Usulan Penting Sekum Muhammadiyah Usai Tragedi Kanjuruhan Malang

Oleh Liputan6.com pada 05 Okt 2022, 06:30 WIB
Diperbarui 05 Okt 2022, 06:30 WIB
Foto: Tangisan Pemain dan Ofisial Tim Arema FC Pecah Ketika Menginjakkan Kaki di Stadion Kanjuruhan
Perbesar
Mereka juga berdoa usai melakukan tabur bunga di Tugu Singa Stadion Kanjuruhan. (AFP/Juni Kriswanto)

Liputan6.com, Jakarta - Tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, seusai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya menelan seratusan lebih korban jiwa. Polisi menyebut, angka termutkahir adalah 125 orang.

Selain itu, tragedi Kanjuruhan ini menyebabkan lebih dari 300 orang lainnya luka-luka, mulai dari sedang hingga berat.

Terkait itu, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti meminta supaya Liga 1 dihentikan. Namun demikian, jika terpaksa harus digelar maka harus ada peraturan baru perihal keberadaan penonton atau suporter, selain itu juga ini berdekatan dengan tahun politik 2024. Abdul Mu’ti juga menyampaikan duka mendalam atas tragedi ini.

“Duka cita yang sangat mendalam atas tragedi sepakbola di Stadion Kanjuruhan Malang kemarin itu” Ungkap Mu’ti, dikutip dari laman muhammadiyah.or.id, Selasa (4/10/22).

Akibat ini, induk sepakbola Indonesia atau PSSI terancam sanksi dari FIFA. Tragedi yang menelan 100 jiwa lebih ini menurut Mu’ti harus menjadi evaluasi bagi PSSI dan semua pihak terkait yang melaksanakan Liga 1, serta manajemen sepakbola nasional.

“Tragedi Kanjuruhan ini harus menjadi evaluasi bagi PSSI dan semua pihak terkait dengan pelaksanaan Liga 1 dan manajemen sepak bola nasional,” kata Abdul Mu'ti.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

Saksikan Video Pilihan Ini:


Salat Gaib untuk Korban Stadion Kanjuruhan

Jelang Pilkada Serentak PP Muhammadiyah Keluarkan Pernyataan-Jakarta- Helmi Fithriansyah-20170213
Perbesar
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti (kanan) membacakan pernyataan sikap PP Muhammadiyah terhadap Pilkada Serentak 15 Februari di Jakarta, Senin (13/2). Ada tujuh butir pernyataan sikap PP Muhammadiyah. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Menurut Mu’ti, kalaupun Liga 1 akan tetap dilanjutkan maka perlu dibuat kebijakan baru. Hal ini misalnya digelar tanpa penonton. Atau, dilanjutkan dengan penonton dibatasi. Dengan itu, diharapkan tidak terjadi kerusuhan akibat insiden dari berkumpulnya banyak orang.

“Permintaan kami agar Liga 1 dihentikan karena alasan keamanan dan mendekati tahun politik tersebut. Sangat riskan bila terjadi kerusuhan di saat-saat sekarang ini akibat insiden dari berkumpulnya banyak orang,” tegas Mu’ti.Tragedi ini menimbulkan banyak simpati dari elemen masyarakat. Termasuk Keluarga Besar Muhammadiyah Surabaya yang menjalankan salat gaib untuk seluruh korban. Sebagaimana yang disampaikan Sekretaris PDM Surabaya, Muhammad Arifin.

Dalam kesempatan yang berbeda, Arifin menjelaskan bahwa Keluarga Besar Muhammadiyah Kota Surabaya menyampaikan duka cita atas tragedi itu. Untuk itu pihaknya melakukan salat gaib untuk korban. Salat gaib dilaksanakan di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah yang ada di Kota Surabaya, termasuk di masjid, panti asuhan, dan sekolah.

“Ini tragedi besar dunia. Mohon para pihak untuk mengusut tuntas. Harus ada yang bertanggung jawab, dalam hal ini penyelenggara, aparat, dan seluruh stakeholder (pemangku kepentingan) sepak bola,” kata dia.

Tim Rembulan

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya