Kembali Jadi Ketum PKB, Muhaimin Hargai Keputusan Muktamar

Oleh Taufiqurrohman pada 01 Sep 2014, 03:32 WIB
Diperbarui 01 Sep 2014, 03:32 WIB
Rapat Konsolidasi PKB Tetapkan Jokowi Sebagai Capres
Perbesar
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Surabaya - Muhaimin Iskandar kembali terpilih menjadi Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) periode 2014-2019 secara aklamasi. Mendapat mandat dari seluruh kader PKB, pria yang akrab disapa Cak Imin tersebut mengaku harus mempersiapkan dengan baik segala sesuatunya untuk membawa PKB lebih baik lagi.

"Bagi saya ini harus disiapkan dengan baik, bagi mental, batin maupun fisiknya. Sehingga saya benar-benar bisa melaksanakan apa yang menjadi keputusan Muktamar," kata Cak Imin di Hotel Empire Palace, Surabaya, Jawa Timur, Senin (1/9/2014) dini hari.

Selain itu, Cak Imin juga meminta dukungan dari berbagai kalangan khususnya kader PKB untuk bersama-sama membangun partai.

"Kami semua berterimkasih, tentu ini pekerjaan yang sangat berat. Tentu baru akan bisa berhasil jika dibantu oleh semua pihak, baik di internal PKB maupun di luar internal PKB," ujarnya.

Saat ditanya apakah menutup peluang dirinya jadi menteri dalam kabinet Jokowi-JK, Cak Imin menjawab singkat. "Saya belum pernah ditawari (menteri) dan Pak Jokowi ngajak ketemu pertengahan September," tandas Cak Imin.

Sebelumnya, Muhaimin kembali terpilih menjadi Ketua Umum PKB secara aklamasi dalam Muktamar PKB yang digelar sejak Sabtu 30 Agustus 2014.

"Apakah Muktamirin setuju dengan pemilihan aklamasi kepada Haji Abdul Muhaimin Iskandar," tanya Ketua Sidang Pleno Muktamar, Marwan Jafar kepada mereka yang hadir di Hotel Empire Palace, Surabaya, Jawa Timur, Senin dini hari.

"Setuju," jawab para Muktamirin PKB.

Setelah diberikan kesempatan, Cak Imin kemudian menyampaikan pernyataan bersedia dipilih sebagai Ketum PKB periode 2014-2019 pada pukul 00.14 WIB. "Saya mendengar aspirasi dari daerah dan dukungan dari berbagai kader dan pengurus. Maka saya bersedia," tegas Cak Imin.