Valid Adalah Sah dan Sesuai Ketentuan, Berikut Pengertian dan Contohnya

Oleh Mabruri Pudyas Salim pada 29 Sep 2022, 19:00 WIB
Diperbarui 29 Sep 2022, 19:00 WIB
Dokumen Bank BRI
Perbesar
Bank BRI menanggapi terkait kasus nasabah kehilangan uang dengan beberapa fakta. Hal itu dilengkapi dengan dokumen-dokumen yang valid dan sah.

Liputan6.com, Jakarta Valid adalah kata yang belakangan cukup populer penggunaannya di media sosial. Valid adalah sebuah kata sifat yang menunjukkan sebuah nilai keabsahan sesuatu.

Sesuatu yang dianggap valid adalah sesuatu yang sesuai dengan kenyataan. Valid adalah kata yang bisa digunakan dalam berbagai konteks percakapan, termasuk dalam perdebatan, seperti dalam ungkapan argumen yang valid.

Argumen yang valid adalah argumen yang didasarkan pada fakta, hukum, atau logika. Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat dipahami bahwa valid adalah sifat dari kesesuaian suatu pernyataan atau argumen yang tidak terbantahkan karena sesuai dengan fakta, hukum yang berlaku, dan logis.

Di samping itu, masih ada beberapa pengertian lain dari kata valid. Untuk memahami pengertian valid, berikut adalah penjelasannya berdasarkan sejumlah sumber yang telah dirangkum Liputan6.com pada Kamis (29/9/2022).

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Arti Kata Valid Menurut KBBI

Untuk mencari pengertian dan arti kata, rujukan yang paling tepat tentu saja adalah kamus. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), valid adalah kata sifat yang memiliki tiga makna. Valid adalah menurut cara yang semestinya; berlaku; sahih.

Dari makna berdasar KBBI dapat diuraikan lebih luas lagi dengan berbagai macam contoh, sebagai berikut:

(1) Tes dikatakan valid jika sesuai dengan materi yang diajarkan oleh guru.

Berdasarkan contoh kalimat (1) dapat dipahami bahwa valid adalah sifat yang sesuai. Sebuah tes dikatakan valid jika soal-soal dalam tes adalah materi yang telah diajarkan. Sebaliknya, jika soal dalam tes berisi materi yang belum diajarkan makan tes tersebut tidak sah atau invalid.

(2) Berkas yang valid adalah berkas yang sudah ditandatangani pihak yang berwenang.

Dalam kalimat (2) menunjukkan arti valid adalah berlaku. Artinya sebuah berkas baru berlaku atau memiliki kekuatan hukum ketika sudah ditandatangani oleh pejabat yang berwenang.


Hadits Sahih

Islamic School of Xinjiang 'Pencetak' Santri Kelas Dunia
Perbesar
Berkostum baju koko dan peci khas Uighur, China, para siswa duduk rapi di dalam kelas. Membaca buku hadis Al Bukhari Muslim Aksara. (Liputan6.com/Arie Mega Prastiwi)

Menurut KBBI, pengertian ketiga dari kata valid adalah sahih. Sementara itu, KBBI sendiri mengartikan sahih sebagai sah; benar; sempurna; tiada cela (dusta, palsu); sesuai dengan hukum (peraturan).

Sedangkan kata sahih sendiri biasanya digunakan untuk menilai kualitas suatu dalil dalam agama Islam yang berupa hadits. Kata sahih secara etimologi, seperti dikutip dari Merdeka.com,  berasal dari kata shahha, yashihhu, suhhan wa shihhatan wa shahahan, yang menurut bahasa berarti yang sehat, yang selamat, yang benar, yang sah dan yang benar. Maka hadist shahih menurut bahasa berarti hadist yang sah, hadist yang sehat atau hadist yang selamat.

Ibnu Hajar al-Asqalani mendefinisikan hadist sahih dengan lebih ringkas yaitu: "Hadist yang diriwayatkan oleh orang–orang yang adil, sempurna kedzabittannya, bersambung sanadnya, tidak ber'illat dan tidak syadz."

Dari kedua pengertian di atas, dapat dipahami bahwa hadist sahih merupakan hadist yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW, yang sanadnya bersambung, perawinya adil, kuat ingatannya atau kecerdasannya, tidak ada cacat atau rusak.

Berdasarkan sejumlah penjelasan tersebut, dapat dipahami bahwa valid adalah sifat dari sesuatu, baik itu argumen, berkas, hadits, atau apapun yang dianggap sah, benar, sesuai dengan syarat-syarat tertentu.


Arti Kata Valid dalam Bahasa Inggris

Ilustrasi Valid Name
Perbesar
Forum Liputan6

Meski penggunaannya sudah lumrah dalam percakapan bahasa Indonesia, baik dalam konteks pergaulan maupun dalam ragam baku, valid sendiri sebenarnya merupakan kata yang berasal dari bahasa Inggris. dalam bahasa Inggris pun, penulisannya juga "valid."

Menurut Cambridge Dictionary, kata valid juga memiliki beberapa makna. Meski demikian, dari sejumlah makna tersebut, ada satu komponen makna yang sama, yakni mengacu pada sifat. Berikut adalah sejumlah arti kata valid menurut Cambridge Dictionary.

Valid adalah sifat yang berdasar pada kebenaran atau nalar; bisa diterima. Valid adalah sah menurut serangkaian ketentuan resmi yang sering kali menyertakan batas waktu. Valid adalah memiliki kekuatan hukum. Valid adalah diterima oleh sistem komputer karena benar.

Dari sejumlah pengertian tersebut, dapat dipahami bahwa valid adalah kata yang sering muncul dalam percakapan yang berkenaan dengan suatu pernyataan atau argumen; keabsahan suatu dokumen atau berkas; berlakunya sesuatu seperti tiket atau paspor; data yang dianggap benar oleh sistem komputer.


Argumen yang Valid

Ilustrasi Berdebat
Perbesar
Ilustrasi berdebat (dok. Pexels.com/Putu Elmira)

Menurut Daily Philosophy, argumen yang valid adalah argumen yang kesimpulannya tidak mungkin salah jika premisnya benar. Dengan kata lain, dalam argumen yang valid, setiap kali premisnya benar, kesimpulannya juga harus benar.

Setiap argumen terdiri dari sejumlah pernyataan, yang disebut premis. Premis adalah pernyataan-pernyataan yang menawarkan dukungan bahwa pernyataan lain, yang disebut kesimpulan, adalah benar. Sebagai contoh:

Premis 1: Jika saya lapar, saya akan pergi ke restoran di ujung jalan.

Premis 2: Saya lapar.

Kesimpulan: Saya akan pergi ke restoran di ujung jalan.

Adalah penting bahwa dalam argumen yang valid, premis-premisnya memastikan bahwa kesimpulannya benar. Dalam contoh di atas, dengan asumsi bahwa premis-premisnya benar, kesimpulannya juga harus benar. Jika kesimpulannya tidak benar, maka setidaknya salah satu premisnya juga tidak benar. Argumen seperti itu disebut argumen deduktif.

Sebaliknya, jika premis-premis itu hanya memungkinkan, tetapi tidak pasti bahwa kesimpulannya benar, maka argumen tersebut disebut argumen induktif. Sebagai contoh:

Premis 1: Jika saya lapar, saya terkadang pergi ke restoran di ujung jalan.

Premis 2: Saya lapar.

Kesimpulan: Saya pergi ke restoran di ujung jalan.

Di sini saya tidak yakin akan pergi ke restoran itu, karena saya melakukannya hanya kadang-kadang. Jadi kali ini mungkin salah satu waktu di mana saya tidak pergi ke sana. Dari argumen ini saja tidak mungkin untuk memastikan apakah saya akan pergi ke restoran itu atau tidak.

Dalam argumen yang valid, tidak mungkin kesimpulannya salah jika premisnya benar.

Argumen deduktif adalah argumen di mana kesimpulannya pasti; sedangkan argumen induktif adalah argumen di mana kesimpulannya mungkin, tetapi tidak pasti.


Dokumen atau Berkas yang Valid

SIM Keliling beroperasi di Masjid At-Tin Jakarta Timur
Perbesar
Warga mengurus Surat Izin Mengemudi (SIM) di mobil layanan SIM Keliling Masjid At-Tin, Jakarta Timur, Kamis (4/6/2020). Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengoperasikan kembali layanan mobil SIM Keliling untuk mengantisipasi antrean pemohon. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Dokumen yang valid secara umum memiliki kekuatan hukum dan berlaku sesuai dengan ketentuan dan persyaratan hukum yang berlaku. dokumen yang valid biasanya juga terikat dengan masa berlaku, misalnya saja Surat Izin Mengemudi (SIM).

Menurut lama Kepolisian Negara republik Indonesia, SIM (Surat Izin Mengemudi) adalah bukti registrasi dan identifikasi yang diberikan oleh Polri kepada seseorang yang telah memenuhi persyaratan administrasi, sehat jasmani dan rohani, memahami peraturan lalu lintas dan terampil mengemudikan kendaraan bermotor.

Dari pengertian tersebut dapat dipahami bahwa SIM dikatakan valid jika didapatkan sesuai dengan prosedur tertentu yang diakui secara hukum. Dalam hal ini, untuk mendapatkan SIM yang valid, pemohon harus menjalani serangkaian proses registrasi atau pendaftaran dengan memenuhi sejumlah persyaratan administrasi.

Persyaratan administrasi ini biasanya adalah Kartu Tanda Penduduk (KTP), surat keterangan dokter untuk menyatakan pemohon dinyatakan sehat secara jasmani, dan surat keterangan psikolog untuk menyatakan pemohon sehat secara rohani.

Setelah memenuhi persyaratan administrasi, pemohon akan menjalani serangkaian tes, baik tes tertulis untuk mengetahui pengetahuan pemohon mengenai aturan lalu lintas, serta tes praktik untuk melihat sejauh mana keterampilan pemohon dalam berkendara.

Setelah dinyatakan lolos serangkaian tes tersebut, pihak yang berwenang dalam hal ini Polri, akan menerbitkan SIM untuk diberikan kepada pemohon. Dalam SIM tercantum data pemilik SIM dan keterangan jenis SIM, yang menunjukkan jenis kendaraan macam apa yang diizinkan untuk dikendarai oleh pemilik SIM.

Dokumen tersebut dianggap valid jika didapatkan melalui prosedur dengan memenuhi syarat-syarat tertentu. SIM yang valid adalah sim yang diterbitkan oleh Polri. Valid atau tidaknya SIM juga tergantung dari masa berlakunya.

Masa berlaku SIM di Indonesia adalah lima tahun. Jika melewati batas masa berlaku, maka SIM sudah tidak lagi valid untuk digunakan. Oleh karena itu, sebelum masa berlaku SIM habis, pemilik SIM harus memperpanjang masa berlaku dengan melakukan registrasi ulang.

Dari penjelasan dan contoh yang sudah dipaparkan, dapat dipahami bahwa valid adalah sifat yang dianggap sah, benar berdasarkan fakta atau logika, sempurna, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya