Metamorfosa Abu Bakar Baasyir, Sosok 'Radikal' yang Kini Makin Teduh

Oleh Liputan6.com pada 17 Sep 2022, 03:30 WIB
Diperbarui 17 Sep 2022, 03:30 WIB
Abu Bakar Baasyir
Perbesar
Terpidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir melambaikan tangan kepada media setelah sidang di Jakarta, (25/05/2011). (AFP Photo/Adek Berry)

Liputan6.com, Solo - Sosok Abu Bakar Baasyir kerap dikaitkan dengan radikalisme dan aksi terorisme. Pada masa lalu, dia menjadi 'role model' bagi pendakwah 'garis keras' yang berani dan lantang.

Namun, pada masa tuanya, Abu Bakar Baasyir berubah. Kini, sosok pendiri Ponpes Al Mukmin Ngruki, Solo, ini lebih teduh.

Abu Bakar jarang tampil di media, berkebalikan dengan masa 10 atau 15 tahun lampau. Jikapun muncul di media, maka seolah kita melihat sosok yang telah bermetamorfosa, nyaris berubah sama sekali.

Perubahan paling signifikan tampak ketika Abu Bakar Baasyir 'mondok' di Lapas Gunung Sindur, Bogor. Dia jarang muncul, bahkan hingga pembebasan murninya, 2021.

Misalnya, ketika ada upacara HUT RI 17 Agustus 2022 lalu. Baasyir tampak hadir dan mengikuti upacara ini. Sesuatu yang sulit ditemui pada masa lalu.

Beberapa waktu lalu, Baasyir juga menerima kunjungan pimpinan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan di Ponpes Al Mukmin Ngruki. Dia juga berharap silaturahmi ini bisa memperkuat ukhuwah antara BNPT dan Ponpes Al Mukmin.

Abu Bakar juga menyampaikan terkait menjalankan kewajiban sebagai seorang muslim dengan memperkuat ukhuwah, tauhid dan menegakkan kebenaran dalam agama melalui amalan yang paling mulia yaitu jihad.

"Mudah-mudahan pertemuan ini meningkatkan ukhuwah dengan BNPT. Saudara sekalian, amalan yang paling mulia nilainya sejatinya adalah jihad, jihad tidak mesti perang. Kita membela Islam dengan dakwah itu namanya jihad, maka jangan sampai merugikan hidup kita ini. Islam ini adalah nikmat yang paling besar dari Allah SWT maka jangan kita sia siakan,” ujar Abu Bakar Baasyir dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, dikutip Antara.

Menjalin silaturahmi menjadi bagian dari upaya BNPT untuk menjalin sinergi dengan para alim ulama dan lembaga pendidikan. Hal ini sebagai salah satu fondasi untuk membangun pencegahan penyebaran intoleransi dan radikalisme.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

Saksikan Video Pilihan Ini:


Ponpes Al Mukmin Ngruki: Pendidikan dan Dakwah

Abu Bakar Baasyir saat menghadiri sidang PK di PN Cilacap, Januari 2016. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)
Perbesar
Abu Bakar Baasyir saat menghadiri sidang PK di PN Cilacap, Januari 2016. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Deputi I BNPT Mayjen TNI Nisan Setiadi SE melakukan kunjungan silaturahmi ke Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Mukmin Ngruki, Surakarta, Jawa Tengah pada (Rabu (14/9/2022).

Silaturahmi Deputi I beserta jajaran ini disambut hangat oleh pendiri Ponpes Al Mukmin, Ustaz Abu Bakar Baasyir, Ketua Yayasan Ustaz Drs. KH. Farid Ma,ruf, Pimpinan Ponpes Ustaz Yahya Abdurahman serta jajaran.

"Saya berharap Ponpes dapat menjadi tempat pendidikan bagi generasi muda untuk melakukan upaya peningkatan dan keseimbangan antara nilai-nilai keagamaan," ujar Mayjen TNI Nisan Setiadi.

Dia menjelaskan eksistensi dan peran dari Ponpes Al-Mukmin yang telah berdiri sejak tahun 1972 diakuinya sebagai hal yang luar biasa. Terlebih sebanyak 1500 santri dan anak asuh yang saat ini menimba ilmu di Ponpes Al-Mukmin sangat heterogen dan beragam yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

"Insyaallah ini bukan pertemuan kami yang pertama dan terakhir. Silaturahmi ini harus terus tersambung dan insyaallah membawa manfaat bagi kita semua. Dan ternyata di Ponpes Al- Mukmin bukan hanya berasal satu golongan saja, tapi berbagai golongan, karena perbedaan itu adalah sunatullah, Bhinneka Tunggal Ika ada disini,” ujar alumni Akmil tahun 1988 ini.

Perwira tinggi yang pernah menjabat sebagai Kabinda Provinsi Sulawesi Selatan dan Gorontalo ini juga berharap setelah kunjungan hari ini, hubungan antara BNPT dan Ponpes Al-Mukmin bisa menjadi lebih baik dan lebih dekat lagi, serta menghilangkan stigma dan hal negatif yang selama ini kerap melekat di ponpes ini.

"Setelah tadi diterima dengan baik oleh Ustaz Abu Bakar Baasyir, dan jajarannya, saya bisa mendengarkan dan melihat langsung hal-hal terkait dengan Ngruki, intinya Ponpes Al-Mukmin benar-benar berfokus pada Pendidikan dan dakwah,” jelas mantan Komandan Pusat Kesenjataan Artileri Pertahanan Udara (Danpussenarhanud) Kodiklatad ini.

Tim Rembulan

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya