Anak Amien Rais Meragukan Pengusiran 2 Staf Bawaslu

Oleh Yanuar H pada 30 Jun 2014, 19:49 WIB
Diperbarui 30 Jun 2014, 19:49 WIB
Hanafi Rais
Perbesar

Liputan6.com, Yogyakarta - Hanafi Rais, anak dari Amien Rais meragukan kabar bahwa staf Bawaslu DIY yang mengantarkan surat panggilan klarifikasi kepada Amien Rais mendapat perlakuan tidak enak di rumah mantan Ketua MPR itu. [baca juga: Antarkan Surat, Staf Bawaslu Diusir dari Rumah Amien Rais]

Hanafi mengatakan, sewaktu staf Bawaslu mengirimkan surat tersebut, dirinya tidak berada di tempat sehingga tidak mengetahui kejadiannya. Namun, ia menanyakan apakah benar yang dikunjungi staf Bawaslu DIY tersebut benar-benar rumah ayahnya.

"Saya di tempat dan di waktu yang dimaksud staf Bawaslu itu sedang di Bantul. Saya dapat info juga dari Liputan6.com, kesimpulan saya dari konstruksi itu pertama adalah justru meragukan, apa betul mereka datang ke rumah Amien Rais? Apa betul?" ujar Hanafi di Yogyakarta, Senin (30/06/2014).

Hanafi menjelaskan, rumah Amien Rais dan rumahnya letaknya berbeda. Ia minta agar petugas Bawaslu tersebut menjelaskan sudah memiliki alamat yang pasti. Hanafi kembali meragukan jika staf tersebut sudah mendatangi rumah sesuai dengan alamat yang dimaksud [baca juga: Pengakuan Petugas Bawaslu yang Diusir dari Rumah Amien Rais].

"Rumahnya Pak Amien itu di blok 2, dekat mulut gang. Sementara saya di blok 1 gitu. Saya nggak tahu staf itu masuk yang mana. Apakah betul mereka di sana," ujar Hanafi.

Caleg terpilih dari PAN ini juga tidak mengetahui rumah yang sudah didatangi 2 staf Bawaslu pada Jumat siang pekan lalu. Waktu itu dirinya juga mempunyai acara hingga malam hari sehingga tidak bertemu dengan keluarga.

Karena itu ia meminta agar Bawaslu DIY lebih berhati-hati ketika mengantarkan surat sesuai dengan alamat yang dimaksud.

"Saya nggak ketemu dan bicara dengan keluarga karena saya ada acara sampai malam. Tanya kurir saja. Kalo staf Bawaslu jawabannya pokoknya alamat Amien Rais ya repot. Ya mungkin lain kali harus lebih hati-hati. Mereka mewakili negara," ujar Hanafi. (Mut)