Dahlan Iskan Kaitkan Harga BBM dengan Sedekah Ramadan, Seperti Apa?

Oleh Maulandy Rizki Bayu Kencana pada 02 Mei 2020, 19:30 WIB
Diperbarui 02 Mei 2020, 19:30 WIB
Lama Menghilang, Dahlan Iskan Ternyata Mengidap Aorta Dissection (liputan6)
Perbesar
Lama Menghilang, Dahlan Iskan Ternyata Mengidap Aorta Dissection (liputan6)

Liputan6.com, Jakarta - Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan ikut berkomentar soal harga BBM yang belum turun meski harga minyak dunia tengah anjlok. Menurut dia, tak turunnya harga BBM sebagai bentuk sedekah kepada Pertamina untuk dapat terus memproduksi minyak selama masa krisis akibat virus corona (Covid-19).

Dalam sebuah tulisan di blog pribadinya, Dahlan menjelaskan, Pertamina kini harus menanggung biaya operasi yang tak sedikit dalam mengelola kilang miliknya.

Hal tersebut dianggap sebagai langkah yang paling ekonomis ketimbang menutup sumur minyak tersebut. Jika sampai dimatikan, maka itu bisa membuat kilang almarhum selamanya dan membutuhkan biaya yang jauh lebih besar untuk mencari sumber minyak baru.

Di sisi lain, Pertamina juga harus terus menjual hasil produksinya lantaran ada keterbatasan kapasitas tangki. Kalau minyak itu tidak diperdagangkan dan meluber ke mana-mana, maka itu akan mencemari bumi manusia.

"Kilang itu memerlukan biaya operasi. Sumur minyak itu harus dijaga jangan sampai mati. Semua itu perlu biaya. Kita lah yang bisa jadi donaturnya," tulis Dahlan.

"Alhamdulillah. Di bulan Ramadan ini kita bisa lebih banyak bersedekah. Sedekah terbesar kita ya ke Pertamina itu," ungkap dia.

Dahlan mengatakan, masyarakat justru harus iba kepada Pertamina. Pendapatannya yang biasa besar kini turun hampir 50 persen akibat sepi pelanggan BBM selama masa pandemi corona.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Prediksi Harga BBM

Tahun Ini, Pemerintah Targetkan BBM Satu Harga di 83 Titik
Perbesar
Pemilik kendaraan melakukan pengisian baham bakar minyak (BBM) di SPBU, Jakarta, Rabu (5/2/2020). Pemerintah mencanangkan pembangunan BBM Satu Harga di 83 titik di Indonesia pada tahun 2020. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Lebih lanjut, ia memprediksi harga BBM belum akan mengalami perubahan sepanjang bulan Ramadan. Dahlan lantas menceritakan kisah mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, yang harus menaikan harga BBM sangat tinggi di tengah lonjakan harga minyak mentah dunia yang sampai USD 100 per barel.

"Kiat beliau (Jusuf Kalla) adalah: naikkan BBM sehari sebelum bulan Ramadan. Agar besoknya tidak ada demo besar," ujar dia.

"Maka jangan harap harga BBM akan turun selama masih ada bulan Ramadan. Bahkan, jangan-jangan, selama masih ada Corona," tutup Dahlan.   

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya