Lokasi Penuh, Sejumlah Wartawan Dilarang Masuk Arena Debat Capres

Oleh Edward Panggabean pada 09 Jun 2014, 20:47 WIB
Diperbarui 09 Jun 2014, 20:47 WIB
Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK
Perbesar
Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK (Liputan6.com/Andri Wiranuari)

Liputan6.com, Jakarta - Akibat arena debat penuh, panitia penyelenggara melarang awak media masuk ke dalam arena acara. Tak ayal banyak kalangan pewarta geram dan hanya bisa menunggu di teras gedung Balai Sarbini.

"Sudah punya kartu pers dari KPU tak bisa masuk, alasannya sudah penuh," kata seorang fotografer dari salah satu media yang enggan disebut namanya itu, Jakarta, Senin (9/6/2014).

"Harusnya pengunjung atau pendukung juga dibatasi masuk. Agar semua bisa terakomodasi," keluh seorang wartawan kepada pihak keamanan.

Pantauan Liputan6.com, para undangan yang terlambat dan memiliki kartu undangan pun harus mengantre di pintu masuk. Pengawalan ketat dari aparat kepolisian pun terus dilakukan di semua sisi pintu menuju ruang acara tersebut. Sementara di pintu masuk disediakan alat pemindai.

Aturan yang terbilang cukup ketat ini, nampak sedikit aneh. Sebab, melalui Humas KPU Arief memberikan informasi kepada awak agar mengambil kartu pengenal pukul 17.30 WIB. Ternyata yang diprioritaskan adalah pewarta foto.

Pewarta foto pun sempat tersulut emosi, lantaran harus menunggu sejam agar bisa diperbolehkan masuk. Mereka harus teriak-teriak dari luar agar bisa masuk ke ruang Balai Sarbini.

Sedangkan pewarta tulis, KPU membatasi. Alasan Arief, pewarta tulis bisa masuk kalau tempat acara di dalam ruangan mengizinkan. "Kalau memang tidak ada tempat, kemungkinan tidak bisa," jelas Arif. (Yus)