Bahaya Gas Air Mata Pada Tubuh, Sebabkan Iritasi Ringan Hingga Kematian

Oleh Woro Anjar Verianty pada 03 Okt 2022, 11:15 WIB
Diperbarui 03 Okt 2022, 11:15 WIB
Potret Tragedi Kerusuhan Stadion Kanjuruhan Malang yang Tewaskan 127 Orang
Perbesar
Polisi dan tentara berdiri di tengah asap gas air mata saat kerusuhan pada pertandingan sepak bola antara Arema Vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, 1 Oktober 2022. Ratusan orang dilaporkan meninggal dunia dalam tragedi kerusuhan tersebut. (AP Photo/Yudha Prabowo)

Liputan6.com, Jakarta Bahaya gas air mata menjadi perhatian setelah penggunaannya untuk meredakan aksi kerusuhan yang terjadi di lapangan bola dalamĀ tragedi Kanjuruhan Malang. Penggunaan gas air mata juga disorot setelah diketahui bahwa penggunaannya dilarang oleh FIFA di dalam stadion sepak bola karena bahaya gas air mata yang dapat mengancam jiwa.

Bahaya gas air mata bisa langsung dirasakan oleh tubuh saat tubuh terpapar gas air mata. Gejala yang muncul mulai dari rasa sakit ringan berupa mata merah, panas, gatal dan penglihatan kabur, hingga berat seperti menyebabkan gangguan sistem pernapasan.

Serangan jantung juga menjadi salah satu bahaya gas air mata, jika seseorang terkena paparan gas air mata dalam dosis tinggi dan dalam waktu lama di area tertutup. Hal ini karena gas air mata dapat menyebabkan peningkatan denyut jantung dan tekanan darah, yang kemudian meningkatkan resiko terjadinya serangan jantung.

Untuk lebih memahami dampak dan bahaya gas air mata pada tubuh, berikut ini Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber tentang bahaya gas air mata dan cara mengatasinya, Senin (3/10/2022).

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Bahaya Gas Air Mata Pada Tubuh

FOTO: Ribuan Pengunjuk Rasa Serbu Kediaman Resmi Presiden Sri Lanka
Perbesar
Para pengunjuk rasa bereaksi setelah polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan mereka di Kolombo, Sri Lanka, 9 Juli 2022. Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe meminta pembicara untuk memanggil parlemen, kata pernyataan dari kantor perdana menteri. (AP Photo/Amitha Thennakoon)

Gas air mata adalah istilah umum untuk bahan kimia yang mengiritasi kulit, paru-paru, mata, dan tenggorokan. Ada efek kesehatan jangka panjang langsung dan potensial dari paparannya. Gas air mata dapat menyebabkan gejala yang lebih parah pada orang dengan kondisi kesehatan yang mendasarinya.

Terlepas dari namanya, gas air mata bukanlah gas. Ini terdiri dari bahan kimia padat atau cair, biasanya dalam bentuk semprotan atau bubuk. Zat ini bereaksi dengan kelembaban menyebabkan rasa sakit dan iritasi. Inilah sebabnya mengapa hal itu terutama mempengaruhi area lembab tubuh, seperti mata, mulut, tenggorokan, dan paru-paru.

Gas air mata dapat terdiri dari banyak bahan kimia yang berbeda. Ini termasuk kloroasetofenon (CN), chlorobenzylidene malononitrile (CS), klorokuin (PS), bromobenzyl cyanide (CA), dibenzoxazepine (CR) dan kombinasi bahan kimia yang berbeda

Nama lain untuk jenis gas air mata termasuk fuli, semprotan merica, semprotan capsicum, dan agen anti huru hara. Kekuatan gas air mata bervariasi. Paparan versi yang lebih terkonsentrasi atau paparan yang lama dapat memperburuk gejala.

Gas air mata pada awalnya dikembangkan sebagai senjata kimia untuk penggunaan militer. Senjata kimia ini sekarang dilarang dalam peperangan karena bahaya jangka panjangnya. Namun, gas air mata biasanya digunakan oleh polisi atau personel militer untuk membubarkan massa, atau pada protes untuk menghentikan pergerakan orang.

Ada pedoman ketat untuk penggunaan gas air mata di depan umum. Ini termasuk menembakkan gas air mata dari jarak jauh, hanya menggunakannya di luar ruangan, dan menggunakan campuran bahan kimia dengan kekuatan serendah mungkin.


Bahaya Gas Air Mata Pada Tubuh Jangka Pendek

Potret Tragedi Kerusuhan Stadion Kanjuruhan Malang yang Tewaskan 127 Orang
Perbesar
Polisi menembakkan gas air mata saat kerusuhan pada pertandingan sepak bola antara Arema Vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, 1 Oktober 2022. Menurut Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, hingga saat ini terdapat kurang lebih 180 orang yang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit tersebut. (AP Photo/Yudha Prabowo)

Gejala akan langsung muncul saat tubuh terpapar gas air mata, dimulai dengan efek ringan yang meliputi mata berair, terbakar dan kemerahan, penglihatan kabur, terbakar dan iritasi di mulut dan hidung, kesulitan menelan, mual dan muntah, sulit bernafas, batuk, mengi, iritasi kulit dan ruam.

Seseorang mungkin juga merasakan sensasi sesak di dada, atau merasa tersedak. Efek ringan dari gas air mata ini akan hilang dalam 15 sampai 20 menit. Selain paparan gas air mata pada tubuh, tabung yang digunakan untuk menembakkan zat ini juga dapat menyebabkan cedera. Benturan tabung juga dapat mengakibatkan kerusakan pada wajah, mata, atau kepala.


Bahaya Gas Air Mata Pada Tubuh Jangka Panjang

Foto: Nasib Malang Sepak Bola Indonesia, 127 Orang Kehilangan Nyawa di Stadion Kanjuruhan
Perbesar
Tetapi pihak keamanan melakukan kebijakan yang kontroversial. Mereka justru menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa yang terus merengsek ke dalam lapangan. Langkah tersebut justru membuat kondisi di lapangan makin runyam. (AP/Yudha Prabowo)

Jika seseorang meninggalkan area di mana terdapat gas air mata dan gejala atau efek yang muncul segera hilang, risiko cedera jangka panjang dari gas air mata lumayan rendah. Namun, para ilmuwan masih belum cukup tahu tentang efek gas air mata yang tersisa pada tubuh.

Paparan gas air mata di dalam ruangan, atau dalam jumlah besar, dapat menimbulkan efek kesehatan yang serius. Ini termasuk glaucoma, kebutaan, luka bakar kimia dan gagal napas. Sebuah studi dari data yang dikumpulkan selama 25 tahun melihat efek gas air mata pada tubuh. Gas air mata menyebabkan cedera parah, cacat permanen, dan kematian.

Ada dua kematian yang tercatat dari 5.910 orang dalam penelitian ini. Yang pertama, pelepasan gas air mata di rumah seseorang menyebabkan kematian karena gagal pernapasan. Kematian kedua melibatkan dampak tabung gas air mata yang menyebabkan cedera kepala yang fatal.

Dalam penelitian ini, 58 orang melaporkan cacat permanen setelah terpapar gas air mata. Disabilitas tersebut antara lain masalah pernapasan, efek kesehatan mental, kebutaan, kerusakan otak, kehilangan penggunaan anggota badan dan amputasi anggota.


Cara Mengatasi Bahaya Gas Air Mata

Tembakan Gas Air Mata Bubarkan Aksi Massa
Perbesar
Petugas kepolisian menembakkan gas air mata saat berupaya membubarkan massa yang menggelar aksi di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (11/4/2022). Situasi mulai memanas akibat sejumlah pengunjuk rasa melempari petugas dengan berbagai benda. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Saat seseorang menghadapi gas air mata, terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah paparannya dan meminimalisir bahaya dari paparan gas air mata, diantaranya adalah:

1. Pertama, anda harus menjauh dari gas air mata. Anda harus segera meninggalkan gedung jika mereka berada di dalam ruangan, mendapatkan udara segar, dan mencoba mencari tempat yang lebih tinggi untuk tetap berada di atas bahan kimia. Jika ada gas air mata di luar ruangan, orang harus tetap berada di dalam gedung dengan jendela dan pintu tertutup.

2. Pastikan untuk menutup mulut dan hidung dengan kain bersih atau bagian dalam jaket. Masker debu dan kacamata juga dapat memberi perlindungan lebih dari paparan gas air mata.

3. Lepaskan pakaian yang terkontaminasi gas air mata secepat mungkin, tanpa menariknya ke atas kepala. Kemudian masukan pakaian ini dalam kantong plastik dan pastikan membuangnya pada pembuangan sampah medis.

4. Segera cuci muka dan tubuh dengan sabun dan air untuk menghilangkan bahan kimia yang mungkin menempel. Gunakan banyak air untuk mengencerkan zat gas air mata dengan cepat. Cuci juga kacamata atau perhiasan sebelum memakainya lagi.

5. Jika anda juga mengalami luka bakar kimia maka anda perlu segera mencari pertolongan medis. Perawatan standar untuk luka bakar pertama yang bisa dilakukan adalah membilas semua sisa bahan kimia dari kulit, dinginkan dengan air dan oleskan pembalut bersih untuk melindunginya.

6. Jika mengalami mata terbakar atau berair, segera bilas mata selama 10-15 menit dengan air bersih. Lepaskan juga lensa kontak jika anda menggunakannya. Tujuannya adalah untuk menghilangkan semua jejak bahan kimia untuk mencegah kerusakan mata lebih lanjut.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya