Cara Mengobati Cacar Air yang Manjur dan Tidak Meninggalkan Bekas

Oleh Mabruri Pudyas Salim pada 09 Agu 2022, 11:00 WIB
Diperbarui 09 Agu 2022, 11:00 WIB
Demam dan Ruam pada Anak, Campak atau Cacar Air? (Africa Studio/Shutterstock)
Perbesar
Demam dan Ruam pada Anak, Campak atau Cacar Air? (Africa Studio/Shutterstock)

Liputan6.com, Jakarta Cara mengobati cacar air sebenarnya cukup sederhana, karena penyakit ini sebenarnya tidak terlalu berbahaya. Apalagi, cacar air termasuk penyakit yang bisa sembuh dengan sendirinya dalam satu sampai dua minggu.

Hanya saja, cacar air menimbulkan sejumlah gejala yang sangat mengganggu bagi penderitanya. Selain gejala yang sangat mengganggu, setelah sembuh pun cacar air sering meninggalkan bekas yang tak kalah mengganggu.

Maka cara mengobati cacar air ini sebenarnya hanya untuk meredakan gejalanya, serta menghilangkan bekas cacar air yang masih tersisa bahkan ketika sudah sembuh.

Namun sebelum lebih jauh mengenai cara mengobati cacar air agar tidak meninggalkan bekas yang mengganggu, penting untuk mengetahui penyebab dan gejala yang tepat, sehingga kita dapat memilih metode pengobatan yang tepat dan tidak memperparah gejalanya.

Selanjutnya kami akan membahas mengenai cara mengobati cacar air lebih dalam, dan mengulasnya mulai dari penyebab cacar air dan gejalanya, berdasarkan beberapa sumber yang telah dirangkum Liputan6.com pada Selasa (9/8/2022).

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Penyebab Cacar Air

Secara umum, cacar air disebabkan oleh infeksi virus varicella zoster. Ketika tubuh terinfeksi virus tersebut, maka bisa timbul beberapa gejala termasuk bintil merah berisi air dan akan menyebar ke seluruh tubuh.

Virus ini sangat rentan terkena bagi mereka yang belum pernah mengalami cacar air, atau bahkan bagi yang belum pernah mendapatkan vaksin cacar air. Meski begitu, virus ini juga bisa saja menyerang seseorang yang pernah mengalami cacar air, akan tetapi dengan gejala yang lebih ringan.

Melansir mayoclinic.com, cacar air jarang sekali terjadi pada mereka yang sebelumnya pernah mengalami cacar air. Dengan kata lain, jarang sekali orang yang bisa lebih dari sekali terkena cacar air.

Karena cacar air disebabkan oleh infeksi virus varicella zoster, maka imunitas yang lemah menjadi salah satu faktor lain yang membuat seseorang menjadi rentan terkena cacar air. Maka dari itu, sangat penting menjaga sistem kekebalan tubuh agar tetap kuat agar dapat mencegah risiko penyakit seperti cacar air.

Penyebab cacar air juga bisa berisiko pada orang dengan kondisi medis tertentu. Seperti riwayat penyakit kronis seperti kanker ataupun saat menjalani kemoterapi. Hal ini berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh yang terserang virus penyebab cacar air.

Melansir medicalnewstoday.com, beberapa faktor penyebab sistem imun lemah karena kondisi medis seperti riwayat kanker, lupus atau rheumatoid arthritis, atau juga kemoterapi.

Perlu diketahui bahwa cacar air merupakan salah satu penyakit yang bisa menular. Cacar air bisa menular melalui beberapa faktor seperti air liur, batuk, bersin, atau terkena cairan yang berasal dari cacar air. Melansir healthline.com, virus cacar air bisa menular selama satu atau dua hari sebelum bintik merah melepuh muncul.


Cara Mengobati Cacar Air

Ilustrasi cacar air
Perbesar
Ilustrasi cacar air (sumber: iStockphoto)

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, cacar air merupakan penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu satu sampai dua minggu. Meski demikian, bukan berarti Anda tidak perlu melakukan apapun.

Setidaknya ada beberapa langkah penting untuk mempercepat proses penyembuhannya dan mengurangi gejala yang mengganggu. Ketika seseorang terkena disarankan untuk mengenakan pakaian yang lembut dan ringan. Hal ini dimaksudkan agar bagian yang terkena cacar air tidak terasa sakit dan perih.

Kebersihan juga menjadi salah satu hal penting dalam mengatasi cacar air. banyak mitos mengatakan bahwa orang yang terkena cacar air tidak boleh terkena air. Pemahaman tersebut jelas salah kaprah. Justru kebersihan harus dijaga betul-betul ketika terkena cacar air.

Jadi tetaplah mandi, jika tidak merasa nyaman dengan air dingin, Anda bisa mandi dengan air hangat 3-4 kali sehari apabila timbul bintik merah berisi cairan.

Selain itu, penting untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh, serta memenuhi asupan makanan yang lembut dan tidak asin atau asam. Sebab makanan asin dan asam akan membuat bintil cacar air terasa sakit jika berada di sekitar mulut.


Meredakan Gejala Cacar Air

penyakit cacar
Perbesar
penyakit cacar (sumber: Freepik)

Cacar air umumnya sembuh dalam satu atau dua minggu tanpa pengobatan. Tidak ada obatnya, tetapi vaksin dapat mencegahnya. Dokter dapat meresepkan obat atau memberi nasihat tentang cara mengurangi gejala gatal dan ketidaknyamanan, dan juga tentang cara mencegah infeksi agar tidak menyebar ke orang lain.

Nyeri atau demam

Tylenol (acetaminophen) dapat membantu dengan gejala suhu tinggi dan rasa sakit. Penting untuk mengikuti instruksi yang diberikan oleh resep. Produk yang mengandung aspirin tidak boleh digunakan untuk cacar air karena ini dapat menyebabkan komplikasi. Acetaminophen (Tylenol) dapat digunakan kapan saja selama kehamilan.

Dehidrasi

Penting untuk minum banyak cairan, lebih disukai air, untuk mencegah dehidrasi. Beberapa dokter merekomendasikan es bebas gula atau Pedialyte untuk anak-anak yang kurang minum.

Nyeri mulut

Es loli bebas gula membantu meringankan gejala nyeri jika ada bintik-bintik di mulut. Makanan asin atau pedas harus dihindari. Jika mengunyah terasa menyakitkan, sup mungkin merupakan pilihan yang baik, tetapi jangan konsumsi yang terlalu panas.

Gatal

Gatal dapat menjadi parah, tetapi penting untuk meminimalkan garukan untuk mengurangi risiko jaringan parut. Berikut ini dapat membantu mencegah goresan:

- menjaga kuku bersih dan sesingkat mungkin

- menempatkan sarung tangan atau bahkan kaus kaki di atas tangan anak ketika mereka tidur, sehingga segala upaya untuk menggaruk pada malam hari tidak menggores kulit

- mengenakan pakaian longgar

Obat antivirus juga dapat diresepkan selama kehamilan, untuk orang dewasa yang mendapatkan diagnosis dini, pada bayi baru lahir, dan bagi mereka yang memiliki sistem kekebalan yang lemah. Asiklovir adalah salah satu contohnya.


Cara Mengobati Cacar Air Tanpa Bekas

Cara Ampuh dan Efektif Hilangkan Bekas Luka Cacar Air
Perbesar
Cara Ampuh dan Efektif Hilangkan Bekas Luka Cacar Air

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, cara mengobati cacar air sebenarnya lebih fokus pada meredakan gejalanya dan proses pemulihan untuk menghilangkan bekas yang ditinggalkan.

Setelah sembuh, cacar air biasanya juga meninggalkan bekas berupa bintik-bintik gelap di permukaan kulit. Meski sudah tidak terasa sakit lagi, namun bekas-bekas tersebut jelas mengganggu penampilan dan membuat tidak percaya diri.

Namun, Anda dapat mempercepat prose pemulihan cacar air dan menghilangkan bekas cacar air dengan melakukan perawatan dengan menggunakan bahan alami yang relatif lebih aman. Ada banyak bahan alami yang bisa Anda pilih untuk menghilangkan bekas cacar air.

1. Lidah buaya

Aloe vera alias lidah buaya dapat menghidrasi dan melembapkan kulit. Kandungan asam amino dan antioksidannya dapat menyembuhkan kulit. Jadi, tidak heran lidah buaya sering digunakan untuk kesehatan kulit dan rambut.

Berikut cara menghilangkan bekas cacar air dengan lidah buaya:

- Potong daun lidah buaya untuk mendapatkan gel-nya.

- Oleskan gel tersebut pada kulit dan biarkan sampai kering.

- Lakukan ini sekitar dua hingga tiga kali setiap hari untuk mendapatkan hasil yang baik.

2. Madu

Madu adalah antibakteri dan antioksidan yang baik untuk kesehatan kulit. Madu dapat menyembuhkan bekas luka pada kulit kamu, membentuk sel yang sehat, dan memperbaiki kondisi kulit.

Berikut cara menghilangkan bekas cacar air dengan madu:

- Pertama-tama kamu bisa mencampurkan madu dengan oatmeal untuk membuatnya lebih efektif.

- Oleskan adonan tersebut pada bekas cacar.

- Diamkan selama beberapa waktu, sekitar setengah jam hingga satu jam.

- Bilas dengan air.

3. Oatmeal

Selain memberikan manfaat untuk tubuh, oatmeal juga bagus untuk kulit. Oatmeal direkomendasikan untuk kulit sensitif, alergi, dan kulit yang rentan eksim. Hal ini disebabkan karena oatmeal dapat melembapkan kulit. Kandungan antiperadangan dan antioksidannya dapat membantu penyembuhan masalah kulit.

Berikut cara menghilangkan bekas cacar air dengan oatmeal:

- Tuangkan oats mentah dan aduk dengan air hangat.

- Biarkan adonan dingin sebelum diaplikasikan pada kulit.

- Oleskan pada bekas cacar.

- Diamkan selama 10 menit, lalu bilas dengan air hangat.

4. Minyak kelapa

Kandungan asam lemak minyak kelapa dapat memperbaiki kulit yang rusak, merangsang produksi kolagen, dan membantu mempercepat penyembuhan kulit.

Berikut cara menghilangkan bekas cacar air dengan minyak kelapa:

- Oleskan minyak kelapa pada area bekas cacar.

- Pijat kulit yang diolesi minyak dan biarkan sampai kering.

- Ulangi pengobatan ini hingga 3 sampai 4 kali.

5. Baking soda

Baking soda adalah natrium bikarbonat, yang memiliki fungsi sebagai antibakteri, antijamur, antiseptik, dan antiperadangan. Selain dapat menghilangkan bekas cacar, baking soda juga dipercaya dapat menyembuhkan jerawat.

Cara menghilangkan bekas cacar air dengan baking soda adalah sebagai berikut:

- Tuangkan dua sendok makan baking soda dan campurkan dengan satu gelas air.

- Aduk hingga menjadi adonan yang mengental.

- Oleskan adonan tersebut pada kulit yang terkena dampak cacar.

- Bilas dengan air.


Menghilangkan Bekas Cacar Air dengan Bahan Alami

air lemon
Perbesar
Ilustrasi/copyrightshutterstock/Joshua Resnick

6. Sari lemon

Lemon kaya akan vitamin C, yang merupakan antioksidan. Vitamin C baik untuk kesehatan tubuh dan kulit, sekaligus bisa memulihkan kulit yang rusak. Cara menghilangkan bekas cacar air dengan sari lemon adalah dengan mengoleskan sari lemon menggunakan kapas. Kemudian diamkan sari lemon tersebut selama 15 menit. Lalu, bilas dengan air.

7. Air kelapa

Kamu juga bisa menggunakan air kelapa sebagai cara menghilangkan bekas cacar air. Mineral dan vitamin yang terkandung di dalamnya dapat membuat kulit menjadi lebih sehat. Selain itu, air kelapa juga bisa membantu detoksifikasi tubuh.

Cara menghilangkan bekas cacar air dengan air kelapa yaitu dengan membalurkan air kelapa pada bekas cacar. Kamu juga bisa mencoba mengombinasikan air kelapa dengan air biasa di bathtub, kemudian berendam dengan air campuran tersebut. Tidak ada salahnya minum air kelapa setiap harinya, karena akan membantu proses penyembuhan masalah kulit dari dalam.

8. Pepaya

Pepaya tidak hanya baik untuk pencernaan, buah ini juga sangat bagus untuk menghilangkan bekas luka. Selain itu, pepaya juga bisa menghidrasi kulit dan mengangkat sel kulit mati. Cara menghilangkan bekas cacar air dengan pepaya adalah:

- Siapkan pepaya, gula merah, dan susu.

- Campurkan semua bahan dan aduk dengan baik.

- Kemudian, oleskan pada bekas cacar.

9. Minyak Rosehip

Minyak rosehip bisa dipakai sebagai cara menghilangkan bekas cacar. Hal ini dipengaruhi oleh komposisi fitokimianya. Tak hanya fitokimia, minyak rosehip memiliki sifat antioksidan yang baik untuk pemulihan peradangan.

Cara menggunakannya yaitu tuangkan minyak rosehip pada wadah secukupnya. Kemudian oleskan pada bekas cacar. Lakukan secara rutin untuk hasil lebih maksimal.

10. Mentimun

Mentimun memiliki sifat yang hampir sama dengan lidah buaya, yaitu mampu mendinginkan dan meremajakan kulit. Mentimun ini bisa dipadukan dengan tomat untuk membantu menghilangkan bekas cacar.

Cara menggunakannya yaitu pertama-tama siapkan mentimun dan tomat. Kemudian, haluskan mentimun dan tomat secara bersamaan. Lalu, oleskan racikan tersebut secara merata pada wajah. Diamkan selama 30 menit. Setelah itu bilas dengan air bersih. Lakukan cara ini secara rutin tiga kali seminggu.

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya