Babak Baru Gus Samsudin vs Pesulap Merah, Ketua PBNU Peringatkan Ini!

Oleh Liputan6.com pada 06 Agu 2022, 00:30 WIB
Diperbarui 06 Agu 2022, 00:30 WIB
Syamsudin alias Gus Samsudin melaporkan Pesulap Merah ke Polda Jatim. (Foto: Liputan6.com/Humas Polda Jatim)
Perbesar
Syamsudin alias Gus Samsudin melaporkan Pesulap Merah ke Polda Jatim. (Foto: Liputan6.com/Humas Polda Jatim)

Liputan6.com, Purwokerto - Polemik antara Syamsudin alias Gus Samsudin dengan Pesulap Merah memasuki babak baru. Baru-baru ini, Syamsudin melaporkan Marcel Radhival, alias Pesulap Merah.

Sebelumnya, perseteruan kedua orang ini banyak diperbincangkan oleh warganet. Pesulap Merah membongkar praktik pengobatan alternatif (dukun) Samsudin yang ternyata menggunakan trik sulap.

Menanggapi  fenomena Gus samsudin vs Pesulap Merah ini, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Keagamaan KH Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur) mengingatkan agar masyarakat tidak mudah percaya dengan dukun.

Bahkan, Ketua PBNU ini melarang umat Islam untuk menganggap dukun seperti kiai. Sebab keduanya berbeda. Dukun memakai trik, sedangkan kiai memiliki karomah (kemuliaan).

“Kita harus selektif. Kita kan kadang dukun dikiaikan, itu salah. Jangan kiaikan dukun. Masyarakat mesti ditekankan bahwa kalau karomah itu tidak diobral-obral. Karomah itu diberikan kepada wali, kekasih Allah, tidak untuk jualan, tidak untuk komersil atau konten. (Kalau dukun) itu tipuan, sihir, atau sulap,” ungkap Gus Fahrur, dikutip dari NU Online, Jumat (5/8/2022).

 

Saksikan Video Pilihan Ini:


Waspada Fenomena di Luar Nalar

6 Potret Pesulap Merah yang Viral Usai Ungkap 'Ilmu' Milik Gus Samsudin
Perbesar
Sosok Pesulap Merah mendadak jadi sorotan warganet TikTok. (Sumber: Instagram/marcelradhival1)

Menurut dia, Karomah seseorang bisa dilihat dan dibuktikan bukan dari keanehan-keanehan yang dilakukan, tetapi ilmu dan amal. Para kiai yang memiliki karomah, kata Gus Fahrur, adalah mereka yang mengikuti sunnah dan syariat.

“Ukurannya bukan aneh. Nabi tidak mengajari yang aneh-aneh. Mengajari shalat dan kebaikan. Tapi ukurannya Nabi. Kalau (perilaku) mereka tidak cocok dengan Nabi atau walaupun bisa terbang, tetap itu bukan wali,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Annur Bululawang, Malang, Jawa Timur itu.

Dia menjelaskan, karomah kiai atau ulama hanya bersifat untuk menguatkan sisi kewalian atau kenabian. Khusus nabi, karomah tersebut bisa berupa mukjizat.

“Itu pun sifatnya hanya untuk menguatkan kenabian. Sementara wali juga begitu, ada karomah. Syekh Abdul Qodir Al-Jailani pernah mengingatkan jangan kamu heran kalau ada orang bisa jalan di atas air atau terbang di angkasa, sebab burung bisa terbang dan ikan malah jalan di dalam air,” terang Gus Fahrur.

Ia berharap masyarakat segera sadar terhadap fenomena keanehan di luar nalar yang kerap terjadi, agar tidak melulu tertipu dengan sulapan-sulapan. Sebelumnya, jelas Gus Fahrur, pernah viral seorang bernama Dimas Kanjeng dan Guntur Bumi.

Diketahui, Pesulap Merah Marcel Radhival membongkar trik sulap Gus Samsudin. Bahkan, Marcel pernah mendatangi padepokan Gus Samsudin. Kedatangannya itu untuk membuktikan kesaksian Gus Samsudin yang oleh warga sekitar dianggap memiliki kelebihan.

Belakangan, padepokan Samsudin di Blitar ditutup usai digeruduk warga. Terbaru, Samsudin melaporkan Pesulap Merah lantaran disangka mencemarkan nama baik.

Tim Rembulan

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya