Produksi Susu Sapi di Tulungagung Turun 20.000 Liter per Hari Akibat PMK

Oleh Liputan6.com pada 05 Jul 2022, 07:00 WIB
Diperbarui 05 Jul 2022, 07:00 WIB
FOTO: Vaksinasi PMK untuk Hewan Ternak di Bogor
Perbesar
Petugas Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kota Bogor menunjukkan tanda sehat pada sapi saat melakukan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) di salah satu peternakan warga di Mulya Sari, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (29/6/2022). Provinsi Jawa Barat mendapatkan jatah 120 ribu dosis vaksin untuk mencegah penularan PMK dari Kementerian Pertanian. (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Tulungagung - Dua wilayah penghasil susu di Kabupaten Tulungagung mengalami penurunan produksi hingga puluhan ribu liter susu tiap harinya akibat penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK). Selain produksi menurun, sejumlah pabrik juga menolak menerima susu.

Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo menyebutkan, dua wilayah yang terdampak PMK adalah Kecamatan Sendang dan Pagerwojo. Akibat penyebaran PMK pasokan susu dari dua kecamatan tersebut mengalami penurunan drastis.

"Jika dulu produksi susu per hari mencai 60 ribu liter, kini setelah adanya PMK produksi susu menjadi 40 ribu liter per hari. Atau penurun produksi susu mencapai 20 ribu liter per harinya," kata Maryoto, Senin (4/7/2022). 

Dia menjelaskan, selain produksi susu yang menurun, peternak sapi perah juga dihadapkan dengan persoalan distribusi susu sapi ke pabrik. Bagaimana tidak, saat ini beberapa pabrik telah menolak distribusi susu akibat kandungan obat-obatan yang dikonsumsi oleh sapi perah.

"Jadi sapi yang sakit itu mengkonsumi obat-obatan. Hasilnya, banyak susu yang dihasilkan mengandung obat-obatan. Hal inilah yang membuat pabrik menolak distribusi susu," terangnya.

 


Penyebaran PMK di Kabupaten Tulungagung

Hewan Kurban
Perbesar
Ilustrasi hewan kurban yang berisiko terkena PMK. Credits: pexels.com by Gabriela Cheloni

Hingga saat ini hampir semua kecamatan di Tulungagung saat ini terdapat kasus PMK. Tercatat sudah ada 1.535 hewan ternak yang terpapar PMK.

Rinciannya 839 ekor dalam kondisi sakit, 670 ekor sudah dinyatakan sembuh, 14 ekor dipotong paksa dan 12 ekor mati akibat terpapar PMK.

"Karena masifnya penyebaran, saat ini PMK sudah menjadi wabah di Tulungagung," ungkapnya, 

Maryoto menambahkan, maka dari itu vaksinasi juga terus dilakukan untuk mencegah penyebaran PMK di Tulungagung. Saat ini vaksinasi sudah mencapai 31.048 dosis dari total penerimaan vaksin PMK di Tulungagung 40.000 dosis.

“Tapi jumlah vaksin yang didapat Tulungagung tidak mencukupi untuk seluruh hewan ternak yang mencapai 170 ribu ternak. Bahkan saat ini dosisnya tinggal 8.952, maka dari itu kami akan usulkan lebih banyak ke Pemprov Jatim,” pungkasnya.

 

Simak juga video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya