Wajib Tahu, Manfaat Berpuasa di Bulan Ramadan untuk Tubuh

Oleh Camelia pada 06 Apr 2021, 05:00 WIB
Diperbarui 06 Apr 2021, 05:00 WIB
Amalan Sunnah di Hari Arafah
Perbesar
Ilustrasi Berbuka Puasa Credit: pexels.com/pixabay

Liputan6.com, Jakarta - Tak terasa Ramadan 2021 segera tiba. Seluruh umat muslim telah bersiap menyambut bulan penuh rahmat tersebut. Terlebih ada begitu banyak amalan yang dapat dilakukan agar mendapatkan pahala dan ridho Allah SWT, salah satunya puasa.

Umat ​​Muslim telah diperintahkan untuk berpuasa selama Ramadan lebih dari 1.400 tahun yang lalu. Rupanya tak hanya baik secara rohani, puasa pun memberikan begitu banyak manfaat bagi jasmani.

Orang Yunani kuno merekomendasikan puasa untuk menyembuhkan tubuh, dan tak sedikit ilmuwan yang menganjurkan puasa yang dimodifikasi guna memberikan manfaat mental serta fisik.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:


Manfaat Puasa

drink-kezo
Perbesar
ilustrasi minuman rendah kalori untuk buka puasa/pixabay

Para ahli juga menemukan bahwa membatasi asupan makanan di siang hari dapat membantu mencegah masalah kesehatan seperti kolesterol tinggi, penyakit jantung dan obesitas, serta meningkatkan kesehatan mental dan kesejahteraan.

Dengan tidak mengonsumsi makanan apa pun, tubuh kita dapat berkonsentrasi untuk membuang racun, saat kita mengistirahatkan sistem pencernaan.

Ahli gizi Claire Mahy mengatakan kepada Al Jazeera, “Puasa memungkinkan usus untuk membersihkan dan memperkuat lapisannya. Ini juga dapat merangsang proses yang disebut autophagy, yaitu saat sel membersihkan diri dan menghilangkan partikel yang rusak dan berbahaya."


Melindungi Sel Otak dan Menghilangkan Lemak

Lapar
Perbesar
Ilustrasi Makan Cemilan Credit: pexels.com/pixabay

Para ilmuwan juga telah mempelajari hubungan antara diet, kesehatan usus dan kesejahteraan mental dan, seperti yang dijelaskan Mosley, puasa dapat menyebabkan pelepasan BDNF (faktor neurotropik yang diturunkan dari otak) di otak.

"Ini telah terbukti melindungi sel-sel otak dan dapat mengurangi depresi dan kecemasan, serta risiko pengembangan demensia," tambah Mosley.

Banyak individu yang telah berpuasa juga menemukan bahwa jika dilakukan dengan benar, hal itu telah membantu mereka menghilangkan lemak dan mendapatkan massa otot tanpa lemak.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya