Manfaat Puasa bagi Kesehatan Tubuh yang Perlu Anda Ketahui

Oleh Camelia pada 12 Apr 2022, 03:03 WIB
Diperbarui 12 Apr 2022, 08:50 WIB
Deretan Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Tubuh
Perbesar
Ilustrasi Berbuka Puasa Credit: pexels.com/pixabay

Liputan6.com, Jakarta - Saat ini umat muslim di seluruh dunia tengah menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan. Ketika menjalani puasa, individu dilarang makan, minum, merokok hingga berhubungan intim dari mulai matahari terbit hingga terbenam. Muslim diperintahkan untuk berpuasa selama Ramadhan lebih dari 1.400 tahun yang lalu.

Rupanya orang Yunani kuno juga merekomendasikan puasa untuk menyembuhkan tubuh, dan hari ini beberapa ilmuwan menganjurkan puasa yang dimodifikasi lantaran bermanfaat bagi mental dan fisik manusia.

Dikenal sebagai puasa intermiten, puasa yang dimodifikasi ini datang dalam beberapa bentuk yang mengharuskan tidak makan selama 12, 16, atau 24 jam pada suatu waktu.

Bentuk lain, yang dikenal sebagai puasa 5:2, menganjurkan pembatasan kalori (makan hanya antara 500 dan 600 kalori) selama 36 jam, dua kali seminggu. Eat Stop Eat, sebuah buku oleh Brad Pilon yang diterbitkan pada tahun 2007, merekomendasikan untuk tidak makan selama 24 jam sekali atau dua kali seminggu, memberikan individu kebebasan untuk memutuskan kapan harus memulai dan mengakhiri puasa mereka.

Pada 2012, Michael Mosley merilis film dokumenter TV-nya Eat, Fast and Live Longer dan menerbitkan buku terlarisnya The Fast Diet, keduanya didasarkan pada konsep 5:2 puasa intermiten.

"Dalam The Fast Diet saya menganjurkan bentuk puasa yang disebut 'makan dengan waktu terbatas," kata Mosley kepada Al Jazeera.

“Ini melibatkan hanya makan dalam jam-jam tertentu, mirip dengan bentuk puasa yang dilakukan oleh umat Islam selama Ramadhan. Manfaat yang terbukti termasuk peningkatan kualitas tidur dan bukti pengurangan risiko beberapa jenis kanker, khususnya kanker payudara,” ujarnya.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Mencegah masalah kesehatan

Ilustrasi Muslim, puasa, buka puasa, sahur
Perbesar
Ilustrasi Muslim, puasa, buka puasa, sahur. (Photo by Michael Burrows from Pexels)

Para ahli juga menemukan bahwa membatasi asupan makanan di siang hari dapat membantu mencegah masalah kesehatan seperti kolesterol tinggi, penyakit jantung dan obesitas, serta meningkatkan kesehatan mental dan kesejahteraan.

Dengan tidak mengonsumsi makanan apa pun, tubuh kita dapat berkonsentrasi untuk membuang racun, karena kita memberikan istirahat pada sistem pencernaan.

Ahli gizi Claire Mahy juga mengatakan kepada Al Jazeera, “Puasa memungkinkan usus untuk membersihkan dan memperkuat lapisannya. Itu juga dapat merangsang proses yang disebut autophagy, di mana sel membersihkan diri dan menghilangkan partikel yang rusak dan berbahaya.”

Para ilmuwan juga telah mempelajari hubungan antara diet, kesehatan usus dan kesejahteraan mental dan, seperti yang dijelaskan Mosley, puasa dapat menyebabkan pelepasan BDNF (faktor neurotropik yang diturunkan dari otak) di otak.

"Ini telah terbukti melindungi sel-sel otak dan dapat mengurangi depresi dan kecemasan, serta risiko mengembangkan demensia," tambah Mosley.


Membantu menurunkan berat badan

anak berpuasa
Perbesar
Serat pangan sangat penting untuk kesehatan pencernaan anak, apalagi selama mereka sedang menjalani puasa Ramadan. | pexels.com/@gabby-k

Banyak orang yang telah menjalani puasa juga menemukan bahwa, jika dilakukan dengan benar, itu telah membantu mereka kehilangan lemak dan mendapatkan massa otot tanpa lemak.

Seperti halnya perubahan pola makan atau gaya hidup, puasa memiliki risiko karena tidak cocok untuk semua orang. Individu dengan kesehatan yang terganggu atau mereka yang sedang dipantau oleh dokter untuk kondisi kesehatan apa pun harus berkonsultasi dengan dokter sebelum mencobanya agar dapat dipantau untuk beberapa efek samping.

“Puasa dapat menyebabkan kadar glukosa darah rendah yang menyebabkan penurunan konsentrasi dan peningkatan kelelahan,” jelas ahli gizi terdaftar Nazmin Islam.

Islam menambahkan bahwa penurunan berat badan yang berkelanjutan hanya mungkin dilakukan dengan puasa teratur dan penurunan berat badan apapun selama Ramadhan dapat dengan mudah dibalikkan setelah seseorang kembali ke pola makan harian mereka.

“Namun, manfaatnya lebih besar daripada kerugiannya. Dalam jangka panjang, puasa, jika dilakukan dengan benar, dapat meningkatkan sistem pencernaan dan metabolisme secara keseluruhan.”

Infografis Ayo Jadikan 2022 Tahun Terakhir Indonesia dalam Masa Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Ayo Jadikan 2022 Tahun Terakhir Indonesia dalam Masa Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya