Melacak Jejak Macan di Hutan Windunegara Banyumas

Oleh Muhamad Ridlo pada 08 Jan 2022, 05:30 WIB
Diperbarui 08 Jan 2022, 05:30 WIB
Tagana Banyumas dan kepolisian beserta sejumlah pihak lainnya melacak jejak macan dan mencari keberadaannya di hutan sekitar Windunegara, Wangon. (Foto: Liputan6.com/Tagana Banyumas)
Perbesar
Tagana Banyumas dan kepolisian beserta sejumlah pihak lainnya melacak jejak macan dan mencari keberadaannya di hutan sekitar Windunegara, Wangon. (Foto: Liputan6.com/Tagana Banyumas)

Liputan6.com, Banyumas - Kabar penampakan macan di Windunegara, Wangon Banyumas, bikin heboh sekaligus khawatir. Pasalnya, lokasi penampakan hewan buas itu masih berada di kawasan yang kerap didatangi warga.

Sebagian mereka mencari rumput, lainnya kayu bakar. Ada pula yang memiliki ladang di sekitar lokasi penangkapan macan tersebut.

Merespons ini, Taruna Tanggap Bencana (Tagana) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah bersama kepolisian dan sejumlah pihak lainnya melakukan pelacakan jejak macan yang dilaporkan muncul di area hutan dan kebun sekitar Windunegara, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (5/1/2021).

Sebelumnya, Tagana Kabupaten Banyumas dihubungi oleh Pos Damkar Wangon untuk bersama-sama melakukan pengecekan ke lokasi bersama dengan Polsek Wangon, Babinsa Desa Windunegara, Kasi Tramtib Kecamatan Wangon, perangkat Desa Windunegara dan Pramuka Peduli Kwarcab Banyumas.

Kata dia, berdasar laporan warga, satwa besar diduga macan itu menampakkan diri pada Selasa (4/1). Selain penampakan, warga juga takut karena aumannya.

“Secara geografis, lokasi penampakan itu berada di lembah di belakang permukiman berjarak lebih kurang 200 meter. Di lokasi, tim juga ditemukan jejak diduga macan di area yang berdekatan dengan lokasi penampakan tersebut,” kata Koordinator Tagana Kabupaten Banyumas, Heriana Ady Chandra menjelaskan, melalui keterangan tertulis, dikutip Jumat (7/1/2021).

Kemudian tim melakukan pelacakan jejak ke arah bukit sebelah utara dan melingkar mengitari bukit. Sebagian lainnya menyusuri selokan di lereng bukit.

Tim sudah melacak sejauh tiga kilometer dari titik awal warga melihat macan tersebut. Pada saat pelacakan, tim hanya menemukan jejak babi hutan di lereng perbukitan khususnya di bagian semak, pohon salak dan beberapa pohon lain.

“Hampir dua jam, tim melakukan pelacakan namun tidak ada tanda-tanda keberadaan macan tersebut,” ujarnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:


Macan Sempat Dilempar Batu

Tagana Banyumas dan kepolisian beserta sejumlah pihak lainnya melacak jejak macan dan mencari keberadaannya di hutan sekitar Windunegara, Wangon. (Foto: Liputan6.com/Tagana Banyumas)
Perbesar
Tagana Banyumas dan kepolisian beserta sejumlah pihak lainnya melacak jejak macan dan mencari keberadaannya di hutan sekitar Windunegara, Wangon. (Foto: Liputan6.com/Tagana Banyumas)

Kapolsek Wangon menyampaikan sekecil apapun laporan warga harus ditindaklanjuti sebagai bagian dari langkah memberikan keamanan kepada masyarakat. Perangkat Desa Windunegara juga akan melaporkan kembali, manakala ada perkembangan Lanjut.

“Tindaklanjut pelacakan jejal macan akan dilaporkan lanjut ke BKSDA Cilacap,” ucap Heriana.

Sebelumnya, laporan penampakan macan di wilayah hutan sekitar Windunegara, Kecamatan Wangon, membuat heboh warga Banyumas, Jawa Tengah. Terlebih penampakan macan itu kemudian viral di media sosial, Rabu (5/1).

Penampakan macan ini juga dibuktikan dengan ditemukannya jejak kucing besar tersebut. Namun, perihal jenisnya, belum ada keterangan lebih lanjut.

Informasi yang dihimpun Taruna Tanggap Bencana (Tagana) Kabupaten Banyumas, munculnya macan itu terjadi pada Selasa sore (4/1). Saat itu, Tiwan (41 th), warga Grumbul Petek, RT 02 RW 06, Desa Windunegara,Kecamatan Wangon, Banyumas, sedang mencari rumput.

Sekitar pukul 15.00 WIB, dia dikejutkan oleh penampakan seekor hewan warna hitam kecoklatan sebesar kambing, dengan jarak 30 meter dari ia mencari rumput. Tiwan kemudian melempar hewan tersebut dengan batu dan ranting. Benar saja hewan yang dilempar batu tersebut mengaum seperti suara macan.

Karena dilempari batu, macan tersebut kemudian berlari ke arah perbukitan ke sebelah barat. Tiwan merasa ketakutan lantas bergegas naik ke pemukiman warga dan menceritakan kejadian tersebut ke masyarakat sekitar dan melaporkannya ke perangkat Desa Windunegara.

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya