16 Penyebab Penyakit Hernia dan Cara Mengobatinya

Oleh Laudia Tysara pada 10 Agu 2022, 15:25 WIB
Diperbarui 10 Agu 2022, 15:25 WIB
Gejala Usus Buntu hingga Gas Usus
Perbesar
Ilustrasi Sakit Perut. Credit: pexels.com/Polina

Liputan6.com, Jakarta - Memahami penyebab penyakit hernia adalah pengaruh organ tubuh yang menonjol melalui lubang di otot atau jaringan yang menahannya. Secara umum, penyebab penyakit hernia adalah pengaruh kelemahan dan ketegangan otot.

Penyakit hernia paling umum terjadi di dalam rongga perut antara dada dan pinggul. Meski penyakit hernia lebih sering terjadi di dalam rongga perut, Dr. Meredith Goodwin, MD, FAAFP melansir dari Health Line, pada Rabu (10/8/2022) menjelaskan pula bahwa penyakit hernia bisa muncul di daerah paha atas dan selangkangan.

Masalah hernia umumnya tidak secara langsung berbahaya hingga mengancam nyawa. Akan tetapi, penyakit hernia juga berisiko menyebabkan komplikasi. Cara mengobati penyakit hernia, dijelaskan harus disesuaikan dengan penyebab penyakit hernia dan jenis penyakit hernia. Bisa dengan konsumsi obat hingga pembedahan.

Berikut Liputan6.com ulas lebih mendalam penyebab penyakit hernia, cara mengobati penyakit hernia, dan jenis-jenis penyakit hernia, Rabu (10/8/2022).

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Penyebab Penyakit Hernia dan Penjelasannya

ilustrasi perut sakit/freepik
Perbesar
Ilustrasi perut sakit/freepik

Penyebab penyakit hernia adalah pengaruh kelemahan dan ketegangan otot. Perkembangan penyakit hernia sangat bergantung pada penyebab penyakit hernia secara jelas. Pada kondisi yang buruk, penyakit hernia akan berkembang dengan cepat, begitu juga sebaliknya.

Agar bisa terhindar dari masalah hernia atau sekadar ingin mengetahui penyebab penyakit hernia, simak penjelasan Dr. Meredith yang akan diulas kali ini. Ini penyebab penyakit hernia dan penjelasannya:

1. Penyebab penyakit hernia adalah kondisi bawaan, yang terjadi selama perkembangan di dalam rahim dan hadir sejak lahir.

2. Penyebab penyakit hernia adalah mengalami penuaan.

3. Penyebab penyakit hernia adalah mengalami kerusakan akibat cedera atau operasi.

4. Penyebab penyakit hernia adalah melakukan olahraga berat atau mengangkat beban berat.

5. Penyebab penyakit hernia adalah mengalami batuk kronis atau gangguan paru obstruktif kronik (PPOK).

6. Penyebab penyakit hernia adalah mendapat kehamilan, terutama memiliki kehamilan ganda atau kembar.

7. Penyebab penyakit hernia adalah mengalami sembelit, yang menyebabkan seseorang mengejan saat buang air besar.

8. Penyebab penyakit hernia adalah kelebihan berat badan atau obesitas.

9. Penyebab penyakit hernia adalah mengalami asites.

Kemudian penyakit hernia bisa berkembang karena faktor risiko penyebab penyakit hernia. Ini penjelasan faktor risikonya:

10. Faktor risiko penyebab penyakit hernia adalah lahir prematur atau memiliki berat badan lahir rendah

11. Faktor risiko penyebab penyakit hernia adalah menjadi lebih tua atau usia

12. Faktor risiko penyebab penyakit hernia adalah batuk kronis (kemungkinan karena peningkatan tekanan perut yang berulang)

13. Faktor risiko penyebab penyakit hernia adalah memiliki cystic fibrosis

14. Faktor risiko penyebab penyakit hernia adalah kelebihan berat badan atau obesitas

15. Faktor risiko penyebab penyakit hernia adalah merokok, yang menyebabkan melemahnya jaringan ikat.

16. Faktor risiko penyebab penyakit hernia adalah memiliki riwayat pribadi atau keluarga hernia.


Cara Mengobati Penyakit Hernia dan Penjelasannya

Ilustrasi operasi kecantikan (pixabay)
Perbesar
Ilustrasi operasi. (pixabay)

Apabila memiliki keluhan penyakit hernia, memahami cara mengobati penyakit hernia ini sangat diperlukan. Terutama mereka yang mengeluhkan gejala penyakit hernia seperti memiliki tonjolan yang seperti terbakar dan nyeri. Kemudian mengalami rasa tidak nyaman hingga sensasi berat karena tonjolan tersebut.

Cara mengobati penyakit hernia menurut Dr. Meredith, satu-satunya keputusan paling ampuh dan baik adalah melakukan operasi atau pembedahan. Pembedahan sebagai cara mengobati penyakit hernia adalah tergantung pada ukuran benjolan dan tingkat keparahan gejala penyakit hernia yang dialami penderita.

Sementara untuk cara mengobati penyakit hernia yang lain dan belum berisiko menimbulkan komplikasi, bisa mengandakan penopang khusus. Penopang khusus untuk cara mengobati penyakit hernia (truss atau pakaian dalam khusus) adalah bekerja dengan membantu menahan hernia tetap berada di tempatnya.

Kemudian cara mengobati penyakit hernia untuk jenis yang hiatus, bisa mengonsumsi obat bebas (OTC) dan obat resep. Tujuan cara mengobati penyakit hernia hiatus dengan konsumsi obat ini adalah mengurangi asam lambung untuk meredakan ketidaknyamanan dan memperbaiki gejala.

Obat untuk cara mengobati penyakit hernia hiatus yang dimaksud adalah antasida, penghambat reseptor H2, dan penghambat pompa proton.


Jenis-Jenis Penyakit Hernia dan Penjelasannya

Mencegah Tukak Lambung
Perbesar
Ilustrasi Sakit Perut Credit: pexels.com/Melanie

Apabila sudah memahami penyebab penyakit hernia dan cara mengobati penyakit hernia, kemudian ketahui macam-macam penyakit hernia. Ini penjelasan jenis-jenis penyakit hernia yang Liputan6.com lansir dari berbagai sumber:

1. Hernia Umbilikalis

Pada jenis penyakit hernia umbilikalis, kondisi sebagian usus akan menembus dinding otot perut yang ada di sekitar pusar. Tapi, sebenarnya kondisi ini justru banyak terjadi pada bayi yang baru lahir.

Untungnya, pada sebagian besar kasus, jenis penyakit hernia ini dapat menghilang sebelum bayi genap berusia 1 tahun. Jika belum menghilang, tindakan operasi baru akan dilakukan apabila benjolan ini sudah menetap hingga usia di atas 5 tahun atau kondisi benjolan sudah semakin besar.

2. Hernia Insisional

Sedangkan jenis penyakit hernia insisional, usus akan menembus dinding otot perut pada area yang pernah dilakukan operasi. Hernia tipe ini kerap muncul jika luka operasi tidak sembuh sempurna, seperti pernah mengalami infeksi pasca operasi.

Jenis penyakit hernia insisional biasanya dapat terjadi dalam kurun waktu 2 tahun pasca dilakukannya operasi dan kerap ditemukan pada orang-orang dengan usia lanjut maupun orang dengan berat badan berlebih.

3. Hernia Inguinalis

Kemudian, pada jenis penyakit hernia inguinalis, usus atau kandung kemih bisa menonjol melalui dinding perut dan area lipatan paha. Bahkan, hampir lebih dari 90% kasus penyakit hernia dikeluhkan dari area ini. Tapi, yang lebih berisiko terkena penyakit hernia jenis ini adalah kaum pria. Pasalnya, ada bagian yang secara alami kondisinya sangat lemah di area tersebut.

4. Hernia Epigastrika

Penyakit hernia epigastrika akan muncul ketika jaringan lemak menonjol lewat dinding perut, tepatnya yang terletak di antara pusar serta bagian bawah tulang dada. Jenis penyakit hernia ini, lebih umum terjadi pada pria dibandingkan wanita.

5. Hernia Hiatus

Sedangkan penyakti hernia hiatus cukup berbeda dengan jenis penyakit hernia lainnya. Sebab, pada penyakit hernia tipe ini, tepat di bagian atas lambung akan menonjol melwati hiatus. Hiatus sendiri adalah sebuah lubang yang terletak di area diafragma.

6. Hernia Femoralis

Kemudian, jenis penyakit hernia ini bisa terjadi ketika usus memasuki saluran yang dilalui pembuluh darah paha. Letak dari penyakit hernia ini lebih sedikit ke bawah dibandingkan hernia inguinalis. Benjolan yang terbentuk juga lebih kecil jika dibandingkan hernia inguinalis. Hernia femoralis umumnya menyerang kaum hawa, khususnya pada wanita hamil atau yang mengalami obesitas.

7. Hernia Spigelian

Hernia spigelian terjadi ketika sebagian usus mendorong jaringan ikat perut dan menjol di dinding perut depan kiri atau kanan bawah pusar.

8. Hernia Otot

Sedangkan Hernia otot, yang juga merupakan jenis hernia terakhir, terjadi saat ada sebagian otot yang mencuat pada abdomen atau perut. Olahragawan sering mengalami hernia jenis ini karena hernia otot sering terjadi pada otot kaki akibat cedera.

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya