Jokowi Tolak Songket dan Cemilan Palembang Gratis

Oleh Andi Muttya Keteng pada 25 Jun 2014, 12:39 WIB
Diperbarui 25 Jun 2014, 12:39 WIB
Jokowi (9)
Perbesar
Joko Widodo (Liputan6.com/Andri Wiranuari)

Liputan6.com, Jakarta - Capres nomor urut 2 Joko Widodo menolak suvenir berupa songket dan cemilan khas Kota Palembang yang dikemas dalam tas kertas. Suvenir itu merupakan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Pusat UMKM Kelurahan Tuan Kentang, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang, Sumatera Selatan.

Mengapa pria yang karib disapa Jokowi itu menolak pemberian tersebut?

"Saya ingin membiasakan. Ini kan produk yang harusnya dibeli, saya mau membiasakan," ujar Jokowi di tepian Sungai Ogan di sebelah kawasan pusat UMKM, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (25/6/2014).

Sang pemberi suvenir pun berusaha menjelaskan pada Jokowi bahwa itu adalah hadiah dari para pelaku UMKM. Namun Gubernur nonaktif DKI Jakarta itu tetap menolaknya.

Menurut Jokowi, UMKM mencari keuntungan dengan menjual produk insdustri rumah tangga. Sehingga apabila diberikan sebagai hadiah tanpa dibayar, akan membuat pelaku UMKM merugi.

"Apalagi kalau ini harganya mahal, UMKM itu kan mencari keuntungan. Kalau ini dikasih, nanti bisa rugi besar. Saya nggak mau, apalagi (rugi) karena saya," ujar Jokowi yang disambut tepuk tangan warga. Pria kurus yang identik dengan kemeja kotak-kotaknya itu pun meminta salah seorang ajudannya untuk membayar souvenir yang diberikan untuknya.

Ditemani istri dan anaknya, Jokowi sempat mengunjungi beberapa stand. Tak lupa ia membeli buah pisang dan beberapa suvenir, seperti pensil, miniatur Jembatan Ampera, sandal, dan kain. Sang istri pun juga tak ketinggalan berbelanja beberapa produk UMKM.

Di pusat UMKM itu dipamerkan sejumlah produk ikan sale, empek-empek, keripik, songket, cenderamata khas Palembang, dan buah-buahan. Tempat itu berlokasi di atas lahan seorang tokoh masyarakat setempat bernama Haji Imron, yang menyumbangkan tanahnya kepada pemerintah untuk dijadikan pusat UMKM. (Sss)