IHSG Menguat 79,68 Poin Imbas Penguatan Bursa Asia

Oleh Agustina Melani pada 10 Apr 2018, 16:25 WIB
Diperbarui 10 Apr 2018, 16:26 WIB
Pembukaan-Saham

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau pada perdagangan saham Selasa pekan ini. Aksi beli investor asing jadi katalis positif IHSG.

Pada penutupan perdagangan saham, Selasa (10/4/2018), IHSG naik 79,68 poin atau 1,28 persen ke posisi 6.325,81. Indeks saham LQ45 menguat 1,73 persen ke posisi 1.039,60. Sebagian besar indeks saham acuan menguat.

Sebanyak 221 saham menguat sehingga mengangkat IHSG. 149 saham melemah dan 117 saham diam di tempat. Pada Selasa pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.334,47 dan terendah 6.243.

Transaksi perdagangan saham juga cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 425.421 kali dengan volume perdagangan delapan miliar saham. Nilai transaksi Rp 7 triliun. Investor asing beli saham Rp 199,15 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) di kisaran Rp 13.747.

Sebagian besar sektor saham menghijau kecuali sektor saham pertanian melemah 1,24 persen dan sektor saham konstruksi susut 0,05 persen.

Sektor saham keuangan menguat 1,85 persen, dan catatkan penguatan terbesar. Disusul sektor saham infrastruktur mendaki 1,73 persen dan sektor saham tambang menguat 1,27 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain saham TRIL naik 34,67 persen ke posisi Rp 101 per saham, saham GHON melonjak 29,11 persen ke posisi Rp 2.550 per saham, dan saham TDPM menanjak 24,56 persen ke posisi Rp 426 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham CITA melemah 14,84 persen ke posisi Rp 660 per saham, saham MARI merosot 14,49 persen ke posisi Rp 366 per saham, dan saham JKSW susut 14 persen ke posisi Rp 1.290 per saham.

Bursa Asia pun kompak menguat. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 1,65 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi menanjak 0,27 persen, indeks saham Jepang Nikkei mendaki 0,54 persen, dan indeks saham Shanghai menguat 1,66 persen.

Selain itu, indeks saham Singapura menguat 0,48 persen, indeks saham Taiwan naik 0,31 persen.

Analis PT Binaartha Sekuritas, Nafan Aji menuturkan, selain hasil data cadangan devisa sesuai harapan, hasil data penjualan eceran year on year (YoY) per Februari 1,5 persen yang melebihi harapan pelaku pasar menjadi sentimen positif IHSG.

Sementara itu, sentimen global juga pengaruhi IHSG. Pidato politik Presiden China Xi Jinping yang akan menyerukan reformasi akses pasar dalam rangka hadapi kebijakan proteksionisme perdagangan.

“Hal ini memberikan katalis positif untuk penguatan indeks di regional. Hal ini mampu memberikan efek domino yang positif bagi IHSG,” ujar Nafan saat dihubungi Liputan6.com.

 

2 of 2

IHSG Bergerak di 2 Arah

20151102-IHSG-Masih-Berkutat-di-Zona-Merah-Jakarta
Suasana di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/11/2015). Pelemahan indeks BEI ini seiring dengan melemahnya laju bursa saham di kawasan Asia serta laporan kinerja emiten triwulan III yang melambat. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di dua arah para awal perdagangan Selasa ini. Para analis memperkirakan IHSG akan bergerak menguat pada perdagangan hari ini.

Pada pra-pembukaan perdagangan saham, Selasa (10/4/2018), IHSG turun tipis 1,78 poin atau 0,03 persen ke posisi 6.244,35. Pada pembukaan pukul 09.00 waktu JATS, IHSG berbalik arah dengan naik 0,59 poin atau 0,01 persen ke posisi 6.246,85. IHSG terus terombang-ambing antara menghijau dan memerah.

Sebanyak 126 saham menguat sehingga mengangkat IHSG. Sedangkan 55 saham melemah dan 108 saham diam di tempat. Pada awal sesi, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.243 dan terendah 6.251,63.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 29.286 kali dengan volume perdagangan 588 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 318 miliar. Investor asing jual saham Rp 9 miliar di pasar reguler. Posisi dolar Amerika Serikat di kisaran Rp 13.755.

Sebagian besar sektor saham melemah kecuali sektor saham pertambangan, barang konsumsi dan keuangan. Sektor saham aneka industri turun 0,75 persen, dan catatkan pelemahan terbesar. Disusul sektor saham pertambangan melemah 0,35 persen dan sektor saham perdagangan turun 0,17 persen.

Saham-saham menguat antara lain saham GHON naik 24,79 persen ke posisi Rp 2.190 per saham, saham INPS menguat 24,22 persen ke posisi Rp 640, dan saham TDPM menanjak 23,65 persen ke posisi Rp 424 per saham.

Sementara, saham-saham yang tertekan antara lain saham JKSW turun 8,09 persen ke posisi Rp 122, saham KMTR tergelincir 7,86 persen ke posisi Rp 645 per saham, dan saham ALTO merosot 4,52 persen ke posisi Rp 380 per saham.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓