Kronologi Pasien Terkonfirmasi Omicron di Cilacap Jateng

Oleh Liputan6.com pada 22 Jan 2022, 02:00 WIB
Diperbarui 22 Jan 2022, 02:00 WIB
Infografis 5 Cara Lindungi Diri dan Cegah Penyebaran Covid-19 Varian Omicron. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis 5 Cara Lindungi Diri dan Cegah Penyebaran Covid-19 Varian Omicron. (Liputan6.com/Trieyasni)

Liputan6.com, Cilacap - Sebanyak sembilan pasien terkonfirmasi terpapar varian Omicron di Jawa Tengah. Dari jumlah itu, satu di antaranya berasal dari Cilacap.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, Pramesti Griana Dewi menyebut ada satu orang yang terpapar Covid-19 varian Omicron pada awal Januari 2022 lalu.

Namun, pasien ini dia sebut hanya melintas di Cilacap dan sudah tidak berada di Cilacap. Pasien tersebut tanpa gejala sehingga hanya menjalani isolasi mandiri dan langsung dibawa keluarganya ke Yogyakarta.

Orang yang terpapar Omicron ini juga bukan merupakan warga Cilacap dan hanya singgah di Cilacap. Namun, dia sempat memeriksakan diri ke rumah sakit.

“1 pasien. Saat itu hanya melintas saja di Cilacap dan langsung ke Jogja, isoman di Jogja,” kata Pramesti, melalui aplikasi pesan, Jumat malam (21/1/2022).

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

 

Saksikan Video Pilihan Ini:


Ketaatan Prokes

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol M Iqbal Alqudusy mengatakan ada sembilan kasus varian Omicron di Jawa Tengah. Hasil itu diperoleh setelah sembilan orang yang diduga terjangkit Covid-19 menjalani tes laboratorium. Dia menjelaskan, saat ini penyelidikan epidemiologi tengah dilakukan.

"Dari hasil uji whole genome sequencing (WGS), ditemukan sembilan orang tersebut positif Omicron," kata Iqbal, dalam keterangan tertulisnya.

Adapun asal sampel uji WGS, berasal dari Kota Semarang, Cilacap, Pekalongan dan Sukoharjo. Sebaran yang cukup luas ini, dia mengimbau agar masyarakat tingkatkan kedisiplinan protokol kesehatan (prokes).

"Untuk itu diimbau masyarakat untuk taat prokes. Kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan harus dibatasi,” ujarnya.

Dia juga menerangkan varian Omicron sangat menular, bahkan 10 kali lebih cepat dibanding Covid varian Delta. "Kesadaran masyarakat untuk taat prokes adalah yang utama. Tetap gunakan masker, membatasi mobilitasnya dan selalu cuci tangan," jelasnya.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya