Jemaah Haji Indonesia yang Wafat Meningkat Tajam Pasca-Armina

Oleh Muhammad Ali pada 19 Sep 2016, 22:58 WIB
Diperbarui 19 Sep 2016, 22:58 WIB
Jemaah haji lontar jumrah
Perbesar
Jemaah haji Indonesia saat menuju Jamarat untuk melontar jumrah di Mina. (Liputan6.com/Muhammad Ali)

Liputan6.com, Jeddah - Angka kematian jemaah haji Indonesia meningkat tajam pascaprosesi rangkaian Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina). Dalam jangka waktu sembilan hari, jemaah yang meninggal sudah mencapai 102 orang.

Kepala Bidang Kesehatan Haji PPIH Eka Yusuf mengakui, angka itu terus merangkak naik. Meski angkanya lebih rendah dari tahun kemarin, kondisi tersebut memang kerap terjadi dari tahun ke tahun.

"Peningkatan jumlah kematian ini disebabkan faktor kelelahan jemaah," ujar Eka di Jeddah, Senin (19/9/2016).

Hal itu dibuktikan dengan temuannya di Masjidil Haram. Banyak jemaah yang selesai prosesi Armina, langsung melakukan umrah sunnah yang diduga dikoordinir oleh KBIH.

"Saya berharap (komunikasi) kerja sama antara pemerintah dengan KBIH itu (terus dilakukan). Kalau saja bisa dilakukan preventif terhadap jemaah pasca-Armina, kemungkinan angka kesakitan dan kematian bisa turun," jelas Eka.

Peningkatan Jumlah Kematian

Berdasarkan angka Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Kesehatan (Siskohatkes), jumlah jemaah haji wafat per hari ini sudah mencapai 189 orang. Angka itu melonjak tajam dari sebelum Armina yang berjumlah 86 jemaah.

Jumlah 86 jemaah wafat itu terjadi dalam kurun waktu selama 32 hari. Yaitu sejak awal pemberangkatan jemaah pada 9 Agustus hingga sehari sebelum wukuf, 10 September 2016.

Berikut ini runutan jumlah jemaah wafat selama masa dan pasca-Armina yang tercatat per jam 07.00 waktu Saudi.

Masa Arafah, Muzdalifah, dan Mina:
1. Tanggal 11 September 2016, saat wukuf, jumlah total jemaah wafat mencapai 94 jemaah.
2. Tanggal 12 September 2016, masa Jumrah Aqabah, total jemaah wafat 100 orang. Naik 6 orang.
3. Tanggal 13 September 2016. Masa Jumrah Ula, Wustha, Aqabah jumlah jemaah wafat mencapai 111 jemaah. Naik 11 orang.
4. Tanggal 14 September 2016, masa nafar awal, jumlah jemaah wafat mencapai 122 jemaah. Meningkat 11 orang.
5. Tanggal 15 September 2016, masa nafar tsani, jumlah jemaah wafat 139 orang. Naik 17 orang.

Pasca Armina:

6. Tanggal 16 September 2016, jumlah jemaah wafat 145 jemaah. Naik 6 orang.
7. Tanggal 17 September 2016, jumlah wafat 163 jemaah. Naik 18 orang.
8. Tanggal 18 September 2016, jumlah jemaah wafat 177 jemaah. Meningkat 14 orang.
9. Tanggal 19 September 2016, jemaah haji wafat 189 jemaah. Meningkat 12 orang.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya