Merayakan Kemerdekaan Obat Tradisional dengan Mempertemukan Jamu dan Teknologi

Oleh Liputan6.com pada 16 Agu 2022, 21:04 WIB
Diperbarui 16 Agu 2022, 21:06 WIB
Jamu
Perbesar
Masyarakat antusias mencari informasi dan memanfaatkan layanan cek kesehatan yang digelar Widya Herbal Indonesia dalam event akbar Indonesia Custom Show 2022 di Yogyakarta pada 13-14 Agustus 2022.

Liputan6.com, Yogyakarta - Jamu bukan sekadar warisan budaya yang berasal dari resep nenek moyang, melainkan juga terbukti dalam dunia pengobatan. Pengakuan jalur rempah sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO dapat digunakan oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai media diplomasi internasional bidang kebudayaan.

"Saatnya memperkuat jati diri dan membangun kesejahteraan bersama berbasis kekayaan budaya di masa depan," kata Aries Ikawati Arifah selaku CEO / Chief Executive Officer PT. Widya Herbal Indonesia, dalam siatan persnya, Selasa (16/8/2022).

Jamu minuman asli leluhur bangsa Indonesia, selama ribuan tahun nenek moyang telah memanfaatkan beragam spesies tanaman untuk menjaga kesehatan dan mengobati berbagai macam penyakit.  Mereka percaya bahwa Tuhan menciptakan kekayaan alam agar dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, termasuk bagi penyembuhan penyakit.

Bukti bahwa nenek moyang sudah meracik dan mengonsumsi jamu sejak dulu kala di antaranya pada Relief Candi Borobudur (750 M), Relief Candi Rimbi (1329 M), dan Serat Centhini (1814M). Jamu berasal dari kata Jampi atau Usodo yang berarti penyembuhan dengan menggunakan ramuan, doa, atau ajian.

“Sehingga dapat disimpulkan bahwa jamu merupakan suatu praktik menjaga kesehatan yang bersifat holistik, dengan melibatkan body, mind, and spiritual sehingga bersifat preventif sekaligus kuratif,” ucapnya.

Secara empirik jamu telah menjadi bagian dari perjalanan masyarakat Indonesia untuk menjaga kesehatannya, dan yang terpenting saat ini adalah jamu merupakan solusi yang pas bagi dunia yang sedang sakit.

Herbal memberikan solusi terbaik dalam pencegahan dan pengatasan berbagai masalah kesehatan. Herbal dapat mengurangi efek samping toksisitas dari obat sintetik dan akan memaksimalkan efek terapeutiknya dengan efek penyembuhan yang paling efektif dan dinamis.

Seperti halnya Widya Herbal Indonesia terinspirasi dari kisah Abiyasa yang mengonsumsi “sekar sekethi” (sejuta bunga) dan juga mineral (amerta) sehingga mampu berumur panjang hingga 5 Generasi (5 G) dengan keahlian bertapa, tatanegara, dan pengobatan.

Widya Herbal turut berkontribusi menjaga warisan budaya nusantara dengan mengolaborasikan kekayaan hayati nusantara dengan advanced technology, sehingga dapat menciptakan produk berdaya guna tinggi dengan basis digitalisasi menuju kemerdekaan obat tradisional.

Produk Widya Herbal memiliki komposisi bahan alam multikomponen yang sinergis dengan focus longevity dan reverse ageing. Nama produk menggunakan bahasa Sansekerta dengan mantra penyembuhan. Formulasi dengan nanoteknologi yang dapat meningkatkan penyerapan dan distribusi obat hingga 60 sampai 80 persen sehingga efektif dan efisien.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Saksikan video pilihan berikut ini:

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya