10 Penyebab Haid Telat Selain Hamil dan Cara Mengatasinya

Oleh Husnul Abdi pada 18 Agu 2022, 19:10 WIB
Diperbarui 18 Agu 2022, 19:10 WIB
Penyebab Haid Telat Selain Hamil dan Cara Mengatasinya
Perbesar
Penyebab Haid Telat Selain Hamil dan Cara Mengatasinya Credit: freepik.com

Liputan6.com, Jakarta Penyebab haid telat biasanya dipengaruhi oleh berbagai kondisi. Hal ini tentu perlu diperharikan oleh setiap wanita. Seperti yang diketahui, panjang siklus menstruasi adalah 21-35 hari dihitung dari hari pertama menstruasi bulan ini, hingga hari pertama menstruasi berikutnya. 

Haid adalah perubahan fisiologis dalam tubuh wanita yang terjadi secara berkala dan dipengaruhi oleh hormon reproduksi estrogen dan progesteron. Pada umumnya, wanita mengalami 11-13 kali haid dalam setahun. Namun, tidak semua wanita memiliki siklus haid yang teratur, bisa lebih cepat atau lebih lambat. 

Penyebab haid telat kerap kali dikaitkan dengan kehamilan. Hal ini karena saat terjadi kehamilan, dinding rahim tidak luruh dan menjadi penyebab haid telat. Namun, kehamilan hanya salah satu penyebabnya. Penyebab telat haid tidak hanya kehamilan saja, bisa juga kondisi lainnya.

Setiap bulannya wanita akan mengalami menstruasi dengan siklus yang berbeda-beda. Wanita bisa mengalami menstruasi dengan tanggal selalu mundur atau selalu maju setiap bulannya dan ini termasuk normal. Namun, apabila telat haid kerap terjadi setiap bulannya, hal ini harus diwaspadai. Penyebab terlambat haid harus diketahui lebih dini atau bisa langsung berkonsultasi ke dokter.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (18/8/2022) tentang penyebab haid telat.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Penyebab Haid Telat

Perubahan pada Hormon
Perbesar
Ilustrasi Haid Credit: pexels.com/Jean

Stres

Penyebab haid telat selain hamil yang pertama yaitu kamu mengelami stres. Bagi seseorang yang tengah banyak beban pikiran biasanya berdampak terhadap waktu menstruasinya. Hal ini disebabkan karena stres memengaruhi perubahan hormon dan hipotalamus. Hipotalamus merupakan bagian otak yang bertanggung jawab mengatur siklus menstruasi. Selain menstruasi yang terlambat, kondisi ini bisa menjadi penyebab turun atau naiknya berat badan secara drastis. Jika merasa sedang stres kemudian menstruasi terlambat, coba lakukan meditasi. Tenangkan diri, ubah gaya hidup, dan hilangkan penyebab stres ini. 

Obesitas

Penyebab haid telat berikutnya adalah obesitas. Wanita yang memiliki berat badan berlebih bisa menyebabkan dirinya terlambat haid. Indeks massa tubuh wanita obesitas, yakni 25-30 yang akan mengalami keterlambatan ini. Wanita yang memiliki berat badan berlebihan akan mengalami perubahan hormon. Perubahan hormon inilah yang kemudian membuat menstruasi terlambat. Hormon yang dimaksud adalah insulin. Hormon insulin akan berubah kadarnya dan berakibat pada menstruasi yang terganggu. Kondisi ini juga bisa berarti ada kondisi kesehatan lain. Misalnya saja seperti PCOS dan hipotiroidisme yang juga dipengaruhi obesitas.

Kurus

Tak hanya berlebihan berat badan yang menjadi penyebab haid telat, badan yang terlalu kurus juga bisa menjadi salah satu penyebabnya. Berat badan yang rendah sudah pasti dipengaruhi oleh adanya gangguan nafsu makan. Kondisi ini disebut dengan istilah anoreksia nervosa. Tidak mendapat cukup asupan kalori dapat mengganggu produksi hormon untuk ovulasi. Indeks massa tubuh wanita yang memiliki berat badan rendah pasti kurang dari 18.5. Agar bisa segera mendapat menstruasi, atur pola makan lebih teratur. Hilangkan juga gangguan makan ini dengan konsultasi ke dokter.


Penyebab Haid Telat

Perubahan Kelenjar Tiroid
Perbesar
Ilustrasi Haid Credit: pexels.com/Stephanie

Merokok

Merokok merupakan penyebab haid telat yang harus kamu hindari. Hal ini berkaitan erat dengan zat-zat berbahaya di dalamnya. Misalnya saja seperti nikotin. Nikotin dapat memengaruhi hormon estrogen dan progesteron. Jadi, tidak heran jika pengaruhnya dapat mengganggu dan menyebabkan keterlambatan menstruasi.

Olahraga Berlebihan

Penyebab haid telat juga bisa dipengaruhi oleh olahraga yang berlebihan. Olahraga memang baik untuk kesehatan, namun jika dilakukan secara berlebihan akan berdampak buruk terhadap kesehatan. Olahraga yang dilakukan secara berlebihan bisa memengaruhi fisik dan juga hormon sehingga menstruasi jadi sering terlambat.

Obat-obatan

Penyebab haid telat selanjutnya yakni karena obat-obatan. Ada beberapa obat yang sebenarnya akan menjadi penyebab haid telat. Obat-obatan ini meliputi antidepresan, antipsikotik, obat tiroid, antikonvulsan, dan obat kemoterapi. Jadi, lebih baik konsultasikan dulu dengan dokter sebelum mulai mengonsumsinya. Agar dokter juga bisa mengganti obat lain yang tidak mengganggu menstruasi.


Penyebab Haid Telat

Ilustrasi Haid
Perbesar
Ilustrasi Haid Credit: pexels.com/Andrea

Menopause Dini

Menopause akan dialami wanita dengan rentang usia 45 hingga 55 tahun. Namun, ada juga wanita yang mengalaminya pada usia 40 tahun, kondisi seperti ini disebut dengan menopause dini. Hal ini tidak hanya menjadi penyebab haid telat, tetapi juga tanda pelepasan sel telur terhenti.

Alat Kontrasepsi

Penyebab telat haid selanjutnya yakni pengaruh alat kontrasepsi. Hal ini disebabkan karena pil KB mengandung hormon estrogen dan progestin. Hormon inilah yang dapat mencegah ovarium melepaskan sel telur. Setelah melakukan KB, sebagian wanita akan mengalami haid teratur lagi setelah enam bulan kemudian. Hal ini berlaku juga untuk program KB yang ditanam dan disuntikkan.

Siklus Menstruasi Abnormal

Apabila terjadi pola haid yang berubah tiba-tiba, maka ada baiknya konsultasi ke dokter. Sebab bisa saja menjadi tanda penyakit polip serviks, polip endometrium, kondisi pra-kanker (hiperplasia endometrium), atau bahkan kanker endometrium. Tanda-tanda timbunya penyakit tersebut di antaranya, waktu menstruasi lebih lama, volume darah keluar lebih banyak dari biasanya, atau bisa juga perdarahan setelah berhubungan seksual.

Selain itu, memiliki hormon prolaktin yang berlebihan juga bisa menjadi penyebab haid telat. Hormon ini biasanya dihasilkan pada kelenjar pituitari. Hormon ini biasanya meningkat saat sedang menyusui. Kelebihan hormon ini juga bisa menjadi tanda penyakit ginjal dan tumor kelenjar pituitari di otak. Bahkan, hormon ini juga dapat memengaruhi kinerja hormon estrogen dan progesteron. Hingga kondisi ini menyebabkan adanya keterlambatan menstruasi.

Kondisi Lainnya

Kondisi lainnya ini di antaranya yaitu masalah tiroid, PCOS, hingga penyakit celiac. Pertama, masalah tiroid merupakan penyebab haid telat yang tak boleh dianggap sepele. Terutama pada kelenjar tiroid yang terlalu aktif atau kurang aktif bekerja. Kondisi ini bisa mengganggu siklus menstruasi karena tiroid-lah yang mengatur metabolisme tubuh. Metabolisme yang terganggu akan semakin memperparah terlambatnya menstruasi.

Penyebab haid telat selanjutnya adalah Sindrom ovarium polikistik atau Polycystic ovary syndrome (PCOS). Kondisi ketika wanita memproduksi lebih banyak hormon androgen pria. Wanita ini tidak akan mengalami ovulasi dan tidak melepaskan sel telur setiap bulan. Selain menstruasi yang tidak teratur, kondisi ini akan ditandai dengan obesitas, jerawat, dan pertumbuhan rambut berlebih.

Penyebab haid telat juga bisa diakibatkan oleh penyakit celiac. Penyakit ini berpotensi menyebabkan peradangan serta menimbulkan kerusakan pada usus kecil. Kondisi tersebut akan menghalangi tubuh menyerap berbagai nutrisi penting, menimbulkan diare, dehidrasi, bahkan menjadi penyebab haid telat.


Cara Mengatasi Haid Telat

Cara Mengatasi Haid Tidak Lancar secara Alami dan Aman
Perbesar
Ilustrasi Yoga Credit: pexels.com/Alexy

Ada beberapa cara untuk memperlancar siklus haid, kamu bisa melakukan langkah-langkah berikut ini:

- Menerapkan pola hidup lebih sehat

- Makan makanan sehat gizi seimbang

- Mengonsumsi makanan dan minuman sumber vitamin D

- Olahraga secara rutin, namun tidak berlebihan

- Hindari olahraga atau aktivitas yang terlalu berat

- Menjaga berat badan tetap ideal

- Istirahat cukup

- Mengelola stres dengan baik

- Lakukan pengobatan, seperti terapi hormon, jika diperlukan

- Hindari mengonsumsi jamu atau obat herbal yang tak jelas atau obat-obatan tanpa resep dokter

- Melakukan pemeriksaan seperti pemeriksaan panggul, pap smear, tes darah, USG, dan biopsi endometrium

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya