Janji Jokowi Perbaiki Wilayah Perbatasan

Oleh Andi Muttya Keteng pada 24 Jun 2014, 09:23 WIB
Diperbarui 24 Jun 2014, 09:23 WIB
Prabowo Jokowi Debat
Perbesar
Prabowo dan Jokowi. (Antara Foto)

Liputan6.com, Jakarta - Capres nomor urut 2 Joko Widodo (Jokowi) mengatakan apabila dirinya terpilih menjadi presiden, ia akan melakukan pembenahan di semua daerah perbatasan Indonesia dengan negara lain. Salah satunya perbatasan Indonesia-Malaysia di Desa Temajuk, Kalimantan Barat.

"Yang namanya perbatasan itu jendelanya negara kita. Itu akan memperlihatkan kita ini seperti apa, kalau misalnya dari perbatasan negara lain mulus kemudian masuk ke kita nggak mulus, ya kan akan kelihatan," ujarnya di sela-sela kampanyenya di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (24/6/2014).

Maka, nantinya pemerintah pusat harus dapat mendirikan gedung kantor yang baik di daerah perbatasan. Agar tidak kalah dengan perbatasan di negara lain. Sama halnya, lanjut Jokowi, dengan perbaikan kantor imigrasi, bea cukai, gedung karantina sehingga tidak terjadi penyelundupan atau pembalakan liar.

Pemeritah pusat nantinya jika di bawah kepemimpinannya, lanjut Jokowi, akan memperbaiki semua gedung dan kantor di wilayah perbatasan. Juga infrastruktur jalan, gerbang masuk dan keluar, serta pembenahan mutu dan cara pelayanan petugas pemeriksaan.

"Semuanya saya kira perlu diperbaiki. Itu mencerminkan kita lho. Artinya orang membandingkan. Mestinya ini menyangkut kebanggaan, kalau saya dengan cara apapun perbaiki, agar minimal sedikit lebih baik. Penting, perbatasan itu penting, ini masalah kebanggaan," jelas Jokowi.

Sehari sebelumnya, tetua adat Suku Dayak Iban, Edi Barau, saat menyambut Jokowi di Rumah adat wisata Pontianak, Rumah Radakng, mengutarakan harapannya jika Gubernur non-aktif DKI Jakarta itu nantinya terpilih.

Dalam kesempatan itu, Jokowi diberi Topi Kebesaran Adat yang disebut Topi Enggang yang dihiasi bulu Burung Enggang dan diiringi Tarian Penyambutan Suku Dayak, Tari Ngajat.

Edi Barau mengatakan, penyambutan itu juga ia lakukan ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berkunjung ke Rumah Adat Radakng.

"Saya ngawal masuk sampai terakhir. Ritual adat. Kami nyambut keselamatan dia supaya jadi presiden. Seperti nyambut SBY dulu. Sekaligus pengamanan ekstra," jelas Edi. (Mut)