Tumbilotohe, Tradisi Tua Warga Gorontalo Sambut Idul Fitri

Oleh Liputan6.com pada 23 Mei 2019, 12:00 WIB
Diperbarui 23 Mei 2019, 12:00 WIB
Pelita yang dijual menjelang Festival Tumbilotohe (Andri Arnold/Liputan6.com)
Perbesar
Pelita yang dijual menjelang Festival Tumbilotohe (Andri Arnold/Liputan6.com)

Liputan6.com, Gorontalo - Warga Gorontalo mulai bersiap menyambut malam Tumbilotohe.Tumbilotohe atau malam pasang lampu merupakan tradisi tua di Gorontalo yang digelar tiga hari menjelang Idul Fitri.

Tidak hanya warga, sejumlah pedagang mulai memanfaatkan tradisi itu untuk  mencari tambahan uang dengan menjual pelita yang terbuat dari botol bekas. Dikawasan jalan Sam Ratulangi, kota Gorontalo misalnya, sejumlah lapak mulai terlihat berjualan menawarkan lampu botol kepada para pembeli.

"Tiga hari lalu ada yang borong seribu botol lampu," kata Trisnawati (31), pedagang pelita botol bekas saat ditemui Rabu, 22 Mei 2019.

Ia mengaku telah lima tahun menjadi pedagang musiman dengan berjualan pelita yang terbuat dari botol bekas. Khusus untuk Ramadan tahun 2019, Trisnawati menyebut telah menyiapkan 4000 pelita botol bekas.

"Sudah beberapa hari jualan disini," ucapnya.

Pelita botol yang dijual oleh Trisnawati dibandrol dengan harga yang bervariasi, tergantung jenis pelita yang dibutuhkan oleh pembeli. Untuk pelita dengan 12 sumbu lampu dijual dengan harga Rp. 12 ribu rupiah sedangkan untuk 3 lampu botol lengkap dengan sumbu lampu dijual dengan harga Rp. 5 ribu.  

"Biasanya yang laku lampu botol lengkap dengan sumbu," ujarnya.

Meski saat ini penjulannya masih minim, Trisnawati mengaku tidak khawatir karena biasanya  jumlah pembelian akan meningkat tajam 5 hari menjelang pelaksanaan Tumbilotohe.

"4000  lampu botol yang disiapkan memang tidak habis. Tapi tetap untung. Sisanya bisa dijual tahun depan lagi, " ia memungkasi.

Dalam tradisi Tumbilotohe, lampu botol biasanya akan dipasang oleh warga diseluruh wilayah Gorontalo. Dinas Pariwisata provinsi Gorontalo telah menentukan bahwa  Festival Tumbilotohe akan dilaksanakan pada tanggal 1 hingga 4 Juni 2019.

"Festival ini merupakan kegiatan rutin di bulan Ramadan dan perayaan Idul Fitri yang kita lakukan untuk melestarikan budaya," kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo Nancy Lahay.

Reporter: Andri Arnold

Sakikan juga video pilihan berikut ini:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya