Sosok Buya Syafii Maarif yang Rendah Hati Dimata Gubernur Jatim

Oleh Liputan6.com pada 27 Mei 2022, 16:53 WIB
Diperbarui 27 Mei 2022, 17:43 WIB
Buya Syafii Maarif
Perbesar
Benak Buya Syafii penuh tanda tanya seusai bertemu pelaku penyerangan gereja di Sleman

Liputan6.com, Surabaya Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 1998-2005 Prof Dr. K.H. Ahmad Syafii Maarif atau yang dikenal Buya Syafii Maarif, tutup usia di umur 87 tahun, di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman, DI Yogyakarta Jumat (27/5).

Berpulangnya tokoh Muhammadiyah ini, menjadi duka mendalam  masyarakat Indonesia, salah satunya Gubernur Jawa Timur Khofifa Indar Parawansa. 

 

"Innalillahi wa inna ilaihi roji’uun. Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan seluruh masyarakat Jawa Timur,menyampaikan duka cita sedalam-dalamnya atas wafatnya Buya Syafii Maarif,” kata Gubernur Khofifah Jumat (27/5) di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Ia menyatakan dukanya ini tentu dirasakan pula oleh seluruh masyarakat Indonesia. Karena Buya Syafii Maarif adalah salah satu putra terbaik bangsa.

"Semoga beliau, (Buya Syafii Maarif,red) husnul khatimah, diterima semua amal ibadahnya, diampuni hilafnya, dilapangkan kuburnya serta ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT," kata Khofifa yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU ini. 

Khofifa mengaku mengagumi berbagai karya dan pemikiran, Almarhum yang merupakan intelektual sekaligus ulama kharismatik dan cendekiawan bangsa. Selain mendirikan Maarif Institute, Buya Syafii Maarif juga pernah menjabat sebagai President of World Conference on Religion for Peace (WCRP).

"Beliau adalah sosok inspiratif, Selain menjadi Guru Besar di IKIP Yogyakarta, melalui gagasan  yang dituangkan dalam tulisan mengenai Islam dan kebiasaan beliau melahirkan ide-ide cemerlang dapat menjadi pembelajaran dan referensi kehidupan sosial keagamaan serta kebangsaan bagi kita semua,” tutur Khofifah.

Ia mengenang, banyaknya nilai-nilai keteladanan yang di dapatkan dari sosok Almarhum. Ia menyebut diantaranya, karakter - karakter menonjol dalam diri Buya Syafii, yakni pembawaannya yang luwes dan tidak membeda-bedakan orang serta merangkul semua golongan.

Orang nomor satu di Jatim tersebut juga mengagumi Buya Syafii Maarif sebagai seorang yang rendah hati dan bersahabat.

"Kami mengapresiasi dan berterima atas karya-karya dan kajian yang disampaikan oleh Buya Syafii semasa hidupnya. Kabar duka ini merupakan kabar duka bagi seluruh bangsa Indonesia termasuk masyarakat Jawa Timur,” ujar Khofifah.

Khofifa pun mendoakan agar segenap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan diberikan kekuatan oleh Allah SWT untuk meruskan cita-cita beliau yang luhur untuk berkontribusi dalam mencerdaskan bangsa.

Simak juga video pilihan berikut ini

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya