Alasan Hatta Kampanye di Berbagai Pesantren

Oleh Ahmad Romadoni pada 04 Jul 2014, 09:02 WIB
Diperbarui 04 Jul 2014, 09:02 WIB
Hatta Rajasa
Perbesar

Liputan6.com, Tasikmalaya - Calon wakil presiden nomor urut 1 Hatta Rajasa menggunakan sisa masa kampanye untuk berkunjung ke sejumlah pesantren di Jawa Barat. Kunjungan itu ternyata bukan tanpa sebab. Basis pesantren dinilai memiliki potensi suara yang cukup signifikan.

"Ya tentu saja. Biasanya kan para kiai itu kan panutan masyarakat. Panutan dan tokoh pemimpin. Informasi yang didengar masyarakat apalagi santrinya. Jadi wajar kalau banyak yang melakukan pendekatan ke pondok-pondok," kata Hatta usai mengunjungi Pondok Pesantren Darussalam, Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis malam, 3 Juli 2014.

Hatta menjelaskan, sudah menjadi tugasnya melakukan kampanye ke pesantren-pesantren dan sekolah-sekolah. Tim yang lainnya juga bergerak di berbagai kantung suara lainnya.

"Jadi bagi-bagi tugas. Saya ke sekolah-sekolah. Bukan hanya pesantren tapi sekolah-sekolah yang saya datangi," lanjutnya.

Pesantren dinilai sebagai pusat keunggulan. Para generasi muda di pesantren diharapkan mampu mencermati setiap program yang disampaikan para kandidat. Sehingga saat memilih 9 Juli 2014 nanti tidak keliru.

"Ini sebetulnya pusat keunggulan. Mereka ingin tahu apa yang dipikirkan Prabowo-Hatta tentang pendidikan, tentang mempersiapkan generasi masa depan, untuk menghadapi persaingan yang tidak ringan ke depan. Jadi ceramah saya apa pun lebih ke arah itu," tutur Hatta.

Tak cuma Pesantren Darussalam, Hatta juga menyempatkan diri ke Pondok Pesantren Miftahul Huda. Di hadapan para santri, Hatta berkali-kali menyanjung program dan keberhasilan yang diraih Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Pak SBY 10 tahun memimpin negara kita diakhiri oleh pernghargaan. Pak SBY membawa Indonesia menjadi anggota G20. G20 adalah negara yang memiliki kekuatan ekonomi 20 besar dunia. Indonesia 10 besar," kata Hatta.

"Kita bersyukur karena selama Pak SBY memimpin 10 tahun, 3,5 kali lipat pendapatan warga meningkat," pungkas Hatta.