Maulid Nabi: Kenapa Hari Kelahiran Rasulullah yang Diperingati Bukan Wafatnya?

Oleh Liputan6.com pada 07 Okt 2022, 16:30 WIB
Diperbarui 07 Okt 2022, 16:30 WIB
Bangunan tua sumur Zamzam berada di tengah Mataf, Ka'bah. (Sumber foto: Arabiya.net)
Perbesar
Bangunan tua sumur Zamzam berada di tengah Mataf, Ka'bah. (Sumber foto: Arabiya.net)

Liputan6.com, Jakarta Bulan Rabiul Awal adalah bulan yang spesial bagi umat Islam. Sebab, pada bulan tersebut, lahir manusia termulia, Nabi Muhammad SAW dan disebut Maulid Nabi.

Nabi Muhammad SAW lahir pada tanggal 12 Rabiul Awal tahun gajah, atau 570 Masehi. Tiap tahun, masyarakat menggelar peringatan Maulid Nabi dengan berbagai acara yang meriah.

Peringatan Maulid Nabi ini mendasari salah satu hadis, “Engkau bersama orang-orang yang engkau cintai,” (HR Al-Bukhari, Muslim, dan yang lain). Dalam hadis ini disebut setiap hamba akan dikumpulkan bersama orang-orang yang dicintainya, seperti disampaikan langsung Rasulullah SAW.

Di Indonesia sendiri, muncul beragam tradisi merayakan hari kelahiran Nabi. Nuansa tradisional dipadukan dengan nuansa Islami membuat tradisi yang berkembang itu menjadi ciri khas sebuah daerah.

Semuanya berharap akan menjadi umat Nabi Muhammad dan termasuk golongannya sehingga mendapatkan syafaatnya di yaumul qiyamah atau hari akhir.

Mungkin akan ada satu pertanyaan, kenapa hari kelahiran Nabi Muhammad SAW diperingati sedangkan wafatnya tidak? Sementara, di Nusantara, ulama diperingati wafatnya, dan lazim disebut haul.

 

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

Saksikan Video Pilihan Ini:


Alasan Hari Lahir Nabi Diperingati

Ilustrasi maulid nabi Muhammad saw.
Perbesar
Ilustrasi maulid nabi Muhammad saw. (Photo Copyright by Freepik)

Mengutip NU Online, jawabannya sangat sederhana. Pertama, tentu Rasulullah saw berbeda dengan para ulama, apalagi orang lain. Tidaklah mungkin membandingkan Rasulullah SAW dengan para ulama.

Kedua, ulama atau pahlawan dikenang pada hari wafatnya setelah terlihat jasa dan perjuangannya semasa hidupnya. Sementara Rasulullah SAW sebelum kelahirannya pun, sudah membawa banyak keberkahan bagi seluruh alam.

Sejak Nabi Adam diciptakan, nama Nabi Muhammad telah tertulis di pintu surga. Kemunculannya telah dikabarkan Taurat dan Injil. Tak ayal, tanggal 12 Rabi’ul Awal menjadi waktu yang paling dinanti oleh seluruh penduduk langit dan bumi untuk memberikan penghormatan dan ungkapan kebahagiaan atas kelahiran makhluk terbaik yang Allah SWT ciptakan.

Tim Rembulan

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya