Polisi Bentuk Tim Khusus Buru Pria Penendang Sesajen di Gunung Semeru

Oleh Dian Kurniawan pada 10 Jan 2022, 14:17 WIB
Diperbarui 10 Jan 2022, 14:17 WIB
Cuitan Alissa Wahid soal viar pria tendang sesajen di Gunung Semeru. (Foto: Dok. Twitter @alissawahid)
Perbesar
Cuitan Alissa Wahid soal viar pria tendang sesajen di Gunung Semeru. (Foto: Dok. Twitter @alissawahid)

Liputan6.com, Surabaya - Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko menyampaikan, pihaknya membentuk tim khusus untuk melakukan pencarian pelaku penendang sesajen di Gunung Semeru yang sempat viral di media sosial.

"Iya benar, kita sudah bentuk tim untuk melakukan pencarian terhadap pelaku tersebut," tuturnya kepada Liputan6.com melalui sambungan telepon seluler, Senin (10/1/2022).

Gatot menyampaikan, menurut informasi yang diterima, dugaannya pelaku penendang sesajen adalah salah satu relawan yang ada di lokasi pengungsian korban Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru.

"Kita masih melakukan pencarian juga monitoring media sosialnya yang naikkan (videonya) itu," katanya.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Jangan Rusak Toleransi

Saat dikonfirmasi apakah terduga pelaku merupakan relawan pendatang yang bukan merupakan warga asli Lumajang, Gatot mengaku masih belum mengetahui detailnya.

"Kita masih belum tahu. Nanti kalau sudah ketemu, kita baru tahu apakah dia warga situ atau bukan," ucapnya.

Gatot menegaskan, pihaknya juga memberi imbauan dan edukasi kepada masyarakat karena selama ini Lumajang sudah mulai damai, aman dan bagus.

"Jangan sampai dirusak dengan adanya video-video yang mengandung SARA dan kita harus menghormati kearifan lokal daerah situ," ujarnya.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya