Prabowo: Sistem Ekonomi Neolib Rugikan Bangsa Indonesia

Oleh Riski Adam pada 13 Okt 2013, 21:08 WIB
Diperbarui 13 Okt 2013, 21:08 WIB
prabowo-timses-130925d.jpg
Perbesar
Sistem ekonomi neoliberal yang dijalankan pemerintah pascareformasi 1998 dinilai banyak merugikan bangsa Indonesia. Bahkan, sistem ekonomi yang saat ini dijalankan telah keluar dari semangat nasionalisme yang digelorakan para pendiri bangsa. Prinsip ekonomi neolib ini harus ditentang.

Demikian pernyataan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto saat memberikan kuliah umum di STKIP Persatuan Islam, Bandung, Jawa Barat.

"Mereka yang saat ini dipercaya rakyat untuk merencanakan dan menjalankan kebijakan ekonomi bangsa, telah mempercayai dan menjalankan paham ekonomi yang keliru," jelas Prabowo melalui keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com di Jakarta, Minggu (13/10/20130).

Prabowo menuturkan dengan merujuk data-data dan grafik yang bersumber dari pemerintah menunjukkan bahwa kekayaan bangsa dibawa lari ke luar negeri. Ironisnya, menuruta prabowo, fenomena itu diterima dan dimaklumi oleh para ekonom penganut paham neoliberal.

"Sistem ekonomi neoliberal adalah penyebab bangsa Indonesia hanya kebagian menjadi kuli dan pelayan di negaranya sendiri," imbuh Prabowo.

Karena itu, Mantan Danjen Kopassus ini menambahkan anak-anak Indonesia yang mampu menyelesaikan pendidikan tinggi adalah harapan bangsa untuk masa depan. Ia berharap mereka tidak takut untuk mempelajari data, angka dan fakta terutama yang berkaitan dengan ekonomi.

Selain itu Prabowo berpesan agar para sarjana memiliki kemampuan untuk membaca dan berbicara dalam bahasa asing. "Sehingga dapat belajar dari pengalaman dan tidak mengulang kesalahan bangsa lain," tukas Prabowo.(Adi)