Kisah Haru Anak Buruh Tani Sekolah Gratis di SMKN Jateng, Ingin Jadi Tentara untuk Sekolahkan Adik

Oleh Muhamad Husni Tamami pada 03 Jul 2022, 12:00 WIB
Diperbarui 03 Jul 2022, 12:00 WIB
Kisah Anak Buruh Tani di Jateng yang Akhirnya Bisa Sekolah
Perbesar
Siti Maslahah, seorang buruh tani yang akhirnya anaknya bisa sekolah. (Foto: YouTube/Ganjar Pranowo)

Liputan6.com, Semarang - Fahrur Rozi adalah seorang anak buruh tani yang tinggal di Desa Sidomukti, Bandungan, Kabupaten Semarang. Tahun ini ia lulus dari SMPN 1 Bandungan. 

Awalnya, Fahrur nyaris tak bisa melanjutkan pendidikan lantaran terkendala biaya. Ibunya, Siti Maslahah sehari-hari bekerja sebagai buruh tani serabutan yang penghasilannya tak menentu. Namun, sang ibu masih memiliki semangat dan tetap mendukung anaknya agar bisa mewujudkan mimpinya.

“Saya bekerjanya hanya menjadi buruh tani, untuk membiayai sekolah tinggi itu tidak bisa. Sehari paling hanya tiga puluh ribu. Kadang-kadang ada, kadang-kadang ya tidak ada,” cerita Maslahah dikutip dari YouTube Ganjar Pranowo, Sabtu (2/7/2022).

“Saya di rumah dengan Fahrur dan adiknya. Alhamdulillah putra saya itu memang mau sekolah, saya hanya mendukung saja. Kalau saya mau menyekolahkan, itu biayanya tidak ada,” tambahnya. 

Akhirnya keinginan orangtua melihat anaknya berseragam putih abu itu ada jalannya. Maslahah mendapat informasi bahwa ada salah satu sekolah milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang dikhususkan untuk siswa miskin. 

Sekolah itu bernama SMKN Jawa Tengah. Semua biaya pendidikan, asrama, hingga seragam digratiskan. Lulusannya pun diterima kerja di berbagai perusahaan.

“Alhamdulillah ada yang memberikan jalan, memberitahu sekolahan SMKN Jateng itu,” kata dia.

Kalau saja tidak ada yang memberi tahu ada sekolah gratis milik pemerintah, kemungkinan besar Fahrur tak melanjutkan pendidikannya. Kata Maslahah, Fahrur akan membuat susah orangtuanya.

“Saya sangat berterima kasih dengan Pak Gubernur sudah mengadakan sekolah SMK gratis, menjadikan anak saya bisa sekolah di situ. Saya hanya mendukung putra saya,” tuturnya. 

Maslahah berharap, selama anaknya pendidikan di SMKN Jateng semuanya diberikan kelancaran. Ia juga berharap, SMKN Jateng bisa menjadi jalan untuk mewujudkan cita-cita anaknya.

 

Saksikan Video Pilihan Ini:


Ingin Jadi Tentara dan Sekolahkan Adiknya

Fahrur Roji, Anak Buruh Tani yang Akhirnya Bisa Sekolah
Perbesar
Fahrur Roji kini diterima di SMKN Jateng. (Foto: YouTube/Ganjar Pranowo)

Sementara itu, Fahrur Rozi menceritakan prosesnya masuk ke SMKN Jateng.  Ia mendapat informasi sekolah gratis itu dari tetangga dan hasil berselancar di internet. 

“Ternyata benar, SMKN Jateng Semarang itu gratis. Saya gak ada hp, itu pendaftarannya online semuanya.  Nah saya pinjam semua hp-nya (ke tetangga) untuk pendaftaran dan (menyiapkan) berkas-berkas,” ceritanya.

Setelah melewati rangkaian seleksi, Fahrur dinyatakan diterima di SMKN Jateng. Ia mengaku senang bisa melanjutkan pendidikannya. Itu artinya, cita-citanya menjadi tentara tak jadi sirna.

“Saya lulusan tahun ini, saya mendaftar sekolah di SMKN Jateng Semarang karena kendala biaya. Saya hidup miskin hanya dengan  adik dan ibu. Saya ingin mendaftar di situ karena saya  ingin mencapai cita-cita saya menjadi tentara. Kalau sudah menjadi tentara, saya ingin menyekolahkan adik saya sampai setinggi mungkin,” pungkas Fahrur.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya