Struktur Teks Persuasi adalah Ada Tiga, Simak Penjelasannya

Oleh Laudia Tysara pada 27 Sep 2022, 09:15 WIB
Diperbarui 27 Sep 2022, 09:15 WIB
Penerapan Epilog dalam Cerita
Perbesar
Ilustrasi Membaca Buku Credit: pexels.com/Melanie

Liputan6.com, Jakarta - Memahami struktur teks persuasi adalah bagian terpenting untuk bisa menuliskannya dengan sempurna. Struktur teks persuasi adalah ada tiga, yakni pengenalan isu, merangkai argumen, dan membuat pernyataan ajakan.

Dalam buku berjudul Keterampilan Dasar Menulis (2004) oleh Muhammad Yunus dan Suparno, teks persuasi adalah karangan yang ditujukan untuk memengaruhi sikap dan pendapat pembaca mengenai sesuatu hal yang disampaikan penulisnya.

Adanya struktur teks persuasi adalah menjadikan sebuah kalimat ajakan menjadi lebih mudah diterima. Teks persuasi adalah sama dengan teks persuasif. Persuasi merujuk pada kata benda dan persuasif merujuk pada sifat bujukan.

Agar lebih memahaminya, berikut Liputan6.com ulas lebih mendalam tentang struktur teks persuasi dan jenis-jenis teks persuasi, Selasa (27/9/2022).

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Struktur Teks Persuasi dan Penjelasannya

Pengertian Ambigu
Perbesar
Ilustrasi Membaca Buku Credit: pexels.com/Piho

Memahami teks persuasi adalah karangan yang berisi ajakan atau bujukan. Struktur teks persuasi adalah dalam teks persuasi ini memegang peranan penting untuk menjadikan ajakan atau bujukan lebih mudah diterima.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menjelaskan teks persuasi adalah ajakan kepada seseorang dengan cara memberikan alasan dan prospek baik yang bisa meyakinkannya atau berupa bujukan halus. Teks persuasi adalah karangan yang bertujuan membuktikan pendapat.

Dalam buku berjudul Keterampilan Dasar Menulis (2004) oleh Muhammad Yunus dan Suparno, teks persuasi adalah karangan yang ditujukan untuk memengaruhi sikap dan pendapat pembaca mengenai sesuatu hal yang disampaikan penulisnya.

Apakah struktur teks persuasi dan struktur teks persuasif itu berbeda? Teks persuasi dan teks persuasif ini sama, sama-sama bertujuan meyakinkan dengan bujukan yang halus. Persuasif adalah sebuah teks dengan sifat membujuk. Sementara persuasi adalah murni bujukan halus.

Struktur teks persuasi adalah terdiri dari tiga hal penting. Dalam buku berjudul Materi Umum Bahasa Indonesia SMP oleh Hari Wibowo dan Iin Hendriyani, struktur teks persuasi adalah berupa pengenalan, rangkaian argumen, dan ajakan. Ini penjelasan dari stuktur teks persuasi tersebut:

1. Pengenalan Isu (Pengantar Permasalahan)

Struktur teks persuasi adalah pertama memaparkan pengenalan isu atau pengantar dari permasalahan yang akan dibahas. Pengenalan isu pada struktur teks persuasi adalah bagian yang berisi awalan atau pengantar, tentang topik dasar yang menjadi pembahasan.

2. Rangkaian Argumen (Pendapat Penulis dan Fakta-Fakta)

Struktur teks persuasi adalah berupa rangkaian argumen. Bagian dari argumen pada struktur teks persuasi adalah berisikan pendapat penulis dan fakta-fakta yang bisa meyakinkan pembaca. Ini berisi sejumlah pendapat penulis terkait topik yang telah dipaparkan sebelumnya.

Penulis sangat perlu mengemukakan data atau fakta, untuk memperkuat argumen. Rangkaian argumen pada struktur teks persuasi adalah bagian paling penting sebelum mengemukakan ajakan di bagian akhirnya. Data dan fakta yang bisa diterima atau masuk akal, akan memudahkan penulis membujuk pembaca secara halus.

3. Pernyataan Ajakan

Struktur teks persuasi adalah bagian akhir berupa pernyataan ajakan. Bagian pernyataan struktur teks persuasi adalah bagian penting terakhir dari sebuah teks persuasi. Pada struktur teks persuasi ini, akan berisi berbagai ajakan/dorongan kepada pembacanya, agar melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang diinginkan penulis.


Jenis-Jenis Teks Persuasi dan Penjelasannya

Ciri Teks Biografi
Perbesar
Ilustrasi Membaca Buku Credit: pexels.com/Proverbs

Apabila sudah memahami struktur teks persuasi adalah terdiri dari tiga hal penting, kemudian ketahui jenis-jenis teks persuasi. Liputan6.com lansir dari berbagai sumber, ada empat jenis teks persuasi yang perlu diketahui. Ini penjelasannya:

1. Persuasi Advertensi atau Iklan

Jenis teks persuasi iklan adalah dimanfaatkan terutama dalam dunia usaha untuk memperkenalkan suatu barang atau bentuk jasa. Teks persuasi iklan adalah diharapkan pembaca atau pendengar menjadi kenal, senang, ingin memiliki barang atau memakai jasa yang ditawarkan.

2. Persuasi Politik

Jenis teks persuasi politik adalah dipakai oleh orang-orang yang berkecimpung di bidang politik dan kenegaraan. Teks persuasi politik adalah biasa digunakan untuk kampanye, dan lainnya.

3. Persuasi Propaganda

Jenis teks persuasi propaganda adalah isinya berupa banyak informasi. Tujuan dari teks persuasi propaganda adalah tidak hanya penyebaran informasi. Melainkan persuasi propaganda adalah diharapkan pembaca atau pendengar mau dan sadar untuk berbuat sesuatu.

4. Persuasi Pendidikan

Jenis teks persuasi pendidikan adalah digunakan oleh orang-orang yang berkecimpung di bidang pendidikan. Kemudian digunakan untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan. Memahamkan siswa atau mahasiswa akan suatu hal.

Itulah jenis-jenis teks persuasi yang perlu diketahui. Proses pembuatan teks persuasi, tidak hanya struktur teks persuasi yang wajib diperhatikan. Penulis harus memperhatikan betul masalah etika, emosi, dan logika dalam sebuah karangan.

Dalam buku berjudul Yuk Ungkap Idemu Melalui Teks Persuasi hingga Teks Tanggapan (2019) oleh Try Astuti, pembuatan teks persuasi adalah memperhatikan etika sebagai perilaku sopan dan santun. Kemudian emosi berkaitan dengan perasaan pembaca atau pendengar. Terakhir logika sebagai penjelasan masuk akal dan membuat pembaca atau pendengar yakin dan percaya.

Pada proses pembuatan teks persuasi adalah penulis harus memiliki empati yang tinggi, fokuskan tulisan pada audiens dan bukan pada lawan. Kemudian ciptakan satu frasa yang mudah diingat pembaca dan pendengar dalam tempo waktu yang lama. Akhiri dengan harapan akan sebuah tindakan.

 

 

 

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya