Sambangi Kantor Transisi Jokowi, Butet Curhat Masalah Petani

Oleh Hanz Jimenez Salim pada 16 Sep 2014, 18:07 WIB
Diperbarui 16 Sep 2014, 18:07 WIB
Butet Kertaradjasa
Perbesar
Butet Kartaredjasa (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta - Budayawan Butet Kertaradjasa bersama para perwakilan petani tebu di Jawa menyambangi Kantor Transisi Jokowi-JK. Dalam kunjungannya, Butet beserta perwakilan petani meminta kepada Jokowi-JK melalui Tim Transisi untuk lebih memperhatikan nasib petani.

"Kami ke sini hanya menitipkan nasib. Karena ini betul-betul dalam situasi sangat terancam. Tadi mumpung sedang diproses calon pemimpin dan pembantu-pembantunya Jokowi. Jadi komitnya harus betul," kata Butet di Kantor Transisi Jokowi-JK, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (16/9/2014).

Dia pun meminta kepada Jokowi-JK agar memperbaiki kebijakan impor yang selama ini dinilainya merugikan petani.

"Kebijakan impor seperti terjadj di kabinet SBY yang dari waktu ke waktu volume impor semakin gede, dan itu bebaskan biaya masuk, itu jelas merugikan negara, karena itu seharusnya kena bea masuk, itu ada pendapatan pemerintah," ucap Butet.

Tak hanya itu, Butet juga meminta kepada Jokowi-JK untuk memilih orang yang betul-betul mengerti masalah pertanian untuk mengisi Kementerian Pertanian. Hal itu, kata Butet, agar tidak merugikan petani di masa akan datang.

"Bisa praktisi orang-orang yang ngerti dunia pertanian dari A sampai Z, mengerti problem pupuk, masalah lahan yang semakin menyempit, sampai mata rantai mafia perdagangannya," ucapnya.

Dia pun berharap kabinet pemerintahan yang tengah digodok oleh Jokowi-JK saat ini dapat mengubah kehidupan rakyat Indonesia menjadi lebih baik.

"Semua pemimpin baru dan pembantu Jokowi kebijakannya harus pro rakyat, harus ditujukan untuk ubah nasib rakyat jadi lebih baik. Kalau pemimpinnya tidak ada komitmen seperti itu namanya pemimpin mblegedes (tidak baik)," tandas Butet. (Ein)