Cerita Batita Kembar Siam Anaya dan Inaya Asal NTB Dipisahkan di Jawa Timur

Oleh Liputan6.com pada 17 Feb 2022, 03:00 WIB
Diperbarui 17 Feb 2022, 03:00 WIB
Ilustrasi Bayi Prematur
Perbesar
Ilustrasi Bayi Prematur Foto oleh Lisa Fotios dari Pexels

Liputan6.com, Surabaya - Batita kembar siam Anaya dan Inaya yang berasal Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, berhasil dipisahkan setelah menjalani operasi pemisahan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soetomo Surabaya, Jawa Timur.

Kembar siam dempet dada Inaya dan Anaya lahir pada Mei 2019. Keduanya dibawa ke RSUD dr Soetomo Surabaya untuk menjalani operasi pemisahan pada akhir Januari 2022.

Direktur Utama RSUD dr. R. Soedjono Selong Muhammad Tantowi Jauhari, yang memantau pelaksanaan operasi, mengatakan bahwa operasi pemisahan berlangsung selama hampir sembilan jam.

"Operasi pemisahan berjalan dengan lancar," katanya, Rabu (16/2/2022).

Setelah menunggu lama akhirnya berhasil memisahkannya. Ia berharap kedua anak ini segera sembuh dan bisa beraktivitas layaknya anak-anak lain.

Operasi pemisahan Anaya dan Inaya melibatkan dokter bedah anak, dokter bedah thorax, dokter bedah plastik, dan dokter anak. Setelah menjalani operasi pemisahan, kedua anak itu menjalani proses pemulihan di RSUD dr. Soetomo.

Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mendampingi serta membantu menanggung biaya operasi pemisahan Anaya dan Inaya serta biaya perawatan mereka di rumah sakit.

Pemerintah daerah juga membantu biaya operasi pemisahan kembar siam Anaya dan Inaya karena orang tua mereka tidak mampu.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

Saksikan juga video pilihan berikut ini:

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya