Jejak Kisah Nahdlatul Wathan Perjuangkan Pendidikan dan Kemerdekaan di NTB

Oleh Liputan6.com pada 15 Agu 2022, 04:30 WIB
Diperbarui 15 Agu 2022, 04:30 WIB
Pahlawan Nasional
Perbesar
Pengibaran bendera di menara Masjid Hubbul Wathan Islamic Center, Mataram, NTB, menyambut pemberian gelar Pahlawan Nasional untuk pendiri Nahdlatul Wathan, Maulana Syekh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. (Liputan6.com/Hans Bahanan)

Liputan6.com, Mataram - Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta masyarakat melanjutkan kiprah ulama besar asal Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Kiai Haji (TGKH) Muhammad Zainuddin Abdul Madjid dalam perkembangan dakwah Islam, pendidikan, dan nasionalisme.

"Patut kiranya kita meneladani dan bertekad untuk melanjutkan kiprah dan peran beliau yang demikian besar tersebut," kata Wapres pada acara pengajian Perayaan Ulang Tahun ke-57 Ma'had Darul Qur'an wal Hadits Al-Majidiyyah Asy-Syafi'iyah Nahdlatul Wathan (MDQH NW), yang disampaikan secara daring dari Jakarta, Minggu.

Muhammad Zainuddin Abdul Madjid merupakan ulama besar yang memiliki peran penting dalam perkembangan dakwah Islam, pendidikan, dan nasionalisme, terutama di Nusa Tenggara Barat.

Muhammad Zainuddin Abdul Madjid juga pendiri Nahdlatul Wathan, yang kini berkembang sebagai ormas Islam terbesar di NTB, pelopor pendidikan dan pengajaran agama Islam berbasis madrasah di NTB.

Dia juga pejuang yang gigih melawan kolonialisme, serta tokoh yang senantiasa memperjuangkan kesejahteraan umat hingga dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.

Diketahui, Muhammad Zainuddin Abdul Madjid juga dikenal sebagai Tuan Guru Pancor. Cucunya, Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi, selain tokoh agama, juga Gubernur NTB.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Saksikan Video Pilihan Ini:


Kesenjangan Ekonomi dan Pemberdayaan Umat

Pahlawan Nasional
Perbesar
Zikir dan salawat digelar di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center, Mataram, NTB, menyambut pemberian gelar Pahlawan Nasional untuk pendiri Nahdlatul Wathan, Maulana Syekh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. (Liputan6.com/Hans Bahanan)

Menurut Ma'ruf, MDQH NW menjadi gambaran nyata atas kiprah kebangsaan dan kemasyarakatan dari sosok Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. MDQH NW tidak hanya sebagai tempat untuk mencetak ahli agama, melainkan juga untuk mendidik para penggerak masyarakat sekaligus menggembleng para pejuang yang gigih membela Tanah Air.

"Semua kiprah kebangsaan dan kemasyarakatan yang beliau lakukan tersebut berakar dari pemahaman yang mendalam terhadap ajaran agama. Hal itu tergambar dalam profil ma’had yang beliau dirikan ini," ujarnya.

Dia juga menyampaikan tantangan kebangsaan dan kemasyarakatan yang dihadapi MDQH NW saat ini bukan lagi dalam konteks mengusir penjajahan, melainkan dalam memerangi kemiskinan dan kesenjangan sosial melalui pemberdayaan ekonomi umat.

Oleh karena itu, Wapres mendorong MDQH NW terus melakukan pemberdayaan masyarakat, khususnya di bidang ekonomi.

Menutup sambutannya, Wapres berharap milad ke-57 MDQH NW dapat menggelorakan semangat perjuangan TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid dalam membangun bangsa dan masyarakat.

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya