dia, Pemkot Surabaya juga telah memfasilitasi berbagai pergelarannya, termasuk dengan menampilkan brand-brand lokal dan UMKM secara rutin, lewat Surabaya Fashion Week dan banyak lagi.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Ganggu Arus Lalu Lintas

Satpol PP Surabaya sebelumnya membubarkan peragaan busana di Jalan Tunjungan bertema "Tunjungan Fashion Week" yang meniru seperti Citayam Fashion Week di Jakarta pada Minggu (24/7). Langkah tersebut dilakukan karena mereka dinilai mengganggu arus lalu lintas.

Terdapat dua titik di Jalan Tunjungan yang dijadikan sebagai ajang peragaan busana yakni zebra cross depan sebuah bank swasta Jalan Tunjungan dan zebra cross depan Gang Ketandan hingga Jalan Genteng.

Saat akan memamerkan busana, tombol pelican crosing pada lampu lalu lintas ditekan untuk menghentikan kendaraan. Baru kemudian para model berjalan di zebra cross.

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya