4 Penyebab Penyakit Kusta, Gejala, Jenis serta Cara Pengobatan yang Perlu Diketahui

Oleh Silvia Estefina Subitmele pada 15 Sep 2022, 14:05 WIB
Diperbarui 15 Sep 2022, 14:05 WIB
Kehidupan Para Penderita Kusta di Vietnam
Perbesar
Penderita kusta Nguyen Van Phuc menunjukkan tangannya di kompleks RS Van Mon Leprosy, Thai Binh, Vietnam, Kamis (10/1). Penderita kusta di Vietnam terus menurun berkat peningkatan kesehatan, kebersihan, dan kesadaran. (Manan Vatsyayana/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Penyakit Hansen atau yang sering dikenal sebagai penyakit kusta, terjadi karena infeksi yang yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae yang berkembang dengan lambat. Penyebab penyakit kusta karena bakteri ini, akan sangat berpengaruh pada saraf, kulit, mata, hingga lapisan hidung. Dengan melakukan diagnosis dan pengobatan dini, maka penyakit ini dapat disembuhkan.  

Penyakit kusta sudah ada sejak zaman dahulu, dan bahkan orang-orang ikut mengisolasi dan menghindari penderita kusta karena penyakit ini sangat sulit untuk dipahami. Melansir dari laman clevelandclinic.org, penyebab penyakit kusta bisa ditangani dengan pengobatan yang efektif juga tepat, sehingga penderita tidak perlu melakukan isolasi.

Melansir dari laman cdc.gov, penyakit kusta pernah sangat ditakuti sebagai penyakit yang sangat menular yang mematikan. Namun untuk sekarang, penyakit ini tidak dapat menyebar dengan mudah dan pengobatannya juga sangat efektif. Penyebab penyakit kusta yang disebabkan karena bakteri ini, jika tidak diobati dan mendapatkan penanganan tepat, maka akan memicu kerusakan saraf yang mengakibatkan kelumpuhan hingga mengalami kebutaan.

Berikut ini penyebab penyakit kusta yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (15/9/2022). 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Penyakit Kusta

Kusta
Perbesar
Kusta

Penyakit kusta merupakan salah satu infeksi yang terjadi karena bakteri yang disebut Mycobacterium leprae. Pertumbuhan bakteri ini juga sangat lambat, serta memerlukan waktu kurang lebih hingga 20 tahun untuk mengembangkan tanda-tanda infeksi.

Penyakit ini sangat berpengaruh terhadap saraf, kulit, mata, bahkan lapisan hidung. Perlu diketahui bahwa bakteri ini dapat menyerang sistem saraf, yang memicu bengkak di bawah kulit. 

Melansir dari laman cdc.gov, bahkan untuk setiap tahun kurang lebih sekitar 150 orang di Amerika Serikat dan 250.000 di seluruh dunia lainnya juga terkena penyakit tersebut. Bahkan di masa lalu, penyakit Hansen atau yang lebih dikenal dengan kusta ini sangat ditakuti sebagai penyakit menular.

Namun untuk sekarang, masih banyak stigma dan prasangka tentang penyakit ini, sehingga seringkali penderita penyakit kusta didiskriminasi di banyak tempat. Oleh karena itu, komitmen yang dilakukan secara berkelanjutan untuk memerangi stigma buruk ini, bisa melalui pendidikan dalam meningkatkan akses ke pengobatan yang mengarah pada dunia yang bebas dari penyakit yang sepenuhnya dapat diobati ini.

Namun perlu diketahui bahwa jika penyakit kusta tidak diobati dengan segera, maka dapat memicu kerusakan saraf dapat mengakibatkan kelumpuhan tangan dan kaki. Dalam kasus yang sangat lanjut, penderita kusta mungkin mengalami beberapa cedera karena kurangnya sensasi, dan akhirnya tubuh dapat menyerap kembali jari-jari yang terkena dari waktu ke waktu, mengakibatkan hilangnya jari kaki dan jari. 

Oleh sebab itu, dengan melakukan diagnosis dan pengobatan dini biasanya dapat mencegah kecacatan yang diakibatkan oleh penyakit tersebut. Orang yang menderita penyakit kusta, dapat terus bekerja dan menjalani kehidupan yang aktif. Setelah pengobatan dimulai, orang tersebut tidak lagi menular. Namun, sangat penting untuk menyelesaikan seluruh pengobatan seperti yang diarahkan oleh dokter.


Penyebab Penyakit Kusta

Penanganan kusta di Indramayu
Perbesar
Petugas sedang memeriksa pasien diduga kusta di Dusun Pondok Asem Jengkok, Indramayu, Jawa Barat, Selasa (5/7/2022).

1. Perlu diketahui bahwa ketika Anda melakukan kontak dekat dengan bakteri Mycobacterium leprae maka dapat menyebabkan penyakit kusta.

2. Ketika melakukan sentuhan dengan hewan penyebar bakteri kusta, seperti armadillo maka kemungkinan untuk terkena penyakit kusta juga tinggi.

3. Menetap atau berkunjung ke kawasan endemik kusta

4. Memiliki gangguan pada sistem kekebalan tubuh

Perlu dipahami bahwa penyakit kusta meskipun tidak terlalu menular, namun dapat menyebar dari orang ke orang. Melansir dari sumber yang sama, para ahli tidak sepenuhnya memahami bagaimana penyakit ini menyebar dari satu orang ke orang lain, akan tetapi bakteri tersebut sangat mungkin ditularkan melalui tetesan udara ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin. Ketika bakteri dilepaskan ke lingkungan, orang lain dapat menghirupnya.

Kusta tidak bisa menular melalui pelukan, sentuhan tangan, duduk di sebelah orang yang terinfeksi atau bahkan kontak seksual. Bakteri mycobacterium leprae hanya tumbuh pada inang hidup, termasuk jenis armadillo tertentu. Bahkan penelitian telah mengkonfirmasi bahwa spesies armadillo asli Amerika Serikat bagian selatan dan Meksiko dapat membawa kusta dan menyebarkannya ke manusia.


Gejala dan Jenis Penyakit Kusta

Kehidupan Para Penderita Kusta di Vietnam
Perbesar
Penderita kusta Nguyen Quang Chieu duduk di ranjang kompleks RS Van Mon Leprosy, Thai Binh, Vietnam, Minggu (20/1). RS Van Mon Leprosy merupakan rumah sakit khusus kusta tertua di Vietnam. (Manan Vatsyayana/AFP)

a. Gejala Penyakit Kusta

Berikut gejala utama penyakit kusta yang dapat mempengaruhi kulit, saraf, dan selaput lendir adalah:

- Lesi besar yang berubah warna di dada seseorang 

- Bercak kulit yang berubah warna

- Pertumbuhan (nodul) pada kulit

- Kulit tebal, kaku atau kering

- Bisul tanpa rasa sakit di telapak kaki

- Kehilangan alis atau bulu mata

- Kelemahan atau kelumpuhan otot (terutama di tangan dan kaki)

- Pembesaran saraf (terutama di sekitar siku dan lutut dan di sisi leher)

- Masalah mata yang dapat menyebabkan kebutaan (ketika saraf wajah terpengaruh)

- Hidung tersumbat

- Mengalami mimisan

- Sensasi terbakar di kulit

b. Jenis Penyakit Kusta

- Kusta tuberkuloid

Seseorang dengan kusta jenis ini biasanya memiliki gejala ringan, serta hanya mengembangkan beberapa luka. Biasanya karena memiliki respon imun yang baik. Kusta tuberkuloid juga disebut kusta paucibacillary.

- Kusta lepromatosa

Orang dengan jenis kusta ini memiliki luka juga lesi yang menyebar luas sehingga mempengaruhi saraf, kulit dan organ. Dengan kusta lepromatosa, respon imun buruk dan penyakit lebih menular. Kusta lepromatosa juga disebut kusta multibasiler.

- Kusta perbatasan

Jenis kusta ini melibatkan gejala kusta tuberkuloid dan kusta lepromatosa. Kusta borderline juga disebut kusta dimorphus.


Cara Mengobati Penyakit Kusta

Pemeriksaan kusta
Perbesar
Tenaga kesehatan (nakes) sedang melakukan pemeriksaan pada pasien yang diduga kusta di Dusun Pondok Asem Jengkok, Indramayu bersama Yayasan NLR Indonesia, Selasa (5/7/2022).

Penyaklit kusa biasanya dilakukan pengobatan dengan kombinasi antibiotik. Biasanya, 2 atau 3 antibiotik digunakan secara bersamaan. Dengan strategi terpai obat yang dilakukan, akan sangat membantu mencegah perkembangan resistensi antibiotik oleh bakteri, yang mungkin terjadi karena lamanya pengobatan.

Kerita menderita penyakit kusta, maka beri tahu dokter Anda ketika mengalami mati rasa atau kehilangan perasaan di bagian tubuh tertentu atau bercak di kulit. Kondisi kesehatan ini mungkin disebabkan oleh kerusakan saraf akibat infeksi bakteri penyebab kusta. Saat ada dalam kondisi mati rasa dan kehilangan perasaan, berhati-hatilah untuk mencegah cedera yang mungkin terjadi, seperti luka bakar dan sayatan.

Cara mengobati penyakit ini juga bisa dilakukan, dengan minum antibiotik sampai dokter mengatakan perawatan Anda selesai. Jika Anda berhenti lebih awal, maka bakteri mungkin mulai tumbuh lagi dan Anda mungkin sakit lagi. Antibiotik yang digunakan selama pengobatan akan membunuh bakteri penyebab kusta.

Namun demikian, pengobatan dapat menyembuhkan penyakit dan mencegahnya bertambah parah, serta tidak membalikkan kerusakan saraf atau cacat fisik yang mungkin terjadi sebelum diagnosis. Oleh karena itu, dengan melakukan diagnosis penyakit sejak dini mungkin, tidak akan mengalami kerusakan saraf permanen.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya