Menilik Tradisi Unik Mengarak Calon Jemaah Haji dengan Perahu di Kutai Kartanegara

Oleh Muhamad Husni Tamami pada 30 Jun 2022, 06:00 WIB
Diperbarui 30 Jun 2022, 06:00 WIB
Tradisi Mengarak Jemaah Haji dengan Perahu
Perbesar
Tradisi unik yang masih bertahan di Desa Jantur Baru adalah mengarak calon jemaah haji dengan perahu. (YouTube/Arian Channel)

Liputan6.com, Semarang - Berdasarkan Keputusan Menteri Agama (KMA) No 405 Tahun 2022 tentang Kuota Haji Indonesia tahun 1443 H/2022 M, total kuota jemaah haji yang diberangkatkan tahun ini sebanyak 100.051, terdiri dari 92.825 haji reguler dan 7.226 haji khusus.

Pemberangkatan haji di Indonesia dibagi menjadi delapan kloter yang berasal dari lima embarkasi. Dari sekian banyak daerah di Indonesia, ada satu desa di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur yang memiliki tradisi unik dan khas ketika memberangkatkan warganya yang jadi calon jemaah haji.

Desa tersebut adalah Jantur Baru yang berada di Kecamatan Muara Muntai. Mengutip YouTube Arian Channel, tradisi unik yang masih bertahan di desa tersebut adalah mengarak calon jemaah haji dengan perahu.

Tradisi arak-arakan perahu mengantarkan calon jemaah haji sudah dilakukan sejak puluhan tahun lalu di Jantur Baru. Kini tradisi tersebut menjadi suatu keharusan untuk dilakukan.

Melaksanakan tradisi tersebut diharapkan ada keberkahan dan warga lain mendapatkan panggilan menunaikan Rukun Islam kelima.

 

Saksikan Video Pilihan Ini:


Warga Ikut Mengiringi

Warga Mengarak Calon Jemaah Haji dengan Perahu di Jantur Baru.
Perbesar
Warga mengiringi calon jemaah haji dengan perahu di Desa Jantur Baru, Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. (YouTube/Arian Channel)

Sebelum diarak, warga berkumpul dan menggelar doa bersama di rumah calon jemaah haji. Acara tersebut disertai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, salah satunya adalah surat Yaasin.

Setelah itu, calon jemaah haji di Jantur Baru diarak dengan perahu menuju Kota Tenggarong. Calon jemaah haji beserta keluarganya menaiki perahu khusus yang telah disiapkan. Supaya ada sedikit pembeda, perahu calon jemaah haji diberi pernak-pernik cantik.

Warga lain yang juga menaiki perahu ikut mengiringi calon jemaah dengan riang gembira. Selama perjalanan menyusuri dengan perahu, lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an tetap dilantunkan. 

Setelah tiba di Kota Tenggarong, calon jemaah haji akan menaiki kapal yang lebih besar. Hingga akhirnya menuju Kota Makkah dan Madinah untuk menjalankan Rukun Islam kelima. 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya