Migrant Care: Banyak TKI di Malaysia Tak Tahu Hari Pencoblosan

Oleh Anri Syaiful pada 07 Apr 2014, 07:30 WIB
Diperbarui 07 Apr 2014, 07:30 WIB
kpu pemilu 1
Perbesar
(Antara Foto/Septianda Perdana)

Liputan6.com, Jakarta - Pemilihan Pendahuluan atau Early Voting Pemilu Legislatif RI yang diselenggarakan di Malaysia dan Singapura, mendapat perhatian Migrant Care. Bagi Migrant Care, pelaksanaan Pemilihan Pendahuluan di 2 negeri jiran itu pada Minggu 6 April 2014, sangat penting untuk dipantau.

Ini mengingat warga negara Indonesia yang berada di dua negara itu mayoritas adalah buruh migran asal Tanah Air. Pada 2009, Migrant Care juga melakukan pemantauan pelaksanaan pemilu (baik pemilu legislatif maupun pemilihan presiden) di dua negara ini dan mayoritas pemilihnya adalah buruh migran.

Sehari sebelum pencoblosan di Malaysia, Migrant Care Sehari sempat melakukan survei kepada buruh migran yang ada di Malaysia.

"Ternyata banyak di antara mereka belum tahu mengenai Pemilu Pendahuluan. (Mereka) bahkan masih tetap menganggap bahwa Pemilu Legislatif akan berlangsung pada tanggal yang sama dengan penyelenggaraan di Tanah Air, 9 April 2014," demikian Migrant Care dalam rilis yang diterima Liputan6.com, Minggu (6/4/2014) malam.

Sekalipun Panitia Pemilu Luar Negeri (PPLN) telah membuat buku panduan Pemilu 2014 yang dapat dijadikan sarana sosialisasi, ternyata belum menyentuh seluruh WNI di Malaysia. "Sayang sekali buku tersebut dibagikan pada saat hari pemungutan suara," kata Migrant Care.

Migrant Care melakukan pemantauan di TPS-TPS yang berada di KBRI Kuala Lumpur, KBRI Singapore, Wisma Duta (Rumah Dinas Duta Besar RI untuk Malaysia) Kuala Lumpur dan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur. Migrant Care juga mencek silang dropping box di kawasan industri Western Digital di pinggiran Kota Kuala Lumpur.

Pemungutan suara tak hanya dilakukan melalui mekanisme pencoblosan langsung di TPS. Namun juga melalui mekanisme pos surat dan dropping box. Bagi para buruh migran yang berada di kawasan-kawasan Industri dan perkebunan, mereka menggunakan mekanisme dropping box. Mekanisme pos surat juga masih diterapkan.

Baca juga:

Belasan Ribu WNI Antusias Mencoblos di KBRI Singapura
Amankan Pemilu, Polisi Bersiaga Satu Hari Sebelum Pencoblosan
Polisi Berbaju Preman Singapura Amankan Pileg di KBRI