Amalan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijah, Berikut Penjelasan Buya Yahya

Oleh Muhamad Husni Tamami pada 29 Jun 2022, 06:00 WIB
Diperbarui 29 Jun 2022, 06:00 WIB
Ibadah Haji
Perbesar
Umat muslim mengelilingi Kabah saat melakukan ibadah haji di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi (28/8). Umat Muslim dari berbagai negara setiap tahunnya melaksanakan ibadah haji pada tanggal 8-12 Dzulhijjah. (AP Photo / Khalil Hamra)

Liputan6.com, Semarang - Setelah melewati bulan Dzulqa’dah, kita akan berjumpa dengan bulan Dzulhijah. Dzulhijjah merupakan bulan terakhir dalam penanggalan kalender Hijriyah. Di bulan tersebut terdapat amalan-amalan yang dapat dilakukan, umat Islam jangan sampai melewatkannya.

Pengasuh LPD Al Bahjah, KH Yahya Zainul Ma’arif alias Buya Yahya menuturkan, dalam sebuah hadis disebutkan bahwa 10 hari pertama bulan Dzulhijjah adalah hari yang istimewa.

“Kalau seandainya di bulan Ramadan tidak ada lailatul qadar, maka 10 awal Dzulhijah bisa melebihi dari 10 akhir Ramadan,” katanya dikutip dari YouTube Al Bahjah TV, Selasa (28/6/2022).

“Karena ini mutlak. Nabi menyebutkan tidak ada hari-hari yang lebih bagus hari secara umum, 10 hari Ramadan itu adalah keutamaan malamnya, tapi kalau hari secara umum hari-hari terbagus adalah 10 awal Dzulhijah. Tidak boleh dikalahkan dengan yang lainnya. Jadi, 10 (hari) awal bulan Dzulhijjah sangat istimewa,” tuturnya. 

Buya Yahya melanjutkan, dalam riwayat lain seperti Imam Ahmad dan Imam Bukhari dianjurkan pada 10 hari pertama bulan Dzulhijah untuk memperbanyak takbir, tahlil, dan tasbih. Selain itu, bisa juga melakukan amalan salih lainnya di 10 hari awal bulan Dzulhijah seperti membaca Al-Qur’an dan lain sebagainya.

“Amal soleh jangan dibatasi. Bukan urusan puasa, baca Al-Qur'an juga seperti Anda menghidupkan malam-malam Ramadan,” ujarnya.

 

Saksikan Video Pilihan Ini:


Ibadah Haji hingga Puasa

Melihat Pergantian Kiswah Kakbah
Perbesar
Kiswah baru, atau kain hitam dipasangkan di situs paling suci Islam, Ka'bah di Mekah (29/7/2020). Kain ini biasanya diganti setiap tahun pada tanggal 9 Dzulhijjah, hari ketika jamaah haji berjalan ke Bukit Arafah pada musim Haji. (Saudi Media Ministry via AP)

Adapun amalan yang sudah jelas dilakukan di bulan Dzulhijah di antaranya menunaikan ibadah haji ke Baitullah. “Semoga Allah memudahkan kita untuk ibadah haji. Yang sudah haji, haji lagi, setelah banyak sedekah juga,” kata Buya Yahya.

Selain ibadah haji, amalan khusus lainnya antara lain salat hari raya Iduladha, menyembelih hewan kurban, hingga puasa arafah. Bagi yang puasa Arafah, Rasulullah SAW berdoa agar Allah SWT mengampuni dosa yang lalu dan yang akan datangnya.

Pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, dapat menyempurnakan amalan-amalannya dengan puasa dari tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah. 

“Anda boleh puasa di tanggal 1 karena disebutkan tidak ada hari yang baik beramal baik melebihi daripada 10 awal Dzulhijjah,” tandas Buya Yahya.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya