Kabar Terbaru Aktivitas Gunung Semeru Usai Erupsi, Waspada Guguran Lava

Oleh Liputan6.com pada 26 Jan 2022, 09:00 WIB
Diperbarui 26 Jan 2022, 09:00 WIB
Gunung Semeru Pasca Erupsi
Perbesar
Gunung Semeru menyemburkan asap tipis terlihat dari desa Curah Kobokan di Lumajang, Jawa Timur, Rabu (8/12/2021). Usai meletus pada Sabtu 4 Desember 2021, Gunung Semeru yang terletak di Lumajang tersebut berstatus level 2 waspada. (ADEK BERRY / AFP)

Liputan6.com, Jatim - Beberapa waktu lalu Gunung Semeru mengalami erupsi hingga menlan korban jiwa. Hingga saat ini, status tertinggi di Pulau Jawa itu masih berada di level III atau siaga.

Berdasarkan pos pengamatan Pusat Vulkanologi Mitigasi bencana Geologi (PVMBG), Selasa (25/1/2022) pukul 18.00 WIB, menyebutkan saat ini cuaca cerah hingga mendung, angin lemah, hingga sedang ke arah utara dan timur laut. Suhu udara sekitar Gunung Semeru terpantau 25-28 derajat celsius.

Kemudian dari pengamatan secara visual, gunung tertutup Kabut 0-II hingga 0-III. Sementara asap kawah Semeru tidak teramati.

"Cuaca cerah hingga mendung, angin lemah hingga sedang ke arah utara dan timur laut," tulis laporan Mukdas Sofian, dilansir dari magma.esdm.go.id, Rabu (26/1/2022)

Untuk aktivitas kegempaan, tercatat Semeru terjadi 3 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 10-20 milimeter, selama gempa 55-85 detik.

Selain itu juga terjadi 5 kali gempa Semeru dengan amplitudo 3-7 mili meter, dan lama gempa 25-75 detik.

Saksikan juga video pilihan berikut ini:


Waspada Guguran Lava

Dengan status Semeru yang amsih Siaga, PVMBG mengimbau warga agar tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilo meter dari puncak (pusat erupsi).

Selain itu, di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

PVMBG juga meminta untuk tidak beraktivitas dalam radius 5 kilo meter dari kawah atau puncak gunung api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu.

"Waspada potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Semeru," jelasnya.

Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya