Butet Kertaradjasa: Koalisi Permanen, Apanya yang Permanen?

Oleh Silvanus Alvin pada 17 Sep 2014, 08:19 WIB
Diperbarui 17 Sep 2014, 08:19 WIB
Butet Kertaradjasa
Perbesar
Butet Kertaradjasa. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta - Budayawan Butet Kertaradjasa menjadi pembicara pada Sekolah Legislatif Partai Nasdem. Dalam kesempatan itu, ia menyinggung soal Koalisi Permanen (Koalisi Merah Putih) atau disebut pula yang berisi Partai Gerindra, PKS, PPP, PAN, dan Golkar.

"Koalisi Permanen, apanya yang permanen? Mungkin yang permanen kebohongannya," ujar Butet di Jakarta, Selasa (16/9/2014).

Butet pun membeberkan survei yang dilakukan di Amerika Serikat terkait anggota Dewan. Menurut survei tersebut, 50% wakil rakyat melakukan kebohongan permanen, 40% kadang bohong, sementara sisanya 10% anggota Dewan belum ketahuan bohong.

"Itu di Amerika. Di Indonesia belum ada. Saya yakin masih ada anggota Dewan baik hatinya, tulus, jujur, dan nggak bohong karena belum ketahuan," tutur Butet.

Selain itu, ia meminta agar kader Nasdem menjauhi praktik korupsi. Sebab, kepercayaan masyarakat jangan sampai disalahgunakan dengan melakukan korupsi.

"Meminjam anggota Dewan yang sudah jadi tersangka, jadi anggota Dewan memang ngeri-ngeri sedap. Jangan jadi anggota Dewan yang ngeri-ngeri sedap. Rakyat makin cerdas dan kritis, sekali saja mengecewakan maka rakyat tidak akan pilih saudara. Kalian akan dihukum rakyat," papar Butet.

"Jangan sampai Nasdem menjadi partai yang katakan tidak pada korupsi, tapi kadernya korupsi," tandas Butet.