Puan Maharani Kritik PKB Soal Kursi Ketua DPR

Oleh Taufiqurrohman pada 31 Agu 2014, 17:13 WIB
Diperbarui 31 Agu 2014, 17:13 WIB
Puan Maharani
Perbesar
Puan Maharani. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Surabaya - Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Puan Maharani mengkritik Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yang meminta agar kursi pimpinan di DPR dibagi secara merata.

Hal tersebut disampaikan Puan Maharani saat memberikan pidato politik dalam forum muktamar PKB. Hadir dalam kesempatan itu, jajaran Dewan Syuro PKB, Dewan Pimpinan Pusat dan Dewan Pimpinan Wilayah di seluruh Indonesia beserta beberapa elite partai pengusung Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK).

"Kursi pimpinan DPR itu hak partai pemenang pemilu. Kalau itu dihilangkan, mau dibagi rata saja, untuk apa partai-partai berlomba memperjuangkan agar bisa menang pemilu," cetus Puan dalam muktamar PKB, di Hotel Empire Palace, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (31/8/2014).

Kursi pimpinan DPR kini memang menjadi polemik seiring disahkannya Undang-Undang MPR, DPR, DPRD, dan DPD (UU MD3). Dengan UU tersebut, kursi ketua DPR tak lagi otomatis jatuh ke partai pemenang pemilu, namun dipilih berdasarkan voting. Begitu pula kursi wakil-wakil ketua yang ada di bawahnya.

PDIP sebagai partai pemenang Pemilu Legislatif 2014 bereaksi keras dan menggugat keabsahan UU MD3 ke Mahkamah Konstitusi (MK). Di tengah polemik ini, PKB mencari jalan tengah dengan mengusulkan agar kursi pimpinan DPR dibagi merata.

"Kalau begitu sekalian suara rakyat dibagi rata saja ke setiap parpol. Tidak usah ada pemilu sekalian," tandas Puan.

Mendengar kritikan Puan itu, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar hanya tertawa. Begitu juga beberapa elite parpol yang ada di samping Muhaimin serempak tertawa. (Sun)

Baca juga:

Diledek Jadi Calon Menteri Jokowi-JK, Ini Respons Khofifah
Cak Imin: Pesan Jokowi, PKB Boleh Besar Asal Jangan Ngalahin PDIP
Politisi PKB Berharap Kursi Pimpinan DPR-MPR Dibagi Rata