Update Banjir Bandang Bumiayu, Brebes : Terjang 5 Desa dan 297 Jiwa Mengungsi

Oleh Inung Budiarto pada 27 Feb 2022, 14:55 WIB
Diperbarui 27 Feb 2022, 14:55 WIB
Penyebab Terjadinya Banjir yang Paling Umum
Perbesar
Ilustrasi Penyebab Terjadinya Banjir Credit: pexels.com/Maxx

Liputan6.com, Bumiayu - Hujan deras mengguyur area Sirampog, Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jateng sejak dua hari terakhir. Hal itu menyebabkan banjir bandang yang mengakibatkan korban materiil, ratusan orang harus mengungsi dan puluhan rumah rusak.

Bencana banjir bandang menerjan lima desa, yakni Desa Jatisawit, Desa Negaradaha, Desa Penggarutan, Desa Kalierang dan Desa Dukuhturi. Menurut Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, akibat dari bencada tersebut, BPBD Kabupaten Brebes mencatat, saat ini ada 297 orang harus mengungsi, dan 75 rumah warga rusak

Menurut laporan visual yang diterima Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), aliran air banjir bandang bercampur lumpur mengalir cukup deras dengan volume besar menerjang beberapa lahan pertanian dan perkebunan hingga permukiman warga. Pascakejadian, beberapa netizen mengabarkan situasi tersebut.

Akun @QaillaAsyiqah mengunggah, "Innalillahi..Banjir lahar dingin, imbasnya sampai ke Desa Dawuan Sirampog Brebes, Jateng,". Begitu juga dengan akun @Hasan06108822, yang mengbarkan ada jembatan kali Keruh yang hampir hilang karena menjadi aliran banjir bandang

Hasil kaji cepat tim Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Brebes, peristiwa itu terjadi akibat dari dampak luapan Sungai Keruh, Sungai Erang, Sungai Pedes dan saluran irigasi lainnya. Sungai-sungai tersebut mengalami peningkatan debet air setelah sebelumnya hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut.

 


Bergerak Cepat

Banjir
Perbesar
Ilustrasi Foto Banjir (iStockphoto)​

Tim BPBD Kabupaten Brebes bersama unsur terkait lainnya seperti TNI, Polri, PU UPTD Bumiayu, PLN Bumiayu, relawan dan masyarakat bergotong-royong melakukan upaya percepatan penanganan banjir bandang. Mereka bersama-sama melakukan asesmen, evakuasi masyarakat hingga pembersihan material yang menutup jalan penghubung Dukuh Warni dan Dukuh Paingan, Desa Dawuhan.

Sementara itu, Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan informasi peringatan dini cuaca yang menyebut bahwa wilayah Kabupaten Brebes masih berpotensi hujan sedang hingga lebat dan dapat disertai petir hingga Selasa (1/3). BNPB mengimbau kepada pemda dan masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi adanya potensi bencana hidrometeorologi.

Beberapa langkah bisa menjadi acuan mitigasi dan pencegahan, seperti pemantauan dan pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) sampai pembersihan sampah maupun material lain yang dapat menyumbat aliran air. Selain itu ada juga kegiatan monitoring kondisi tanggul, jalan dan jembatan hingga pemantauan debit air saat terjadi hujan lebat.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya