Pengamat: Timses Harus Jualan Prestasi Jokowi

Oleh Hanz Jimenez Salim pada 05 Jul 2014, 13:50 WIB
Diperbarui 05 Jul 2014, 13:50 WIB
Jokowi-JK (13)
Perbesar
Jokowi Widodo dan Jusuf Kalla (Liputan6.com/Andri Wiranuari)

Liputan6.com, Jakarta - Timses pasangan capres-cawapres nomor urut 2 Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK) terus melakukan safari politik ke sejumlah daerah sebelum berakhirnya masa kampanye. Tak jarang, sejumlah juru kampanye nasional turun langsung bertemu para pendukung dan simpatisan Jokowi-JK di sejumlah daerah.

Namun, apa yang dilakukan timses Jokowi-JK dinilai masih kurang maksimal. Hal itu diutarakan Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari dalam sebuah diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat.

Menurut Qodari, timses Jokowi-JK belum terlihat menjual kelebihan Jokowi kepada publik dan calon pemilih. Padahal, banyak yang bisa dijual terkait kepemimpinan Jokowi, seperti mampu memimpin Kota Solo dan Jakarta sebagai walikota dan gubernur.

"Itu tidak dijual, saya melihatnya aneh, mana coba iklan-iklan yang menjual prestasinya Jokowi sebagai gubernur? Sedikit sekali, belakangan baru keluar," katanya, Sabtu (5/7/2014).

Qodari menambahkan, sebagian besar masyarakat paling mengingat Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta. Sebelum kampanye, masyarakat mengingat sosok Jokowi secara positif atas apa yang dilakukan saat memimpin Jakarta.

"Blusukan, reformasi birokrasi, membenahi Tanah Abang, perbaiki Waduk Ria Rio. Tapi karena tidak pernah diangkat lagi sekarang isinya negatif, terutama karena serangan-serangan politik," ucap Qodari.

Lebih lanjut dia mengatakan para timses Jokowi-JK masih menganggap Pilpres kali ini sebagai pemilihan secara langsung. Sehingga, para timses Jokowi-JK meyakini para pemilih akan memilih figur, bukan partai. Namun hal itu hanya terjadi pada 2004 dan 2009.

"Sekarang, elite partai harus turun langsung ke masyarakat. Mereka tahu suara pemilih baru bisa diarahkan ke presiden yang didukung kalau turun ke bawah," tambahnya.

Sambung Qodari, yang dilawan Jokowi saat ini bukan lawannya pada saat Pilgub Jakarta lalu yaitu Fauzi Bowo, melainkan Prabowo Subianto. Capres nomor urut 1 itu punya semangat siap tempur.

"Prabowo punya semangat yang hidupnya pernah dalam posisi hidup dan mati. Siap tempur. Pernah melawan teroris, pernah melawan OPM (Organisasi Papua Merdeka). Jadi boleh dibilang sekarang hidup dan mati dalam politik. Yang dilawan prajurit tempur, Kopassus," tutup Qodari. (Sss)