Puasa Tasua dan Asyura 7-8 Agustus 2022: Lafal Niat Lengkap Arab, Latin Serta Keutamaannya

Oleh Liputan6.com pada 05 Agu 2022, 08:30 WIB
Diperbarui 05 Agu 2022, 08:30 WIB
Bacaan Niat Puasa Tasua, Asyura dan Muharram
Perbesar
Ilustrasi - Bacaan Niat Puasa Tasua, Asyura dan Muharram Credit: shutterstock.com

Liputan6.com, Purwokerto - Pada bulan Agustus 2022 ini umat Islam mendapat berkah, karena nyaris bersamaan dengan tibanya bulan Muharram. Bulan ini adalah salah satu bulan mulia dan disunahkan melakukan amalan-amalan termasuk puasa sunah.

Puasa sunah pada bulan Muharram, di antaranya puasa Muharram, puasa Tasua dan Puasa Asyura. Dalam kalender masehi (syamsiyah), puasa Tasua dan Puasa Asyura jatuh pada tanggal 7-8 Agustus 2022.

Sebagaimana puasa sunah lainnya, puasa yang dilakukan pada bulan Muharram memiliki syarat dan rukun. Di antaranya adalah niat.

Karena puasa sunah, niat puasa Asyura, Tasua maupun puasa Muharram bisa dilakukan pada pagi atau siang hari, asal orang tersebut belum makan dan minum serta melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.

Adapun niat puasa Tasua adalah:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَاسوعاء لله تعالى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatit Tasû‘â lillâhi ta‘âlâ

Artinya: Saya niat puasa Tasu’a karena Allah ta’âlâ.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Saksikan Video Pilihan Ini:


Niat Puasa Asyura dan Muharram dan Tata Cara Puasanya

Niat puasa Asyura:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ العاشوراء لله تعالى

Nawaitu shauma Âsyûrâ-a lilâhi ta’âlâ.

Artinya: Saya niat puasa Asyura karena Allah ta’âlâ.

 

Niat puasa muthlak Muharram yang lebih umum:

نَوَيْتُ صَوْمَ الْمُحَرَّمِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shaumal Muharrami lilâhi ta’âlâ.

Artinya: Saya niat puasa Muharram karena Allah ta’âlâ.

Selain niat di dalam hati, lafal niat juga disunahkan diucapkan dengan lisan. Sebagaimana disebut di atas, puasa Muharram dapat dilakukan sejak malam hari hingga siang sebelum masuk waktu zawâl (saat matahari tergelincir ke barat), dengan syarat belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar atau sejak masuk waktu subuh. (Al-Malibari, Fathul Mu’în, juz II, halaman 223).

orang yang berpuasa lebih utama makan sahur dilakukan menjelang masuk waktu subuh sebelum imsak.

Selanjutnya, melaksanakan puasa dengan menahan diri dari segala hal yang membatalkan, seperti makan, minum dan lainnya.

Keempat, lebih menjaga diri dari hal-hal yang membatalkan pahala puasa seperti berkata kotor, menggunjing orang, dan segala perbuatan dosa.

Rasulullah saw bersabda:

كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعِ وَالْعَطَشِ (رواه النسائي وابن ماجه من حديث أبي هريرة)

Artinya: Banyak orang yang berpuasa yang tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali rasa lapar dan kehausan. (HR an-Nasa’i dan Ibnu Majah dari riwayat hadits Abu Hurairah ra). (Abul Fadl al-‘Iraqi, al-Mughni ‘an Hamlil Asfâr, [Riyad: Maktabah Thabariyyah, 1414 H/1995 M], juz I, halaman 186).

Kelima, segera berbuka puasa saat tiba waktu maghrib.

 


Keutamaan Puasa Muharam, Tasua dan Asyura

Puasa sunah pada bulan Muharram memiliki keutamaan. di antaranya, menjadi puasa yang paling utama, sebagaimana hadis riwayat Imam Muslim di atas.

 

Hikmah puasa Muharram sebagai puasa yang paling utama setelah Ramadan sangat banyak. Pertama, karena Muharram merupakan awal tahun Hijriah maka sangat pantas dibuka dengan puasa yang merupakan amal paling utama.

Keutamaan kedua, termasuk dalam keutamaan berpuasa dalam bulan-bulan mulia atau al-asyhurul hurum.

Ketiga, puasa sehari dalam bulan Muharrram pahalanya sama dengan puasa 30 hari atau satu bulan penuh. Seperti dinyatakan dalam hadits berikut:

Keempat, khusus puasa hari Asyura pada tanggal 10 Muharram, maka akan menjadi pelebur dosa setahun yang telah lewat.

Kelima, khusus puasa Tasua pada 9 Muharram dan puasa 11 Muharram yang dijadikan pelengkap puasa Asyura pada 10 Muharram, menjadi pembeda umat Islam dengan umat Yahudi yang sama-sama berpuasa di hari Asyura.

عَنِ ابْنِ عَبَّاس رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا مَرْفُوعًا: صُومُوا يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَخَالِفُوا الْيَهُودَ، صُومُوا يَوْمًا قَبْلَهُ أَوْ يَوْمًا بَعْدَهُ (رواه أحمد)

Artinya : Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra dengan status marfu (Rasulullâh bersabda): Puasalah kalian pada hari Asyura dan bedakan dengan kaum Yahudi, puasalah kalian sehari sebelum atau sesudahnya (HR Ahmad).

Disarikan dari NU Online dan berbagai sumber lainnya.

Tim Rembulan

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya