Perjalanan Wedang Ronde, Minuman Jawa, Belanda, atau China?

Oleh Liputan6.com pada 26 Jan 2022, 21:00 WIB
Diperbarui 26 Jan 2022, 21:00 WIB
wedang ronde
Perbesar
Ilustrasi/copyright shutterstock.com/Ariyani Tedjo

Liputan6.com, Salatiga- Wedang ronde merupakan salah satu minuman rempah yang dapat dengan mudah ditemukan di Jawa Tengah dan Yogyakarta.  Dikutip dari berbagai sumber, wedang ronde pertama kali mulai populer di daerah Jawa tengah seperti di kota Solo dan Salatiga.

Sebutan wedang ronde berasal dari bahasa Jawa. Wedang berarti minuman dan ronde berarti adonan bulat yang biasa dibuat dari tepung ketan. Sebenarnya adonan ronde tidak selalu dibuat dengan tepung ketan. Ada banyak daerah yang menggunakan tepung beras.

Ada pula sumber yang menyebutkan asal nama wedang ronde berasal dari Bahasa Belanda rond yang berarti bulat. Kemudian menjadi rondje dalam penggunaannya.

Bagi orang Belanda di Indonesia, sebutan rondje lebih mudah diucapkan daripada tangyuan. Namun, kata ini masih tidak mudah bagi lidah orang pribumi, akhirnya lama-lama berubah menjadi ronde.

Meskipun dikenal di daerah Jawa Tengah, tetapi asal wedang ronde ini tidak benar-benar dari daerah ini. Wedang ronde merupakan salah satu bentuk akulturasi budaya di Indonesia.

Minuman hangat tradisional ini berasal dari dataran Tiongkok dengan sebutan Dongzhi atau Tangyuan. Berbeda dengan wedang ronde, kuah Tangyuan ini manis dan hangat saja.

Pada zaman dahulu ketika Indonesia belum terbentuk dan wilayah-wilayah masih disebut Nusantara, banyak pedagang yang datang ke Indonesia. Sebagian pedagang memperkenalkan minuman hangat ini.

Masyarakat Nusantara mulai berinovasi membuat minuman tradisional dari bahan khas masyarakat Jawa yaitu, jahe. Kuah wedang ronde pun sangat dikenal dengan rasa manis gula jawa dan rasa hangat dari jahe.

(Tifani)

Saksikan video pilihan berikut ini:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya