Riwayat Perjalanan Warga Sukoharjo Jateng Sebelum Terpapar Varian Omicron

Oleh Liputan6.com pada 22 Jan 2022, 11:00 WIB
Diperbarui 22 Jan 2022, 11:00 WIB
Ilustrasi gambar SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan Corona COVID-19, diisolasi dari seorang pasien di AS. Diperoleh 27 Februari 2020 milik National Institutes of Health yang diambil dengan mikroskop elektron transmisi.(AFP/National Institutes Of Health)
Perbesar
Ilustrasi gambar SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan Corona COVID-19, diisolasi dari seorang pasien di AS. Diperoleh 27 Februari 2020 milik National Institutes of Health yang diambil dengan mikroskop elektron transmisi.(AFP/National Institutes Of Health)

Liputan6.com, Sukoharjo - Dinas Kesehatan menyatakan varian terbaru COVID-19, yakni Omicron sempat masuk ke kawasan Soloraya, tepatnya di Kabupaten Sukoharjo pada akhir tahun 2021.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo Yunia Wahdiyati di Solo, Jumat mengatakan seorang warga Kabupaten Sukoharjo diketahui sempat terpapar Omicron menyusul keluarnya hasil Whole Genome Sequencing (WGS) belum lama ini.

Meski demikian, menurut dia, saat ini pasien tersebut sudah dinyatakan sembuh.

"Ini kasus lampau (Desember 2021) namun hasil WGS-nya baru jadi hari ini. Artinya pasien tersebut saat ini sudah sembuh," katanya.

Terkait munculnya kasus varian Omicron tersebut pihaknya sudah langsung melakukan penelusuran kontak di lingkungan terdekat.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pelacakan Kontak

Ia mengatakan ada dua orang dari anggota keluarga inti yang dites usap namun hasilnya negatif semuanya.

Sementara itu, mengenai riwayat perjalanan pasien terkonfirmasi positif Omicron tersebut, ia enggan banyak menjelaskan. Meski demikian, yang bersangkutan dipastikan memiliki riwayat melakukan perjalanan dari daerah terkonfirmasi Omicron.

Terkait dengan kasus positif COVID-19 di Kabupaten Sukoharjo, dikatakannya, akan dilakukan penelusuran riwayat perjalanan terakhir yang dilakukan oleh orang tersebut.

Menurut dia, jika riwayat perjalanan dari wilayah berisiko maka akan dilakukan pemeriksaan untuk mengenai CT Value pasien. Ia mengatakan jika CT Value kurang dari 30 maka dilanjutkan dengan mengirimkan sampel WGS.

"Kalau sejauh ini di Sukoharjo baru satu kasus Omicron yang kami temukan," demikian Yunia Wahdiyati.

Sebagian Besar Kasus Omicron di Indonesia Ditemukan Tak Bergejala
Perbesar
Kemenkes ungkap 68 kasus positif Omicron di Indonesia, sebagian besar tak bergejala. (pexels/anna shvets).
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya