Hidayat Nur Wahid: ICW Jangan Korupsi Kebenaran

Oleh Liputan6 pada 02 Jul 2013, 17:47 WIB
hidayat130613b.jpg
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mempertanyakan penyebutan sejumlah nama politisinya oleh Indonesian Corruption Watch (ICW), sebagai politisi yang diragukan komitmennya memberantas korupsi. Sehingga, PKS imbau ICW jangan korupsi kebenaran.

"ICW jangan mengorupsi kebenaran," kata Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid di Kompleks Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/7/2013).

Menurut Hidayat, salah satu nama yang disebut ICW yakni Zulkieflimansyah, sangat aneh. Alasannya, mantan calon Gubernur Banten itu malah pernah mendapatkan pujian dari Dahlan Iskan karena menolak suap. "Dia yang dipuji malah masuk ke tidak pro pemberantasan korupsi," kata dia.

Meski Zulkieflimansyah memang pernah mendapatkan sanksi dari Badan Kehormatan DPR, Hidayat menegaskan sanksi itu tidak terkait masalah korupsi. "Soal memimpin rapat komisi," kata dia.

Sedangkan, untuk Fahri Hamzah, lanjut Hidayat, sangat aneh disebut pro dengan korupsi. Sebab, Hidayat menilai Fahri dalam 2 tahun terakhir paling lantang ketika menetang korupsi.

"Fahri, komitmen memberantas korupsi 2 tahun. Apa bukan pro pemberantasan korupsi?" kata dia.

Namun, dia tidak memberikan imbauan kepada politisi-politisi PKS, yang disebut oleh ICW, untuk melaporkan ke pihak berwenang. "Silakan saja," ujar Hidayat. (Ary/Ism)