Metode Cek Fakta

Saat ini kita berada di Era ‘Ledakan Informasi’, tatkala seiring perkembangan teknologi, informasi dari berbagai sumber membanjiri internet dan media sosial, hingga menyeruak masuk ke ruang-ruang privat melalui aplikasi perpesanan. Dan, tak semua informasi tersebut adalah benar.

Belajar dari pengalaman Pemilu Presiden 2014 dan Pilkada DKI Jakarta 2017 yang sarat dengan kampanye negatif yang berpotensi memecah-belah persatuan warga, Liputan6.com secara intensif berupaya melawan kabar dusta yang tersebar.

Salah satu caranya, dengan mengombinasikan hasil reportase jurnalis di lapangan dengan data yang dihimpun Tim Monitoring dan Riset. Misalnya dengan menambahkan infografis ke dalam artikel, atau dengan kata lain, menguji klaim dengan data yang valid.

Mulai tahun 2018, Liputan6.com memiliki Kanal Cek Fakta yang menyajikan artikel verifikasi atas klaim-klaim tertentu secara lebih sistematis dan terstruktur.

Kanal Cek Fakta Liputan6.com tidak hanya berupaya mengklarifikasi klaim-klaim yang beredar di tengah masyarakat maupun yang viral di media sosial, tapi juga memberikan literasi pada para pembaca terkait bagaimana cara mengecek kebenaran sebuah berita atau unggahan secara mandiri.

Liputan6.com menyadari bahwa perang melawan hoaks tidak bisa dilakukan sendiri oleh para jurnalis. Kami meyakini, dengan memberikan literasi pada masyarakat luas, melalui artikel maupun pelatihan secara langsung, perang melawan kabar dusta bisa dilakukan secara masif dan lebih efektif.

Pada prinsipnya Cek Fakta dilakukan dengan metodologi berikut ini:

  1. Pemilihan klaim yang akan diverifikasi
  2. Cek Fakta Liputan6.com memverifikasi klaim-klaim yang viral di media sosial dan aplikasi perpesanan, juga dari masukan dari para pembaca melalui email: cekfakta.liputan6@kly.id. Prioritas verifikasi diberikan pada klaim-klaim yang terkait kepentingan publik, berpotensi memecah belah persatuan dan sifatnya mendesak, misalnya di tengah bencana atau kecelakaan besar yang sedang terjadi

  3. Riset
  4. Riset dilakukan dengan berbagai metodologi berikut ini:

    • Memeriksa sumber atau asal-usul klaim. Sebagai salah satu patner Facebook di Indonesia, Liputan6.com mendapatkan akses ke dashboard khusus untuk memantau berita apa yang sedang viral di media sosial tersebut

    • Jika sumber berita berasal dari media sosial, tim akan mengecek akun tersebut (apakah terverifikasi, bagaimana konsistensinya).

    • Melakukan pengecekan klaim tersebut dengan membandingkannya dengan pemberitaan media arus utama (mainstream media), situs-situs resmi lembaga terkait, atau akun-akun media sosial resmi lembaga atau tokoh terkait.

    • Melakukan konfirmasi secara langsung kepada tokoh atau perwakilan lembaga terkait, juga pada pihak berwenang.

    • Menghubungi ahli untuk membantu menafsirkan data atau konteks permasalahan

    • Tidak menggunakan sumber anonim dalam upaya pembuktian atau verifikasi.

    • Menggunakan sejumlah alat yang tersedia di internet. Misalnya Google Reverse Images untuk menguji keaslian gambar, dan MapChecking untuk menguji klaim soal kepadatan manusia di lokasi dan tertentu.

    • Format Artikel Cek Fakta
    • Artikel verifikasi dalam Kanal Cek Fakta Liputan6.com disajikan dalam format berikut ini:

      • Klaim: Bagian pertama dalam artikel akan membahas sumber klaim dan narasi yang diungkapkan pembuat klaim.

      • Penelusuran Fakta: Bagian kedua dalam artikel berupaya membandingkan klaim tertentu dengan bukti-bukti yang ditemukan, maupun konfirmasi dari pihak terkait/berwenang. Cek Fakta Liputan6.com berupaya memberikan literasi pada pembaca dengan cara menautkan artikel ke situs/akun media sosial resmi yang dijadikan bukti.

        Dalam artikel, Cek Fakta Liputan6.com juga memuat cara-cara menggunakan sejumlah tools atau alat yang tersedia di internet, yang bisa digunakan untuk memverifikasi klaim tertentu. Hal itu dilakukan sebagai upaya memberikan literasi bagi para pembaca untuk melawan hoaks.

      • Kesimpulan Klaim Setelah proses verifikasi dilakukan, dengan menyertakan bukti-bukti pendukung, tim Kanal Cek Fakta akan memberikan kesimpulan terkait klaim yang diperiksa.

        Ada lima kategori penilaian yang kami gunakan:

        BENAR: Klaim terbukti akurat, didukung sejumlah bukti yang bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

        KLARIFIKASI: Berisi klarifikasi pihak terkait atas klaim tertentu.

        DISINFORMASI: Klaim didasarkan fakta atau data yang benar, namun disertai narasi yang keliru atau menyesatkan.

        SALAH: Klaim tidak didasarkan pada bukti-bukti yang bisa dipertanggungjawabkan.

        HOAKS: Sama sekali tak didasarkan pada bukti-bukti yang bisa dipertanggungjawabkan, klaim terindikasi sengaja diembuskan pihak-pihak tertentu untuk mencapai tujuan tertentu.

 

Tim Cek Fakta

Cek Fakta Liputan6.com beranggotakan empat orang, yang merupakan gabungan dari individu-individu yang memiliki latar belakang riset, olah data, dan jurnalis berikut ini:

Anri Syaiful(Editor Senior)

Mengawali karier sebagai reporter investigasi koran Media Indonesia edisi Minggu pada awal 1997, Anri Syaiful saat ini menggawangi Kanal Cek Fakta Liputan6.com.

Diyah Naelufar(Peneliti/Data Analis)

Lulus dari Jurusan Statistika, Fakultas MIPA, Universitas Padjadjaran, Bandung pada 2015. Diyah Naelufar bergabung di Liputan6.com pada 2016 sebagai anggota tim Monitoring & Research Development. Sehari-hari memberi masukan terkait klaim yang viral dan bukti-bukti pendukung dalam verifikasi.

Hanz Jimenez Salim(Editor)

Mengawali karier di Liputan6.com sebagai reporter, Hanz Jimenez Salim saat ini bergabung dalam tim editorial dan tim Cek Fakta Liputan6.com. Sebagai fact-checker, ia beberapa kali mengikuti pelatihan dan berpartisipasi dalam Live Cek Fakta Pilpres 2019.

Kerja Sama

Liputan6.com membuka diri untuk bekerja sama dengan semua pihak yang memiliki komitmen untuk memerangi hoaks dan kabar dusta di tengah masyarakat.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook Kami juga bekerjasama dengan Google News Initiative dan 24 media nasional dalam Cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi hoax yang tersebar di masyarakat.

Liputan6.com juga mengajak partisipasi masyarakat untuk menginformasikan berita-berita yang kebenarannya diragukan dengan mengirimkan email ke cekfakta.liputan6@kly.id

Informasi yang masuk akan dikaji terlebih dahulu apakah layak untuk ditayangkan atau tidak. Tim Cek Fakta yang akan melakukan prosedur fact-check. Informasi dari pembaca yang layak tayang adalah yang menyangkut kepentingan publik.