Kisah Nabi Ayyub Sembuh dari Penyakit di Bulan Muharram, Ini Doa yang Dipanjatkan

Oleh Liputan6.com pada 10 Agu 2022, 14:30 WIB
Diperbarui 10 Agu 2022, 14:42 WIB
Kisah Kesembuhan Nabi Ayyub AS
Perbesar
Kisah Kesembuhan Nabi Ayyub AS

Liputan6.com, Jakarta - Nabi Ayyub AS adalah salah satu nabi yang kisah hidupnya diceritakan dalam Al-Qur'an. Kesabaran dan kesalehannya menjadi inspirasi, terutama untuk orang sakit atau tengah tertimpa musibah.

Nabi Ayyub terkenal karena kesalehan dan kesabarannya. Riwayat kehidupannya menjadi penghibur, pelipur, dan pembakar semangat orang-orang yang sedang ditimpa ujian.

Kisahnya juga menjadi inspirasi agar orang senantiasa doa sembuh penyakit kepada Allah SWT. Berbagai riwayat menyebutkan bahwa Nabi Ayyub pada akhirnya sembuh dari penyakitnya pada bulan Muharram.

Semula, Nabi Ayyub AS seorang yang sehat walafiat dan kaya raya. Kemudian Allah menurunkan ujian penyakit serta kefakiran kepadanya serta keluarganya.

Nabi Ayyub yang memiliki keluarga dan banyak keturunan diambil, kecuali istri dan dua orang saudaranya. Meski dijuji dengan penyakit dan kesusahan hingga bertahun-tahun, Nabi Ayyub AS tetap bersabar, tetap tegar, tak pernah mengeluh, tak pernah resah dan gelisah, apalagi gundah dan marah.

Allah kemudian kembali memberikan jalan kesembuhan atas penyakit yang dideritanya, mengembalikan semua harta dan anak-anaknya, dan mengembalikan kejayaannya. Disebut, Nabi Ayyub sakit selama 18 tahun. Tentu itu bukan waktu yang pendek.

Salah satu hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Anas ibn Malik, sebagaimana disebutkan Abu Ya‘la dan Abu Nu‘aim, mengisahkan:

إِنَّ نَبِيَّ اللهِ أَيُّوبَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَبِثَ فِي بَلائِهِ ثَمَانِيَ عَشْرَةَ سَنَةً فَرَفَضَهُ الْقَرِيبُ وَالْبَعِيدُ إلاَّ رَجُلَيْنِ مِنْ إِخْوَانِهِ كَانَا مِنْ أَخَصِّ إِخْوَانِهِ كَانَا يَغْدُوَانِ إِلَيْهِ وَيَرُوحَانِ

Artinya, “Sesungguhnya Nabiyullah Ayub ‘alaihissalam berada dalam ujiannya selama delapan belas tahun. Baik keluarga dekat maupun keluarga jauh menolaknya kecuali dua orang laki-laki dari saudara-saudaranya. Kedua saudara itulah yang selalu memberinya makan dan menemuinya.”.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Saksikan Video Pilihan Ini:


Doa Nabi Ayyub Meminta Kesembuhan

Berbagai kisah menceritakan kesulitan yang dialami Nabi Ayyub AS dan keluarganya. Bila hendak buang hajat, Nabi Ayub selalu dituntun sang istri karena badannya yang terlalu lemah. Setelahnya, sang istri kembali menuntun dan menempatkannya ke tempat semula.

Saudara dekat dan jauh serta masyarakat menjauhi Nabi Ayyub karena penyakitnya yang menjijikkan. Mereka sekaligus khawatir tertular.

Kesabaran Nabi Ayyub itu akhirnya berbuah manis. Setelah 18 tahun tertimpa musibah yang berkesudahan, Allah mengangkat penyakit dan mengembalikan kekayaannya. Allah juga mengembalikan keturunan Nabi Ayyub AS.

Allah menurunkan wahyu untuk menghentakkan kakinya yang lemah ke tanah. Tiba-tiba dari tempat kakinya, muncullah sumur air. Kemudian, Allah memerintahnya mandi dan meminum air tersebut. Kisah kesembuhannya itu dilansir dalam Al-Quran, Dan ingatlah kepada hamba Kami Ayyub ketika menyeru Tuhan-nya,

Sesungguhnya aku diganggu setan dengan kepayahan dan siksaan.” (Allah berfirman), “Hantamkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan minum.” Dan Kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali) keluarganya dan (Kami tambahkan) kepada mereka sebanyak mereka pula sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai pikiran, (Q.S. Shâd [38]: 41-43).

Kemudian, dalam surah QS Al-Anbiya’ 83-84, Nabi Ayyub memohon kesembuhan dari Allah SWT.

وَاَيُّوْبَ اِذْ نَادٰى رَبَّهٗٓ اَنِّيْ مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَاَنْتَ اَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ ۚ

Artinya: Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, “(Ya Tuhanku), sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang.”

فَاسْتَجَبْنَا لَهٗ فَكَشَفْنَا مَا بِهٖ مِنْ ضُرٍّ وَّاٰتَيْنٰهُ اَهْلَهٗ وَمِثْلَهُمْ مَّعَهُمْ رَحْمَةً مِّنْ عِنْدِنَا وَذِكْرٰى لِلْعٰبِدِيْنَ ۚ

Artinya: Maka Kami kabulkan (doa)nya, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan (Kami lipat gandakan jumlah mereka) sebagai suatu rahmat dari Kami, dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Kami.

Praktik doa yang dibanyak digunakan yakni:

أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

Artinya: Ya Tuhanku, sesungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang. (QS Al-Anbiya’ 83).


Kesembuhan Nabi Ayyub

Saat itu pula berbagai penyakit yang meletak di tubuhnya hilang. Kehidupan dan kesembuhannya kembali kepadanya. Kesehatan dan keselamatannya datang seperti sedia kala.

Kali ini Nabi Ayub ditemui istrinya dalam keadaan sehat walafiat. Seakan-akan beliau tak pernah sakit lama. Bahkan sang istri nyaris tidak mengenalinya. Ia benar-benar tidak menduga suaminya sehat dalam waktu yang begitu singkat.

Tak terbayangkan bagaimana senang dan bahagianya perasaan sang istri saat mengetahui bahwa Allah mengembalikan nikmat dan kesembuhan kepada suaminya. Selain mengembalikan kesembuhan kepada Ayub ‘alaihissalam, Allah juga mengembalikan kekayaannya yang pernah hilang, mengganti anak-anaknya, dan mengirimkan dua awan.

Kedua awan itu kemudian turun kepada Ayub. Yang satu menaungi gundukan gandum, yang satu lagi menaungi gundukan jewawut. Tiba-tiba, dari awan yang menutupi gundukan gandum keluarlah emas, sedangkan dari awan yang menutupi gundukan jewawut keluarlah perak.

Dalam hadits riwayat al-Bukhari dan al-Nasa’i dari Abu Hurairah, konon pengganti kekayaan Nabi Ayub ‘alaihissalam datang dari segerombolan belalang emas. hadits tersebut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tatkala Ayub mandi dalam keadaan telanjang, tiba-tiba datang segerombolan belalang dari emas. Dia lalu mengumpulkannya dalam pakaian. Terdengar Allah menyeru kepadanya, ‘Wahai Ayub, bukankah Aku telah mencukupkanmu dari apa yang engkau lihat?’ Ayub menjawab, ‘Benar, tetapi aku tidak pernah puas dari limpahan berkah-Mu.’” (Lihat: Jâmi‘ al-Ushûl, jilid 8, hal. 251).

Dari kisah di atas, dapat dipetik beberapa pelajaran, di antaranya: Kisah di atas menunjukkan keutamaan Nabi Ayub ‘alaihissalam, terutama dalam kesabarannya menghadapi ujian panjang berupa penyakit, harta, istri, anak, orang-orang terkasih.

Allah mahakuasa atas segala sesuatu, termasuk menyembuhkan penyakit, memberikan kekayaan, memberikan rezeki dari jalan yang tak terbayangkan pikiran manusia. Kesabaran selalu membuahkan kebaikan yang tak terkira, baik di dunia maupun di akhirat. Selalu ada kemudahan bagi hamba Allah yang bertakwa dan bersabar.

Contohnya kemudahan bagi Nabi Ayub ‘alaihissalam dalam menunaikan nazar. Saat menghadapi ujian atau kesulitan seseorang diperbolehkan bernazar. Namun, dengan nazar yang tidak keluar dari ketentuan syariat.

Demikian serpihan kisah Nabi Ayub ‘alaihissalam, imam orang-orang yang bersabar, yang disarikan dari kitab Shahih al-Qashash al-Nabawi yang disusun Umar Sulaiman al-Asyqar (Oman: Darun Nafais, 1997, Cetakan Pertama, hal. 157).

Disarikan dari Nu Online dan berbagai sumber lain. Wallahua'lam

Tim Rembulan

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya